Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Menonton Film


__ADS_3

Neta dan Dathan memilih untuk ke salah satu restoran. Mereka berdua menikmati makan siang yang sudah terlambat. Makan siang sudah terlambat, jadi merek tidak bisa menunda lagi.


“Mau nanton apa kita nanti?” Sambil makan, Neta memberikan pertanyaan itu pada Dathan.


“Emm … sepertinya nonton film horor seru.” Dathan memberikan ide pada sang kekasih.


Senyum Neta seketika surut. Sudah semangat-semangat mau menonton, ternyata Dathan mengajaknya untuk menonton film horor.


“Harusnya kita menonton film romantis.” Neta melayangkan protes.


“Kita bisa menciptakan keromantisan hingga semua orang iri. Untuk apa menonton film romantis. Yang bagus kita menonton film horor saja, karena kita tidak bisa menciptakan suasana horor.” Dathan menyeringai. Memberikan alasan tidak masuk akal itu pada Neta.


Neta ingin tertawa mendengar jawaban Dathan, tetapi dia menahannya. “Mana bisa begitu alasannya?” Dia merengek kesal. Kekasihnya benar-benar menyebalkan sekali.


Dathan seketika tertawa melihat kekasihnya merengek. Sungguh mengemaskan sekali apa yang dilakukan oleh Neta.


“Sayang, aku mau menonton film romantis.” Neta merengek tidak mau menonton film horor.


“Sayang, jika nanti aku jadi pintar setelah menonton film romantis, nanti kamu akan semakin tergila-gila padaku.” Dathan masih meyakinkan sang kekasih hati.


Neta menatap malas. Alasan Dathan semakin tidak masuk akal baginya. Benar-benar menyebalkan sekali. Dathan semakin gemas ketika mendapati kekasihnya marah. Dia pun tertawa.


“Baik-baiklah.” Dathan akhirnya setuju untuk mengajak kekasihnya itu untuk menonton film romantis.


Neta senang, akhirnya Dathan mau menonton film romantis. Paling tidak, dia bisa menikmati film. Karena jika menonton film horor jelas dia akan berteriak dan menutupi matanya dengan tangan.


Mereka berdua menyelesaikan makannya. Kemudian mereka menuju bioskop. Kebetulan sekali ada film romantis yang sedang tayang. Jadi mereka bisa melihat film tersebut. Neta dengan semangat membeli pop corn dan minuman, sedangkan Dathan memilih untuk membeli tiket.


Saat pintu teater dibuka, Dathan dan Neta segera masuk. Mencari tempat duduk yang mereka pesan.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya ketika Dathan melihat jika yang nonton kebayakan anak muda. Dirinya merasa tua sekali. Padahal jika dilihat wajah, dia tidak tua.


“Kira-kira mereka-mereka ini umur berapa?” Dathan berbisik pada Neta.


Neta mengedarkan pandangannya, dilihatnya ternyata banyak anak-anak muda yang sedang menonton. “Mungkin seusia aku.” Neta menebak.


“Apa aku terlalu tua untuk nonton film seperti ini?” Dathan kembali berbisik.


“Orang tidak akan percaya jika kamu berusia empat puluh.” Neta menjawab dengan berbisik.


“Apa aku jauh lebih muda?” tanya Dathan memastikan.


“Kamu masih terlihat muda, masih terlihat tampan, dan masih penuh gairah.” Neta tersenyum menggoda.


“Jangan memancingku.” Dathan mencubit perut Neta. Hal itu membuat Neta tertawa. Namun, buru-buru dia membungkam mulutnya.


Film akhirnya dimulai. Dathan dan Neta pun menghentikan obrolan mereka. Fokus menonton filmnya. Neta asyik memakan pop corn yang dibawanya. Dia tampak serius sekali menonton. Dathan benar-benar merasa diabaikan ketika kekasihnya sibuk menonton.


“Emmm ….” Karena fokus, Neta pun tidak memedulikan Dathan.


Dathan sedikit kesal karena diabaikan. Karena itu, dia pun berulah. Pas sekali adegan wanita dengan pakaian seksi keluar. “Lihatlah, seksi sekali.” Dathan memuji wanita di layar bioskop tersebut.


Neta yang asyik menonton pun segera menoleh. Dia menatap kesal.


“Tapi, ada yang lebih seksi, dan aku akan segera melihatnya.” Dathan tersenyum sambil mengalihkan pandangan pada Neta.


Neta tersipu malu. Dia tahu yang dimaksud oleh Dathan.


“Jangan abaikan aku.” Dathan merengek.

__ADS_1


“Iya.” Neta langsung menarik lengan Dathan. Kemudian melingkarkan tangannya di lengan kokoh itu.


Neta dan Dathan asyik menonton kembali. Neta menyuapi pop corn yang dibawanya. Mereka tampak serius sekali. Sampai sesuatu mengusik mereka. Adegan making love antara pemain film membuat mata mereka langsung membulat.


Neta langsung menutup mata Dathan. Tidak mengizinkan sang kekasih menonton.


“Sayang, kenapa ditutup?” Dathan melayangkan protesnya.


“Nanti kamu pengin.” Neta menjelaskan alasannya menutup mata. Dia tahu sang kekasih sudah pernah merasakannya, nanti jika sampai melihat adegan itu, tentu saja itu akan menimbulkan hasrat Dathan.


Dathan hanya bisa menautkan alisanya. Bagaimana bisa hanya menonton saja dirinya ingin melakukan hal yang sama.


“Lalu kenapa kamu menonton?” Dathan balik bertanya.


“Karena aku harus belajar, jadi nanti saat melakukan denganmu aku sudah bisa.” Neta dengan polosnya menjawab itu.


Dathan seketika langsung menutup mata sang kekasih. Melarang kekasihnya itu untuk melihat adegan making love.


“Kenapa ditutup?” Karena Dathan tidak rapat menutup mata Neta, membuatnya bisa menoleh.


“Kamu tidak perlu belajar, karena aku akan mengajari.” Ini adalah hal adil yang dilakukan. Sama-sama tidak melihat adegan tersebut.


Neta tersenyum. “Apa enak?” tanyanya polos.


“Emm … itu sesuatu yang tidak bisa diungkapkan. Hanya bisa dirasakan.” Dathan tersenyum tipis.


Neta tampak berpikir. Seperti apa rasanya.


“Jangan dipikirkan, nanti kamu penasaran. Jika kamu penasaran, aku tidak akan sanggup menahan diri.” Dathan kembali menggoda Neta. “Yang jelas, aku akan tunjukan rasanya nanti.” Dia pun meyakinkan Neta.

__ADS_1


Neta hanya mengangguk saja. Tidak perlu dibayangkan sekarang karena akan buang-buang tenaga. Akan lebih nikmat jika langsung dirasakan.


Saat adegan itu selesai, akhirnya tangan mereka menyingkir dari mata mereka berdua. Keduanya tertawa karena ternyata hanya mereka yang menutup mata. Mereka kembali menikmati filmnya. Neta bersandar di bahu Dathan sambil memakan popcorn. Sejak memutuskan menjalin asmara, memang ini pertama kali mereka menonton film. Jadi mereka memanfaatkan dengan baik waktu bersama. Sebelum nanti setelah ini menjemput Loveta.


__ADS_2