
Arriel selesai mandi. Melihat sang mama yang selesai mandi, Loveta langsung menutup buku gambarnya. Tak mau melanjutkan menggambar karena sudah mengantuk.
“Mama, Lolo mengantuk.” Loveta mengungkapkan perasaannya.
“Kamu sudah mengantuk, Sayang. Ayo, kita tidur.” Arriel segera menghampiri sang anak.
“Ini?” Loveta menunjuk ke arah buku gambarnya.
“Biar nanti mama yang rapikan.” Arriel mengulurkan tangannya. Dia mengajak anaknya untuk pergi ke kamar mandi. Menggosok giginya lebih dulu, dan barulah tidur.
Arriel segera membacakan dongeng. Menemani anaknya untuk tidur. Loveta yang mengantuk, tak butuh waktu lama untuk tidur. Arriel yang melihat hal itu merasa lega. Akhirnya, dia bisa beristirahat.
Arriel menutup buku cerita. Kemudian mendaratkan kecupan di dahi sang anak. Senyuman menghiasi wajahnya. Melihat anaknya yang begitu pulas membuatnya bahagia sekali.
__ADS_1
“Mama tidak menyangka mengurusmu begitu berat. Mama baru sehari saja sudah membuat mama kewalahan, bagaimana papamu bisa melakukan semua ini selama lima tahun.” Arriel masih tidak habis pikir. Dathan bisa melakukannya tanpa menuntutnya apa-apa.
“Dia memang pria yang luar biasa.” Satu kalimat yang pantas untuk menggambarkan Dathan.
Arriel mengembuskan napasnya. Perjuangannya masih panjang. Dia mau bisa seperti Dathan. Memiliki tempat di hati anaknya.
Melihat anaknya yang tidur, Arriel pun memilih untuk segera berangsur bangun. Dia bangun secara perlahan. Agar tidak membangunkan sang anak.
Membuka lembar demi lembar, Arriel sampai di lembar terakhir. Arriel melihat tiga orang dewasa dan satu anak kecil yang digambar oleh Loveta. Dia yakin yang digambar adalah dirinya, Dathan, dan satu wanita itu adalah kekasih Dathan.
Arriel memerhatikan dengan saksama. Ternyata Arriel memberikan nama di sebelah pojok baju yang dipakai. Nama Dathan berada di pojok bawah bajunya. Wanita sebelahnya juga memiliki nama yang sama di pojok samping.
“Aunty Neta.” Arriel begitu terkejut karena yang berada di sebelah Dathan digambarkan adalah Neta. Entah kenapa dia merasa kesal. Karena seolah Loveta tahu jika papanya memang sedang menjalin hubungan dengan papanya.
__ADS_1
Arriel memastikan kembali gambar wanita di sebelah Loveta. Namanya tertulis jelas di sana. Hal itu membuatnya terluka, ketika tempatnya ditukar oleh Neta.
Mungkin bagi Arriel itu adalah hal menyakitkan. Namun, sebenarnya Loveta tidak memiliki niat atau mengetahui hubungan Neta dan papanya. Dia sengaja meletakkan sang mama dan papa di sampingnya. Agar kedua orang tuanya bersamanya dengan seimbang. Namun, ketika ada Neta. Loveta bingung meletakkannya, hingga akhirnya memutuskan untuk meletakkan Neta di samping sang papa. Karena Neta hanya kenal papanya.
Sayangnya, pemikiran Arriel berbeda. Dia merasa Loveta sengaja menjauhkan dirinya dan papanya. Namun, Arriel tidak bisa marah. Dia tahu anaknya tidak tahu apa-apa. Cenderung polos.
“Aku harus lebih berusaha untuk membuat Lolo menyayangiku.” Arriel tidak mau berbagai kasih sayang anaknya.
Arriel segera merapikan bekas gambar Loveta. Hal selanjutnya adalah mengeringkan rambutnya. Besok pasti akan seperti hari ini. Yang begitu melelahkan.
Sambil mengeringkan rambutnya, Arriel berusaha memikirkan Neta. Gadis itu sudah terpatri di hati sang anak.
“Aku harus bicara dengan Dathan.”
__ADS_1