Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Datang Memasak


__ADS_3

Seorang wanita masuk ke rumah. Pintu yang terbuka karena asisten rumah tangga membuat sedang berada di depan rumah membuat wanita itu dapat masuk ke rumah dengan mudahnya.


“Aunty Rifa.” Loveta yang melihat Rifa langsung memanggil.


“Keponakan Aunty sakit apa?” Rifa langsung menghampiri Loveta. Tangannya membelai lembut wajah Loveta.


“Demam.” Loveta menjawab saat Rifa bertanya.


“Kamu tahu dari siapa?” Dathan langsung melempar pertanyaannya.


“Dari siapa lagi jika bukan dari Reno. Tadi pagi kamu menghubunginya, aku berniat ke apartemen Arriel siang, tapi karena Reno mengabari jika kamu sudah di rumah, aku putuskan sore saja, sekalian pulang.” Rifa menjelaskan niatnya tadi.


Dathan mengangguk-anggukkan kepalanya. Mengerti yang dijelaskan oleh Rifa.


“Ta, kamu juga di sini? Memang tidak kerja?” Rifa sedikit terkejut ketika melihat Neta di rumah Dathan.


“Kebetulan tadi ada pekerjaan, jadi aku sekalian ke sini, Kak.” Neta tersenyum.


“Kebetulan kalau kamu ke sini. Aku tadi beli bahan masakan. Jadi bagaimana kita masak bersama di sini?” Rifa memberikan ide.

__ADS_1


Neta menatap Dathan. Pria itu hanya mengangguk saja. Memberikan isyarat untuk menerima ajakan Rifa. Lagi pula mereka akan makan malam nanti.


“Baiklah.” Neta setuju.


“Reno akan ke sini ‘kan?” Dathan memastikan pada temannya.


“Kamu hubungi saja. Sekalian bilang suruh jemput anaknya di tempat les.” Rifa tersenyum menyeringai. “Ayo, Ta.” Dia mengajak Neta untuk ke dapur.


Dathan hanya menatap malas pada temannya itu. Dia tidak menyangka jika temannya itu memberikannya perintah. Namun, mengenalnya sudah bertahun-tahun membuatnya sudah hafal sekali.


“Aunty masak dulu, Cinta dengan papa dulu.” Neta memberitahu Loveta.


Neta dan Rifa menuju ke dapur. Tadi Rifa sudah meminta asisten rumah tangga membawa bahan masakan yang dibelinya. Rifa memang sudah terbiasa masak di rumah Dathan. Jadi tadi sebelum pulang dia mampir ke supermarket.


“Maafkan aku sudah memasak tanpa izin.” Rifa tersenyum.


“Kenapa Kak Rifa minta maaf?” Neta bingung dengan apa yang dikatakan Rifa.


“Karena kamu akan jadi nyonya rumah di sini. Jadi aku tidak enak lancang.” Rifa tertawa.

__ADS_1


“Aku belum menikah dengan Dathan, Kak. Bagaimana bisa dibilang nyonya rumah?” Neta merasa canggung sekali.


“Segera pasti kamu akan jadi nyonya rumah di sini.” Rifa tersenyum.


Neta sendiri tidak sabar untuk hal itu. Setiap hubungan pasti berharap ke jenjang yang lebih tinggi seperti pernikahan. Dia pun juga berharap akan hal itu.


Mereka pun segera memulai memasak. Walaupun bukan koki hebat seperti Dathan, tetapi Neta cukup bisa memasak. Dia pun membantu Rifa yang ternyata begitu ahli dalam memasak.


“Sepertinya aku harus belajar dari Kak Rifa.” Neta berharap bisa belajar bersama dengan Rifa.


“Nanti jika kamu sudah menikah dengan Dathan kita atur waktu bersama untuk memasak. Apalagi rumah kita dekat. Aku akan berikan daftar makanan kesukaan Dathan dan Lolo.” Rifa begitu bersemangat. Tak sabar untuk mengajak Neta berkolaborasi.


“Tentu.” Neta tahu jika Rifa tahu banyak tentang Dathan dan Loveta. Karena Rifa dan Reno selalu ada untuk mereka.


Masakan akhirnya selesai. Tepat saat itu Reno datang bersama dengam Richa anaknya. Namun, Reno tidak hanya berdua. Ada Arriel yang juga yang masuk bersamanya.


Wanita cantik itu tadi datang berniat bertemu anaknya. Dia pulang lebih awal karena ingin menghabiskan waktu dengan anaknya. Namun, sayangnya dia mendapati banyak orang di rumah Dathan.


“Arriel kamu ke sini juga. Kebetulan sekali. Aku dan Neta baru selesai memasak. Sebaiknya kita makan bersama.” Rifa menyambut Arriel dengan baik.

__ADS_1


Arriel mengalihkan pandangan pada Neta yang berada di samping Rifa. Dia tidak menyangka jika Neta ada di rumah Dathan juga. Padahal tadi dia yakin jika Neta tidak ada karena ini masih jam kerja. Rasanya, dia tidak nyaman dengan kehadiran Neta. Apalagi di antara Dathan dan anaknya.


__ADS_2