Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Rencana Arriel


__ADS_3

“Halo.” Dathan menjawab telepon yang berasal dari Arriel.


“Than, aku akan menjemput Lolo besok pagi-pagi. Rencananya aku akan mengajak dia untuk ke puncak.” Arriel menceritakan rencananya pada Dathan.


“Dengan siapa saja kamu akan pergi?” Dathan begitu penasaran sekali dengan apa yang dikatakan oleh Arriel.


“Kebetulan aku pergi dengan Mauren.” Arriel menceritakan rencananya.


Dathan memikirkan jarak antara rumahnya dan puncak yang tidak terlalu jauh. Hal ini membuat Dathan tidak perlu khawatir karena jarak tidak terlalu jauh. Saat mendengar dengan siapa Arriel pergi, dia juga jauh lebih tenang. Karena Arriel tidak sendiri. Dia pergi dengan Mauren-asisten Arriel sekaligus teman Arriel.


“Baiklah, aku sudah siapkan semua pakaian Cinta. Besok tinggal kamu bawa saja.” Dathan tadi memang pulang lebih awal. Dia ingin memastikan barang-barang yang dibutuhkan Loveta untuk tinggal di bersama mamanya.


“Baiklah, sampai bertemu besok.”


“Iya.” Dathan segera mematikan sambungan telepon. Dia pikir Arriel akan membatalkan pertemuannya dengan Loveta seperti biasanya, tetapi ternyata dugaanya salah. Ternyata Arriel akan datang dan mengerjakan semua janjinya.


Neta sedari tadi mendengarkan Dathan yang sedang menghubungi seseorang. Dari pembicaraan yang terjadi, dia yakin jika itu adalah mantan suaminya.


“Jadi besok Cinta pergi?” Neta memastikan pada Dathan.


Dathan memasukkan ponsel ke dalam kantung celananya. “Jadi, dia akan menjemput Cinta pagi.”

__ADS_1


Neta tersenyum. Dia kemudian beralih pada Loveta. “Besok Cinta akan pergi dengan mama.” Dia memberitahu Loveta.


“Ye … besok Lolo pergi dengan mama.” Loveta tampak begitu senang. Dia begitu bersemangat sekali.


Neta merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Loveta. Cinta makan sambil menceritakan apa yang akan dilakukannya. Neta pun menanggapi dengan baik.


Mereka semua kembali menikmati makanan bersama. Setelah selesai, mereka segera pulang. Saat keluar dari restoran, Loveta sudah mulai mengantuk. Dathan pun mengendong anaknya yang sudah mulai mengantuk itu. Membawanya ke tempat parkir. Sampai di tempat parkir, Neta segera meminta Dathan untuk memindahkan Loveta ke pangkuannya.


Neta duduk di depan samping kemudi. Dia memeluk Loveta yang berada di pelukannya. Loveta yang begitu pulas, benar-benar tidak bangun ketika dipindahkan padanya. Hal itu membuat Neta merasa lucu.


“Sepertinya Cinta benar-benar lelah.” Neta tersenyum menoleh ke arah Dathan yang sedang sibuk menyetir.


“Dia puas sekali bermain denganmu.” Dathan melihat jelas bagaimana waktu dua jam tadi dimanfaatkan Neta dan Loveta bermain. Sampai-sampai dia kewalahan sekali mengikuti.


Dathan tersenyum. Dia sendiri juga merasa mungkin dia juga pasti akan sangat merindukan anaknya. Apalagi jika dalam jangka waktu lama anaknya itu pergi. Pasti sangat berat sekali ketika melihat anaknya pergi. Namun, ini demi kebaikan sang anak. Jadi dia harus bisa melakukannya.


Mobil sampai di rumah. Dathan segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil. Memberikan jalan untuk Neta yang menggendong anaknya untuk keluar.


Neta yang menggendong Loveta berjalan masuk ke rumah. Dia membawa Loveta ke dalam kamarnya. Kemudian menurunkan Loveta ke atas tempat tidur dengan perlahan. Dia melakukan dengan hati-hati. Tak mau membuat Loveta terbangun.


Saat tubuh Loveta sudah berada di atas tempat tidur. Segera Neta menarik selimut untuk menutupi tubuh Loveta. Untung Neta sudah membersihkan tubuh gadis mungil itu. Jadi paling tidak, dia sudah tidak harus mengganggu tidur Loveta.

__ADS_1


“Aku akan mengantarkan kamu pulang.” Dathan menatap Neta. Ini sudah malam, jadi tidak mungkin dia membiarkan sang kekasih pulang sendiri.


Neta mengangguk. Dia segera keluar ketika Dathan akan mengantarkan pulang.


Sebelum pergi, Dathan menitipkan Loveta terlebih dahulu pada asisten rumah tangganya. Memastikan jika anaknya tidak akan terbangun saat dirinya pergi. Barulah setelah itu, Dathan mengantarkan Neta.


Waktu menunjukan jam sebelas malam. Ini sudah larut malam, jadi tentu saja jalanan tampak begitu sepi. Jadi Dathan bisa sampai di tempat kos dengan cepat.


“Besok kamu pergi jam berapa?” tanya Dathan sebelum Neta turun.


“Aku sepertinya akan berangkat pagi. Adriel harus memberikan beberapa materi wawancara.” Neta mencoba menjelaskan. Wawancara akan diadakan jam dua belas. Jadi Neta akan datang lebih awal dari jam wawancara.


“Baiklah, aku menjemputmu besok.” Dathan memang sudah memiliki rencana untuk ikut dengan Neta.


Dathan benar-benar akan ikut dengannya wawancara, hal itu tentu saja membuat Neta sedikit bingung. “Baiklah, tapi ingat. Saat aku wawancara, aku mau kamu hanya menunggu.” Dia sudah membahas ini dengan Dathan. Neta tidak bisa melibatkan wawancara, karena Dathan bukan wartawan. Itu melanggar kode etik, ketika seorang yang bukan wartawan mewawancarai narasumber. Apalagi ini wawancara eksklusif. Jadi tentu saja ini rahasia perusahaannya.


“Iya, aku akan menunggu.” Dathan tersenyum. Yang terpenting adalah dia bisa ikut wawancara dulu.


“Baiklah, sampai bertemu besok.” Neta tersenyum.


Dathan tersenyum. “Sampai bertemu besok.”

__ADS_1


Neta segera keluar dari mobil. Saat Neta sudah masuk, Dathan segera melajukan mobilnya. Meninggalkan tempat kos milik Neta.


__ADS_2