Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Perawat Mami


__ADS_3

Seminggu ini Loveta dijemput oleh Arriel. Sejak Dathan mengizinkan mantan istrinya itu menjemput sekolah, sejak itu juga Loveta pulang dengan Arriel. Neta sendiri bisa sedikit bernapas lega ketika Arriel mau menjemput Loveta, karena saat ingin menjemput Loveta di siang hari, Neta tidak kuat. Teriknya matahari membuatnya sedikit pusing.


Setiap pagi Neta masih mual dan muntah. Namun, mengingat jika itu adalah bagian dari kehamilan, dia menerima saja. Menikmati setiap proses yang terjadi.


“Selamat pagi.”


Neta yang membuka matanya, mendapatkan sambutan dari sang suami. Senyum manis sang suami menyambut indahnya pagi ini. Memberikan sedikit semangat menghadapi hari indah. Tadi setelah muntah, Neta memilih kembali tidur. Kepalanya begitu pusing, jadi dia memilih untuk beristirahat.


Neta perlahan bangun dari posisi duduknya. Bersandar pada headboard tempat tidur. Menyambut sang suami yang menyapanya.


“Selamat pagi.” Neta balik menyapa.


“Selamat pagi.” Suara cempreng terdengar di balik Dathan. “Papa, awas.” Loveta meminta sang papa menyingkir. Dia sedang membawa nampan berisi sarapan Neta, jadi dia ingin segera memberikan pada sang mami.


Dathan segera menyingkirkan tubuhnya. Memberikan jalan pada sang anak. Sang anak sudah repot sekali sejak tadi sarapan. Dia yang sarapan sampai buru-buru karena ingin mengantarkan makanan pada maminya. Akhirnya, Dathan memberikan nampan berisi piring, sedangkan gelas berisi susu milik sang istri dipegangnya. Karena dia takut nanti jika dibawa sang anak akan jatuh.


Loveta berjalan masuk ke kamar dan menghampiri sang mami. Dengan sangat hati-hati, dia membawa nampan berisi makanan.


Neta yang melihat Loveta tersenyum. Anaknya begitu lucu sekali. Membawakan makanan untuknya.

__ADS_1


“Ini untuk Mami.” Loveta menyerahkan nampan pada sang mami.


Neta segera menerima nampan tersebut. “Terima kasih, Cinta.” Dia begitu senang sekali.


“Hari ini, Lolo mau jadi perawat Mami. Jadi jika Mami butuh bantuan. Mami tinggal panggil saja.” Dengan percaya dirinya, Loveta mengatakan itu.


Neta mengalihkan pandangan pada suaminya ketika mendengar ucapan sang anak. Dathan pun hanya tersenyum saja. Yang artinya, dia sudah tahu sebelumnya.


“Jadi Cinta mau jadi perawat Mami?” Neta memastikan kembali?” Neta menatap sang anak dengan lekat.


“Iya, Lolo akan rawat Mami. Kata Kak Liam, Lolo harus menjaga Mami karena Mami sedang ada adik bayi. Kata Leo, Lolo tidak boleh manja. Jadi sekarang Lolo jadi perawat untuk jaga Mami.” Loveta dengan percaya dirinya menceritakan apa yang teman-temannya katakan. Kemudian melakukannya.


Neta yang melihat hal itu hanya tersenyum saja. Bisa-bisanya sang suami mengatakan hal itu. Padahal anak-anak biasa mendengarkan temannya.


“Wah … Mami suka kalau Cinta pintar.” Neta tersenyum. “Kalau begitu Mami akan coba makan. Semoga adik bayi mau makan dan tidak muntah.” Neta meletakkan nampan di pahanya. Kemudian memakannya. Sarapan kali ini adalah scramble egg dengan potongan roti panggang. Neta berharap ini akan aman di perutnya.


Saat makanan masuk ke mulutnya. Rasanya lumer di mulut. Rasa gurih pas sekali di lidahnya. Membuatnya dapat menerima dengan baik.


“Enak tidak?” Loveta memiringkan kepalanya. Menanyakan pada sang mami.

__ADS_1


“Enak sekali.” Neta tersenyum. “Siapa yang masak?” Dia penasaran apakah anaknya ikut serta juga memasak.


“Papa yang masak. Lolo lihat saja.” Loveta tersenyum ketika menjawab.


“Lolo tetap bantu tadi?” tanya Neta memastikan.


“Iya, Lolo bantu tuang susu.” Loveta menceritakan apa yang dilakukannya. Tadi papanya memang memintanya untuk menunggu dengan baik. Jika papa butuh bantuan, baru Loveta boleh membantu.


“Berarti ini tetap buatan Papa dan Lolo.” Neta tersenyum. Membesarkan hati sang anak.


“Ye … ini buatan Lolo juga.” Loveta begitu senang.


Dathan hanya tersenyum saja melihat interaksi dua orang yang begitu berarti untuknya itu. Mereka adalah harta paling berharga yang dimilikinya.


Neta menikmati makanan buatan suami dan anaknya dengan lahap. Entah kenapa pagi ini perutnya mau menerima. Tidak seperti biasanya. Jadi paling tidak, pagi ini dia punya sedikit tenaga.


Dathan yang melihat sang istri lahap makan merasa senang. Sudah lama sang istri tidak menikmati sarapan dengan benar. Karena selalu saja muntah.


“Pagi ini nanti, Lolo akan bersih-bersih dengan papa.” Di tengah-tengah menunggu sang mami makan, Loveta bercerita. Dia begitu bersemangat sekali ketika tadi merencanakan banyak hal dengan sang papa.

__ADS_1


Neta hanya melirik sang suami. Mungkin sang suami ingin membuat kegiatan liburan sang anak menyenangkan. Harusnya, minggu ini Loveta pergi ke rumah sang mama, tetapi karena Arriel ada urusan pekerjaan, jadinya Loveta di rumah.


__ADS_2