Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Dasar Pembohong!


__ADS_3

“Ayo.” Neta langsung mengajak Adriel untuk segera masuk ke acara pesta. Mereka ingin mengabadikan dengan kameranya.


Sekalipun Neta sudah cantik, tetapi yang ditentang adalah tas kamera. Bukan tas pesta.


Adriel masih terpaku. Menatap Neta yang tampil begitu cantik.


“Kak.” Neta memanggil Adriel.


“Iya.” Adriel tersadar.


“Ayo kita masuk.” Neta mengajak sang mantan kekasih untuk mulai bekerja.


“Ayo.” Adriel pun berdiri. Bersiap untuk ikut dengan Neta ke acara pesta.


Neta dan Adriel langsung masuk. Pesta masih begitu sepi saat mereka datang. Belum begitu ramai. Neta dan Adriel mencari posisi pas ketika sampai. Mereka ingin mendapatkan angel pas untuk berfoto. Adriel langsung meraih kamera yang dibawa Neta. Memasangnya dengan benar agar dapat hasil foto yang memuaskan.


Satu per satu tamu undangan datang ke acara. Adriel mulai memotret tamu undangan. Neta memerhatikan satu persatu tamu undangan yang ada.


“Sean wijaya pemilik Hotel W. Dia datang dengan istrinya.” Neta yang memotret memberitahu siapa gerangan yang datang.


Adriel memotret mengenali siapa pria itu. Dia beberapa kali mewawancaranya.


“Raven Zorion. Pemilik mal mewah di kota ini.” Adriel memberitahu.


Neta mengangguk-angukkan kepalanya.


Adriel terus memotret tamu-tamu yang datang. Dia hafal siapa-siapa saja yang datang. Jadi dia yakin tak akan ada yang salah menyebutkan namanya.

__ADS_1


“Pria itu.” Satu kalimat yang Adriel ucapkan ketika membidik objek. Dia mengenali pria itu adalah Dathan Fabrizio.


Saat mendengar ucapan Adriel itu, Neta langsung mengalihkan pandangan pada pria yang dimaksud oleh Adriel. Neta langsung membulatkan matanya ketika melihat siapa yang datang.


“Kamu mengenalnya ‘kan?” Adriel menggoda Neta. Dia tahu jika pastinya Neta hafal siapa pria yang datang itu.


“Iya, tentu saja aku mengenalnya dengan baik.” Neta kesal karena ternyata kekasihnya itu datang ke pesta yang sama dengannya. Padahal tadi dia bilang akan berada di kamar menunggunya. “Dasar pembohong!” Neta bergumam lirih.


“Kamu bilang apa, Ta?” Adriel yang mendengar Neta bergumam merasa penasaran.


“Tidak-tidak.” Neta menggeleng.


Dathan yang melihat kekasihnya sedang berdiri di sisi kanannya tersenyum. Dia yakin kekasihnya itu pasti sangat terkejut dengan kedatangannya. Dathan mengedipkan matanya pada Neta, tepat saat melintasi sang kekasih.


Neta hanya membulatkan matanya. Tidak menyangka jika Dathan akan melakukan hal itu. Neta langsung melirik Adriel. Beruntung Adriel sibuk memotret. Jadi dia tidak melihat apa yang dilakukan oleh Dathan.


Aku akan buat perhitungan nanti.


Sayangnya wartawan tidak ada yang mengenali Dathan. Mereka mengira jika Dathan hanyalah karyawan Adion yang datang. Padahal jika mereka tahu, mereka akan punya berita terkini tentang kedatangan Dathan Fabrizio ke pesta Bryan Adion.


“Ta, kita bisa buat high line yang pas. Pasti akan berita kita akan menjadi yang pertama tahu jika ....” Adriel mendekatkan mulutnya ke telinga Neta. “Dathan Fabrizio datang.”


Neta merasa itu memang akan jadi berita besar. Namun, dia tidak tahu Dathan akan setuju atau tidak jika sampai ditampilkan.


“Apa kita tidak semestinya bertanya dulu.” Neta menatap Adriel.


Adriel membenarkan apa yang diucapkan oleh Neta. “Benar juga. Ya sudah, nanti kita cari kesempatan bertemu dan memintanya.” Adriel pun memberikan ide.

__ADS_1


Neta mengangguk.


Acara akhirnya dimulai. Pemilik acara Bryan Adion dan sang istri masuk ke ballroom hotel. Semua anak, menantu, dan cucu berjalan bersama di belakang mereka. Keluarga cukup banyak. Hingga beberapa kali Adriel terus memotretnya.


Acara berlanjut dengan sambutan dari pemilik acara. Selaku pemilik acara Bryan mengucapkan terima kasih karena sudah datang.


Rangkaian demi rangkaian acara akhirnya bisa terwujud. Kemeriahan acara pesta ulang tahun terasa begitu meriah sekali.


Adriel dan Neta terus mengabadikan momen tersebut. Neta juga mencatat beberapa hal penting yang akan dicantumkan untuk narasi berita.


Saat acara utama selesai, tinggallah acara ramah tamah. Bryan Adion mendatang satu per satu rekan kerjanya. Mengucapkan terima kasih pada mereka yang sudah mau datang. Adriel dan Neta memotret bagaimana Bryan menyalami tamu undangannya.


“Ta, kamu potret dulu. Aku harus ke toilet sebentar.” Adriel memberikan kameranya pada Neta.


Neta melanjutkan kembali memotret para tamu undangan. Tepat saat Bryan Adion menghampiri Dathan pun tak luput dari jepretannya.


“Mimpi apa aku kamu datang.” Bryan langsung memeluk Dathan. Dia tahu Dathan sering tidak mau datang ke acara pesta.


Dathan tersenyum. “Ini adalah momen penting. Jadi saya akan datang.”


“Terima kasih, ini kehormatan untukku karena kamu sudah mau datang.” Bryan menepuk bahu Dathan.


“Sama-sama, Pak. Selamat atas ulang tahun Adion Company.” Dathan memberikan ucapan selamatnya.


“Terima kasih.” Bryan tersenyum.


Neta yang berada tak jauh dari Dathan dan Bryan langsung mengabadikan momen tersebut. Dari obrolan singkat yang dilakukan Dathan, terlihat jika mereka saling kenal. Jadi sudah bisa dipastikan jika Dathan diundang khusus.

__ADS_1


Bryan yang sedang asyik mengobrol dengan Dathan, melihat Neta. “Neta,” panggil pria paruh baya itu.


Neta cukup terkejut ketika Bryan memanggilnya. Mau tidak mau Neta pun mendekat ke dua pria yang sedang asyik mengobrol itu.


__ADS_2