
Kemarin sampai malam Loveta puas sekali bermain di kos Neta. Sampai sore hari barulah mereka pulang.
Sesuai dengan rencana, hari ini mereka akan pergi ke salah satu mal. Mereka ingin melihat akuarium terbesar yang berada di dalam mal. Loveta begitu bersemangat sekali. Sampai-sampai dia tak sabar untuk segera berangkat.
Dathan lebih dulu menjemput Neta di kosnya. Barulah mereka menuju ke mal. Kali ini mereka tidak sendiri. Ada Rifa, Richa, dan Reno yang ikut. Dathan sengaja mengajak mereka semua agar lebih ramai.
Loveta terus menggandeng tangan Neta dan papanya. Mereka begitu riang sekali. Mereka sudah seperti keluarga lengkap. Hal itu menarik perhatian Reno dan Rifa. Mereka berdua merasa begitu senang karena akhirnya dua sejoli itu benar-benar bersatu.
Kemarin saat menunggu Loveta, Dathan menghubungi Reno dan Rifa. Menceritakan jika mereka sudah menyelesaikan masalah. Rifa dan Reno ikut senang ketika masalah Dathan dan Arriel selesai. Kini tinggal menunggu bahagia untuk dua orang tersebut.
“Kita sudah sering ke sini, tetapi kenapa tidak pernah berkunjung ke sini?” Reno yang baru sampai di depan akuarium pun memberikan pendapatnya.
“Papa saja yang belum ke sini.” Richa meledek sang papa.
Reno menatap sang anak. “Kamu ke sini dengan siapa?” Dia tidak merasa mengajak anaknya pergi ke tempat ini.
“Rahasia.” Richa meledek sang papa.
“Kamu pergi dengan laki-laki?” Reno begitu penasaran sekali. Dia merasa jika tidak pernah mengajak anaknya ke tempat ini. Jadi dia menebak hal itu.
Richa tersenyum saja. Tidak menjawab apa yang papanya tanyakan.
“Lihatlah anakmu pergi dengan anak laki-laki.” Reno langsung menatap istrinya.
“Dia sudah bilang.” Rifa tersenyum.
“Kenapa kamu tidak bilang?” Reno sedikit kesal karena tidak tahu jika anaknya pergi dengan laki-laki.
Perdebatan mereka terdengar oleh Dathan. Hal itu membuat dia mulai memikirkan bagaimana nanti saat Loveta pergi dengan anak laki-laki.
__ADS_1
“Nanti jika Cinta pergi dengan anak laki-laki, kamu bilang ya padaku.” Dathan menatap Neta. Dia takut tidak tahu perkembangan anaknya. Apalagi anaknya anak perempuan.
“Lolo pergi dengan Leo, Papa. Nanti Lolo bilang sendiri.” Loveta yang mendengar obrolan papanya segera memotong pembicaraan.
Dathan menatap malas pada Loveta. Anaknya itu benar-benar tergila-gila dengan Leo. Padahal pria kecil itu tampak begitu dingin sekali. Tidak menanggapi apa yang selalu Loveta katakan. Namun, mengingat kejadian bagaimana Loveta tahu arti perceraian, Dathan sadar jika pria kecil itu cukup pintar karena bisa menjelaskan pada Loveta.
Neta tersenyum. Loveta sudah menjawab jadi tentu saja tidak perlu dirinya menjawab.
“Cinta suka Leo?” Dathan segera bertanya. Dia ingin tahu apa yang dipikirkan anaknya.
“Iya, Lolo suka sekali dengan Leo.” Loveta begitu antusias jika membahas Leo.
Dathan menatap malas. Sungguh Dathan tidak bisa berkata-kata. Bagaimana anak-anak bisa saling suka. Neta hanya bisa tersenyum saja. Loveta begitu pandai berkata-kata. Sehingga Dathan kewalahan.
Mereka semua masuk ke wahana akuarium raksasa. Saat masuk mereka langsung disuguhi ikan-ikan yang begitu cantik.
Neta dan Dathan begitu semangat melihat Loveta. Mereka menemani Loveta yang melihat-lihat ikan. Ada berbagai ikan yang berada di akuarium. Loveta begitu senang sekali. Tidak hanya Loveta yang senang, tetapi semua juga senang. Orang-orang dewasa merasa melihat ikan adalah pemandangan indah. Mereka juga antusias.
Berfoto ria mengabadikan setiap sudut.
Neta menjelaskan berbagai ikan yang dilihatnya. Kebetulan ada penjelasan di layar yang berada di depan akuarium. Jadi Neta tinggal membaca saja.
Dathan melihat Neta begitu lembut menjelaskan pada anaknya. Dia merasa memang tidak salah memilih Neta sebagai calon istrinya. Karena memang gadis itu sebaik itu. Dia yakin kelak Neta akan jadi istri dan ibu yang baik.
Mereka terus berkeliling melihat-lihat ikan-ikan di berbagai akuarium. Tidak hanya ikan saja. Ada berbagai hewan lain. Ada kura-kura, ada kadal, dan ada ubur-ubur.
Puas melihat berbagai ikan, Dathan mengajak mereka semua untuk makan bersama di privat room yang ada di kawasan akuarium. Namun, saat perjalanan ke tempat makan, Loveta ingin ke toilet. Dia antar oleh
Reno, Rifa, dan Richa. Karena mereka juga ikut ke toilet.
__ADS_1
Dathan dan Neta memilih lebih dulu ke tempat makan. Saat sampai di tempat makan, Neta justru terkejut. Dia melihat meja makan yang tersusun rapi. Di sekitar lantainya terdapat lilin-lilin yang disusun mengelilingi meja makan. Tempat yang memang hanya tersorot dari cahaya biru dari akuarium, tampak gelap. Jadi lilin-lilin itu menjadi cahaya di tengah gelapnya ruangan. Namun, suasana itu justru begitu romantis sekali.
“Kamu menyiapkan ini?” tanya Neta menatap Dathan. Dia yakin sekali kekasihnya menyiapkan semua ini.
“Iya.” Dathan mengangguk. Dia memang sengaja menyiapkan ini semua. Tentu saja dengan bantuan Reno. Kemarin saat sedang menunggu Loveta, dia menghubungi Reno. Sore harinya dia dan Reno juga datang ke tempat ini untuk reservasi terlebih dahulu.
Dathan menarik tangan Neta ke meja makan yang berada di depan akuarium raksasa.
Neta tak henti mengagumi tempat yang disiapkan Dathan. Terlihat indah sekali.
Di dekat meja, Dathan memberikan seikat bunga yang sudah disiapkan. “Untuk orang tercantik.” Dia tersenyum menyerahkan bunga yang di tangannya.
Neta melihat bunga begitu tampak indah sekali. Warna merah, pink, dan putih bercampur menjadi perpaduan yang cantik sekali.
“Terima kasih.” Neta tersenyum.
Dathan segera menarik kursi yang akan diduduki Neta. Mempersilakan Neta untuk duduk. Saat sang kekasih sudah duduk, Dathan segera duduk tepat di depannya.
“Kita akan makan sendiri?” Neta menatap Dathan. Hanya ada dua kursi saja.
“Mereka mengajak Cinta makan di restoran penguin.” Dathan menjelaskan ke mana perginya anaknya dan yang lain. Ini memang sudah menjadi rencananya. Sengaja Dathan meminta Reno mengajak anaknya untuk makan di tempat yang ada penguinnya agar Loveta betah. Jelas pasti anaknya pasti senang. Dengan begitu dia dan Neta bisa menikmati makan berdua.
Neta hanya tersenyum saja ketika Dathan sengaja merencanakan itu semua. Dia benar-benar tidak curiga tadi. Dia pikir Loveta, Reno, Rifa, dan Richa benar-benar ke toilet.
.
.
__ADS_1