Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Vila


__ADS_3

Dathan menyiapkan semuanya. Hari ini mereka semua akan ke puncak. Segala persiapan dilakukan oleh Dathan. Termasuk mengaja Rifa, Reno, dan Richa. Keluarga temannya itu turut diajak ke puncak.


Rencananya, nanti malam, dia akan menitipkan anaknya pada temannya itu. Paling teman-temannya itu akan terkejut karena diajak hanya untuk menjaga anaknya.


“Sayang, kenapa harus membawa stok susu banyak?” Neta merasa bingung karena harus membawa stok susu yang sudah dipompa untuk dibawa. Padahal dia ada. Jadi anak-anaknya bisa langsung menyusu padanya.


“Ini stok untuk mereka nanti.” Dathan menyeringai.


Neta sudah tahu jika semua acara pergi ini adalah rencana dari suaminya, tetapi dia tidak tahu acaranya akan seperti apa. Jadi dia memilih untuk ikut saja apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut.


Semua barang siap dan sudah masuk bagasi. Tinggal menunggu Reno, Rifa, dan Richa saja. Kali ini juga Neta membawa babysitter juga mengingat nanti mereka akan kewalahan ketika anak-anak di perjalanan.


Dathan membawa mobil sendiri, disusul dengan Reno di belakang mereka. Beriringan untuk mencapai puncak.


Sengaja mereka berangkat pagi-pagi karena tidak mau terkena macet. Dan benar saja, perjalanan mereka lancar. Tak ada kendala sama sekali. Mereka hanya menempuh perjalanan satu jam dari rumah.


Mereka semua sampai di vila yang sudah di pesan oleh Dathan. Saat sampai mereka disambut dengan udara sejuk pegunungan. Membuat mereka semua merasa begitu senang sekali.

__ADS_1


“Wah ... Lolo suka sekali.” Saat keluar dari mobil Loveta begitu terkagum.


Pemandangan kota terlihat dari vila. Jelas ini menjadi hal yang indah karena mereka tidak pernah melihatnya. Apalagi di sebelah ada gunung yang juga tak kalah indah.


“Lihat-lihat semua kota terlihat.” Richa menunjukkan ke pemandangan yang dilihatnya. Memberitahu Loveta.


“Iya.” Loveta begitu bersemangat.


Dathan dan Neta yang melihat anak-anak begitu senang merasa begitu ikut senang. Ini akan jadi liburan yang menyenangkan bagi anak-anak. Melepas penat selama beberpaa hari.


Dathan segera masuk untuk membawa barang-barang yang tadi dibawa. Memindahkan beberapa botol susu ke lemari pendingin.


“Wah ... ini baru namanya liburan.” Rifa tersenyum. Dia membuka pintu kaca yang menuju ke kolam renang.


“Kapan lagi liburan gratis?” Reno menyeringai. Saat Dathan mengajak jalan-jalan, Reno langsung bersedia. Dia merasa ini adalah keberuntungan untuknya.


Dathan menghampiri temannya itu. “Ingat tugasmu.” Dathan berbisik. Mengingatkan temannya itu dengan rencana yang dibuatnya. Dathan tak mau temannya terlena dengan liburan.

__ADS_1


Kebahagiaan Reno seketika sirna begitu saja. Dia merasa jika memang dia ke sini hanya karena menjalankan misi dari Dathan.


“Iya,” jawabnya malas.


Neta penasaran apa yang dibisikkan oleh suaminya itu. Karena wajah Reno seketika berubah.


“Mami-Mami. Lolo mau berenang.” Loveta berlari ke dalam dan menghampiri Neta.


“Richa juga mau.” Richa tak kalah bersemangat.


“Kalau mau berenang, ganti bajunya dulu.” Neta memberitahu anaknya.


“Sini, Aunty Rifa yang gantikan baju.” Rifa merasa tidak tega pada Neta. Istri temannya itu sedang menggendong anaknya. Jadi tentu saja tidak dapat mengganti.


“Terima kasih, Kak.” Neta tersenyum.


Loveta mengganti bajunya dengan Rifa. Begitu juga dengan Richa. Setelah berganti baju renang, dua anak tersebut segera berenang. Orang tua mereka hanya melihat saja. Memastikan anak-anak aman ketika berenang.

__ADS_1


Di saat kakaknya berenang Danish dan Nessia bangun. Mereka seolah mencari sumber suara. Suara Loveta yang bersorak memang menarik perhatian siapa saja yang mendengarnya. Tak kecuali dua bayi kembar itu.


Suasana vila begitu seru sekali. Tawa anak-anak terdengar. Para orang tua pun juga tak kalah senang melihat anak-anak senang.


__ADS_2