Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Dua garis merah pada alat tes kehamilan adalah kebahagiaan Dathan dan Neta yang begitu besar. Penantian akan buah cinta mereka, akhirnya berbuah manis. Kini mereka akan memiliki anak hasil kerja keras mereka.


Kabar ini seperti memberikan energi baru untuk mereka berdua. Dengan semangat mereka pun segera bersiap untuk ke rumah sakit. Memeriksakan kandungan Neta.


Dathan dan Neta yang sudah selesai bersiap, segera ke kamar anaknya. Membangunkan sang anak untuk ikut ke rumah sakit.


“Cinta, bangun.” Satu kecupan mendarat di dahi sang anak. Neta selalu saja membangunkan anaknya dengan lembut.


Loveta masih asyik menikmati tidurnya. Saat sang mami mencium di dahinya, dia justru semakin terlelap. Tidak terusik sama sekali dengan kehadiran mami dan papanya.


“Sayang, kita harus ke rumah sakit. Kita mau lihat adik bayi.” Dathan yang tidak sabar menunggu sang anak bangun, akhirnya membisikkan kalimat ajaib.


Seketika Loveta bangun. Pandangannya tampak bingung ketika melihat sang papa. “Adik bayi?” tanyanya memastikan.


Neta yang melihat sang anak langsung bangun, hanya bisa menggeleng. Merasa begitu heran. Anaknya benar-benar luar biasa sekali. Karena langsung bangun ketika mendapatkan kabar bahagia ini.


“Iya, kita mau ke rumah sakit, mau lihat adik bayi.” Dathan tersenyum.


“Lolo mau punya adik bayi?” Loveta kembali memastikan. Dia masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Kalimat yang diucapkan sang papa cukup mengejutkan sekali.


“Iya.” Dathan mengangguk dengan penuh semangat.


Loveta langsung berangsur bangun. “Lolo mau punya adik?” tanya Lolo memastikan kembali. Dia menatap Neta kali ini. Memastikan pada sang mami.

__ADS_1


“Iya.” Neta tersenyum, sambil membelai lembut rambut sang anak.


“Ye … Lolo mau punya adik.” Loveta langsung meloncat senang. Dia terus meloncat-loncat bahagia


Neta dan Dathan saling pandang. Mereka begitu bahagia sekali. Ternyata bukan hanya mereka berdua yang menunggu. Ternyata Loveta juga menunggu.


Neta pun membantu Loveta bersiap. Sepanjang mandi sampai mengganti baju, Loveta terus mengoceh. Dia menceritakan akan melakukan apa saja nanti jika adiknya lahir. Neta hanya bisa mendengarkan dengan saksama. Merasa lucu ternyata Loveta seantusias itu.


Mereka bertiga menikmati makan terlebih dahulu sebelum akhirnya berangkat ke rumah sakit. Mengisi perut mereka yang kosong.


Rumah sakit yang menjadi pilihan mereka adalah Maxton Hospital. Rumah sakit yang cukup terkenal di kota. Ada banyak dokter handal yang ada di sana. Dan, yang paling terkenal adalah dr. Lyra yang merupakan dokter kandungan. Dokter yang terdengar kabar adalah istri pemilik rumah sakit itu adalah dokter kandungan terbaik. Jadi tentu saja, Dathan dan Neta akan mencoba memeriksakan kandungan ke sana.


Sampai di rumah sakit, Loveta yang begitu senang sampai berlari-lari. Dia sudah tidak sabar untuk memeriksakan kandungan sang mami.


Loveta yang hampir jatuh, begitu terkejut. Jantungnya berdegup dengan kencang, karena membayangkan tubuhnya akan menghantam lantai.


“Kamu tidak apa-apa, Sayang.” Suara lembut dari seorang pria bertanya.


Loveta mengalihkan pandangan. Seorang pria dengan pakaian dokter menangkap tubuh mungilnya. Itu membuat Loveta akhirnya selamat.


“Iya.” Loveta mengangguk.


Dean-seorang dokter jantung yang merupakan anak dari dr. Lyra adalah orang yang menangkup tubuh Loveta. Pria tampan-anak pemilik rumah sakit itu tersenyum manis pada Loveta, sambil menegakkan tubuh Loveta.

__ADS_1


Dathan dan Neta yang mengejar Loveta langsung meraih tubuh sang anak. Mereka begitu khawatir sekali tadi ketika anaknya hampir jatuh.


“Cinta, kamu tidak apa-apa?” Neta langsung berjongkok untuk meraih tubuh Loveta. Dia membelai pipi Loveta dengan perasaan cemas.


Dathan yang meraih bahu sang anak juga menatap dengan wajah cemas. Anaknya benar-benar membuat jantungnya berdegup kencang.


“Tidak apa-apa, Mami. Uncle dokter tadi bantu Lolo.”


Neta dan Dathan langsung mengalihkan pandangan pada dokter yang membantu anaknya. Neta mengenali dengan jelas jika itu adalah Dean-dokter jantung terkenal. Untuk Dathan sendiri, sedikit lupa. Dia merasa dejavu ketika melihat Dean. Seperti pernah melihat, tetapi tidak ingat di mana.


“Terima kasih, dr. Dean.” Dathan membaca nama yang tertera di jas dokter milik pria di depannya.


Dean melihat wajah pria yang berada di depannya. Dia ingat sekali jika pria itu adalah pria yang pernikahannya dihadiri kala sang istri ngidam kambing guling.


“Sama-sama, Pak Dathan.” Dean tersenyum.


“Anda kenal saya?” Dathan merasa terkejut ketika Dean mengenali dirinya.


“Sayang, dia pernah datang ke acara pernikahan kita.” Neta menjelaskan pada sang suami sambil berdiri.


Dathan mencoba mengingat-ingat, hingga akhirnya dia mendapatkan di mana dia bertemu dengan pria di depannya.“Maaf mungkin karena waktu itu saya datang dengan undangan dari Rowan. Jadi Pak Dathan tidak mengenal.” Malu-malu Dean menjelaskan. “Waktu itu istri saya hamil. Jadi dia minta untuk makan kambing guling. Saat Rowan mengatakan ada pernikahan saya ke sana, dan ternyata itu pernikahan Pak Dathan.” Dia melanjutkan kembali.


Akhirnya Dathan mendapati jawaban yang selama ini jadi misteri. Karena dirinya tidak pernah mengundang Dean ke acara pernikahannya.

__ADS_1


“Tidak masalah. Saya justru senang jika istri dr. Dean bisa menikmati makanan di pesta kami untuk menuruti keinginan ngidam.” Dathan justru bersemangat. Ternyata ada pria yang sampai masuk ke pesta orang asing hanya untuk menuruti sang istri ngidam. Entah apa yang akan diinginkan Neta saat hamil. Dia juga begitu penasaran sekali.


__ADS_2