Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Adriel Melamar Wanita


__ADS_3

Hari ini Loveta pergi bersama mamanya. Setiap akhir pekan harusnya Loveta bersama sang mama. Namun, beberapa kali sang mama sibuk. Jadi akhir pekan Loveta bersama dengan Dathan dan Neta.


Malam nanti Dathan ada undangan pernikahan rekan kerjanya. Sejak Dathan mulia membuka diri, memang banyak sekali undangan datang. Meskipun tidak semua dia datangi.


Neta mempersiapkan diri untuk acara malam ini. Menyiapkan gaun yang akan dipakainya nanti.


“Kamu sedang apa?” Dathan yang masuk kamar mendapati sang istri sedang sibuk di depan lemari.


“Aku sedang mencari gaun untuk acara malam nanti.” Neta mencari gaun yang pas untuknya.


“Kamu pakai apa saja tetap cantik.” Dathan memeluk sang istri. Kemudian mendaratkan kecupan di pipi sang istri.


“Apa nanti jika aku sudah dengan perut besar akan cantik?” tanya Neta menoleh pada sang suami.


Dathan yang sedang bersandar di bahu sang istri kembali mendaratkan kecupan. “Tentu saja kamu akan semakin cantik.” Dia memuji sang istri.


“Walaupun dengan perut besar?” Neta memastikan kembali.


“Iya.” Dathan mengangguk.


Neta tersenyum manis. Dia merasa senang dipuji oleh sang suami.

__ADS_1


“Cepat pilih gaunmu. Setelah itu istirahat. Jangan kelelahan. Nanti malam kamu butuh tenaga untuk datang ke acara pesta.” Satu kecupan terakhir mendarat di pipi Neta kembali.


“Iya.” Neta segera menyelesaikan memilih gaun.


Seperti yang dikatakan oleh sang suami, dia segera berlalu untuk beristirahat. Merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Menyusul sang suami yang lebih dulu di tempat tidur.


Dathan yang sudah lebih dulu berada di tempat tidur menyambut kedatangan sang istri. Meminta sang istri merebahkan kepalanya di atas pahanya. Neta pun segera melakukannya.


Dathan membelai lembut wajah. Dia ingin sang istri tidur dan beristirahat.


Neta bukannya tidur, tetapi justru menikmati belaian pipi sang suami. Saat menikmati hal itu, Neta teringat sesuatu. “Baru saja Bu Kania telepon aku. Dia memberitahu jika akan menemani Kak Adriel melamar wanita.” Neta segera memberitahu sang suami.


Dathan tampak biasa saja mendapati cerita dari istrinya.


“Memang Bu Kania tidak cerita?” tanya Dathan memastikan.


“Tidak, tadi dia buru-buru.” Neta menggeleng.


“Aku tahu siapa yang akan dilamar Adriel.” Dathan tersenyum sambil membelai sang istri.


Neta membulatkan matanya. Dia tidak menyangka jika suaminya tahu. “Siapa?” tanyanya penasaran.

__ADS_1


“Arriel.” Dathan menyebut satu nama.


Neta hendak bangun, tetapi sang suami mencegahnya. Memintanya tetap dalam posisinya tidur di pangkuan.


“Bagaimana bisa kamu tahu? Sejak kapan?” Neta penasaran sekali. Suaminya tidak pernah bercerita padanya. Jadi tentu saja itu membuatnya merasa jika sang suami merahasiakan darinya.


“Sekitar dua minggu yang lalu. Adriel menemui aku di kantor. Dia mengatakan jika dia menyukai Arriel, dan berencana menjalin hubungan dengan Arriel. Mengingat kelak dia akan jadi papa Cinta, jadi dia mau aku tahu tentang hubungannya itu.” Dathan menceritakan perihal itu pada Neta.


“Kenapa kamu tidak cerita?” Neta menekuk bibirnya kesal. Sang suami tidak menceritakan padanya.


“Aku lupa. Jika tadi kamu tidak cerita jika Adriel akan melamar wanita, mana aku ingat.” Dathan mencoba menjelaskan. Dia memang benar-benar hampir lupa. Sekali pun tadi dia bertemu Arriel, dia juga lupa akan hal itu.


Neta tidak bisa mengatakan apa-apa jika sudah urusan lupa.


“Jadi kelak Kak Adriel akan jadi papa Cinta?” tanya Neta memastikan.


“Iya.” Dathan mengangguk.


“Dunia sempit sekali.” Neta tersenyum. Tak menyangka jika ternyata Adriel akan jadi papa Loveta. Seolah mereka berada dalam lingkaran yang sama. Setelah jadi kakaknya Adriel akan jadi papa dari anak sambungnya juga.


“Sudah cepat tidur. Nanti malam kita ada pesta, kamu harus banyak istirahat.” Dathan menghentikan sang istri yang sedari tadi mengoceh.

__ADS_1


Neta tidak punya pilihan ketika sang suami menyuruhnya. Dia pun segera memejamkan matanya. Beristirahat. Mengisi tenaganya untuk nanti malam.


__ADS_2