
Benar-benar sangat kecewa sekali. Jelas sekali jika mamanya dan Mauren adalah dalang dari semua ini. Arriel sama sekali tidak tahu jika temannya selama ini mengawasi dan melaporkan apa yang dilakukannya. Tidak menyangka juga mamanya meminta Mauren untuk membujuk dirinya bersama Dathan. Pantas selama ini, Mauren terus membujuknya. Ternyata inilah alasannya. Semua diuar dugaannya.
Arriel menatap Dathan dan Neta. “Aku benar-benar tidak tahu perihal ini. Sebagai anaknya aku meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan ini.” Arriel jelas tidak punya pilihan lain selain meminta maaf.
Mengingat mamanya yang melakukan ini.
Arriel mengalihkan pandangan pada Mauren.
“Minta maaf!” perintahnya.
Mauren langsung paham apa yang harus dilakukannya. “Than, aku minta atas apa yang sudah aku lakukan. Aku tahu jika ini sangat merugikanmu, tapi tolong pahami posisiku.” Mauren jelas tidak ada pilihan lain. Kebaikan keluarga Arriel membuatnya harus melakukan semua itu.
Dathan mengembuskan napasnya. Dia tidak bisa menyalahkan Mauren apalagi Arriel. Lagi pula artikel sudah terbit. Pekerjaannya adalah tinggal meminta penarikan artikel tersebut dari peredaran.
“Aku tidak tahu harus bicara apa. Yang pasti setelah ini kalian tahu apa yang harus dilakukan.” Dathan menatap Mauren dan Arriel.
__ADS_1
“Aku akan bicara dengan mama, Than. Aku pastikan ini pertama dan terakhir.” Arriel meyakinkan Dathan. Dia memang merasa setelah ini harus bicara dengan mamanya.
“Kamu tidak akan melaporkan aku ke polisi ‘kan, Than?” Mauren menatap Dathan. Dia takut sekali dengan hal ini. Apalagi jelas-jelas ini kesalahannya.
“Jika aku tidak tahu alasanmu, dan bukan sepenuhnya kesalahanmu seperti ini, tentu saja aku akan mengirimmu ke penjara.
Mauren bergidik ngeri. Bagaimana bisa nanti dirinya hidup di penjara. Bisa-bisa dirinya gila karena berada di penjara.
Dathan beralih pada Arriel. “Aku percayakan semua padamu.” Dathan tidak mau ikut campur terlalu dalam hal ini. Dia tahu Arriel pasti tahu harus bagaimana. Apalagi yang melakukan semua ini adalah mama Arriel sendiri.
Arriel menatap Neta setelah berbicara dengan Dathan. Tidak lengkap jika hanya bicara dengan Dathan saja. “Ta, aku minta maaf atas semua ini. Jujur aku malu mamaku melakukan hal ini, tapi aku yakin ini tidak akan terulang.”
“Ta, maafkan aku juga. Aku janji setelah ini tidak akan terjadi.” Mauren itu bicara. Jujur dia takut dengan kesalahannya ini.
“Iya, tidak apa-apa.” Neta tersenyum.
__ADS_1
“Kalau begitu kami pamit dulu.” Dathan menautkan tangannya dengan sang istri. Mengajak sang istri untuk ikut pulang.
Neta pun segera berdiri. Ikut Dathan yang bersiap untuk pulang.
Arriel dan Mauren juga ikut berdiri. Mengantarkan Neta dan Dathan keluar dari apartemen.
Saat berjalan, tiba-tiba Dathan berhenti. Dia berbalik untuk menatap Arriel yang berada di belakangnya.
“Jika mamamu memang di sini. Minta dia bertemu cucunya. Cinta pasti sudah lupa seperti apa wajah neneknya.” Dathan mengingatkan Arriel. Sejak bercerai, memang mantan mama mertuanya itu tidak lagi tinggal di Indonesia. Jadi jarang bertemu dengan Loveta. Sebagai orang tua, dia tidak mau anaknya kehilangan sosok nenek.
“Aku akan ajak mama menemui Lolo sekalian meminta maaf pada kalian.” Ini yang akan dilakukan oleh Arriel. Tidak akan membiarkan mamanya begitu saja.
Dathan mengangguk. Dia segera pergi meninggalkan rumah Arriel bersama dengan Neta.
Di saat Dathan dan Neta pergi, Arriel menatap Mauren kesal. “Ambil tasmu, kita ke rumah mama.” Arriel memberikan perintah. Dia harus segera bertemu dengan mamanya. Jadi dia mengajak Mauren untuk pergi.
__ADS_1
“Baik.” Mauren sudah takut sekali. Jadi dia menerima dengan lapang perintah Arriel. Tidak sanggup jika harus dipecat.
Arriel dan Mauren langsung pergi ke rumah kediaman keluarga Arriel. Menurut Mauren, Mama Anggun ada di sana.