Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Perhatian Kecil


__ADS_3

Dathan mengajak Neta untuk ke supermarket lebih dulu. Dia ingin membelikan beberapa keperluan untuk Neta. Neta sendiri juga ingin membeli keperluan di rumah.


Mereka bertiga masuk ke supermarket. Neta memilih buah dan beberapa sayuran untuk di rumah, sedangkan Loveta tak jauh dari sang mami sedang memilih minuman dingin.


“Aku cari sesuatu dulu.” Dathan berpamitan pada sang istri dan mendapatkan anggukan dari sang istri.


Dathan yang mendapatkan izin segera mengayunkan langkahnya. Menuju ke lorong susu. Dia ingin mencari susu ibu hamil terbaik untuk sang istri.


Saat melihat lorong susu, banyak susu ibu hamil yang terpajang. Tentu saja itu membuatnya bingung. Susu ibu hamil mana yang pas untuk istrinya.


“Selamat siang, Pak. Apa Bapak sedang mencari susu ibu hamil?” Seorang SPG bertanya pada Dathan.


“Iya, saya mencari susu ibu hamil untuk istri saya. Apa yang bagus?”


“Kalau boleh tahu berapa usia kandungannya?”


“Kandungannya baru enam minggu.” Dathan menjelaskan semuanya.


“Berarti masih trimester pertama.” SPG itu menyimpulkan dari apa yang didengarnya. “Ini ada dari produk kami.” SPG memberikan satu box susu pada Dathan.


Dathan menerima susu ibu hamil yang diberikan oleh SPG tersebut. Dia melihat-lihat kandungan yang mungkin tidak dia tahu. Yang dia tahu hanya kalsium yang bagus untuk tulang. Jadi dia memastikan jika ada kalsium yang tertera.


“Susu ini dilengkapi dengan kalsium, vitmin B6, mineral, asam folat dan zat besi, serta karbohidrat, protein dan lemak, susu ini mampu menyediakan kebutuhan gizi bagi ibu dan janin secara lengkap. Susu ini juga cocok untuk ibu hamil di trimester pertama karena tidak menyebabkan mual.” SPG dengan ramah menjelaskan pada Dathan.


Dari penjelasan SPG membuat Dathan mengerti kandungan apa saja yang terdapat di susu tersebut. “Bisa jelaskan lebih rinci untuk apa kandungan-kandungan itu?” Dathan tidak mau salah pilih. Jadi dia harus memastikan terlebih dahulu.

__ADS_1


“Untuk manfaatkan sendiri, dari kalsium bagus karena dapat membantu perkembangan jantung pada janin, menjaga irama jantung pada janin normal, membentuk gigi dan tulang yang kuat, serta membantu perkembangan saraf dan otot.”


Dathan mengangguk-anggukan kepalanya. Mendengarkan dengan saksama penjelasan dari SPG di depannya itu.


“Ada lagi kandungan dalam susu ibu hamil ini, yaitu asam folat. Asam folat bertugas membantu pembentukan darah dan protein penyusun materi genetik, serta memaksimalkan kerja enzim bagi ibu hamil. Asam folat juga bermanfaat melindungi janin dari kecacatan sistem saraf ….”


SPG terus menjelaskan semua secara detail apa yang terkandung dalam susu ibu hamil. Hal itu membuat Dathan yakin jika susu hamil ini cocok untuk istrinya.


“Apa ada rasa coklat?” Dathan tahu jika sang istri menyukai rasa coklat. Jadi dia meminta rasa yang disukai sang istri.


“Ada, Pak. Ini.” SPG itu pun memberikan pada Dathan.


“Aku mau satu dus. Apa ada?” Dathan memilih untuk membeli banyak. Dia ingin memastikan jika istrinya tidak akan kekurangan susu.


“Bisa, Pak. Saya akan antarkan langsung nanti ke kasir.”


Dathan mengayunkan langkahnya mencari sang istri. Ternyata sang istri sedang memilih daging di sana, sedangkan sang anak sedang melihat ikan-ikan yang berada di akuarium.


“Sudah selesai?” Dathan yang menghampiri segera bertanya.


“Sudah. Ini tinggal menunggu ditimbang saja.” Neta tersenyum. Dia memerhatikan sang suami. Akan tetapi, suaminya itu tidak membawa apa pun. “Katanya mau beli sesuatu. Mana?”


“Oh … sudah ada di kasir.”


Neta merasa aneh. Apa yang dibeli suaminya sampai sudah ada di kasir. Neta menyingkirkan pikirannya. Nanti juga dia akan tahu.

__ADS_1


“Papa lihat, ini ada kepiting jalan-jalan.” Loveta memanggil sang papa. Sedari tadi dia sibuk dengan melihat ikan dan beberapa hewan laut yang dijual.


Dathan segera menghampiri anaknya. Terlihat lucu sekali ketika sang anak heboh sendiri melihat hewan-hewan laut itu.


Puas berbelanja, mereka segera membayar belanjaan. Di kasir, sudah ada satu kardus besar susu ibu hamil yang dibeli oleh Dathan. Neta yang melihat itu, langsung mengalihkan pandangan pada Dathan. Dia begitu terharu ketika melihat jika Dathan mencari susu ibu hamil untuknya.


Dathan membawa barang-barang ke dalam mobil. Saat masuk ke mobil. Dathan dikejutkan dengan Neta yang tiba-tiba menangis. Istrinya yang duduk di samping kursi kemudi, langsung memeluknya.


“Sayang, kenapa?” Dathan panik. Dia tidak tahu kenapa istrinya menangis.


“Mami-Mami. Kenapa?” Loveta juga tak kalah terkejut. Dia bingung ada apa dengan sang mami. Dia berdiri dan sedikit mendekat ke kursi depan. Melihat kenapa


“Kamu perhatian sekali. Membelikan aku susu.” Neta merasa terharu sekali dengan apa yang dilakukan suaminya. Padahal dia belum kepikiran sama sekali untuk beli susu. Yang ada di kepalanya tadi hanya beli kebutuhan di rumah saja.


Dathan tersenyum. Ternyata itu yang membuat sang istri menangis. “Ini adalah tanggung jawabku. Aku ingin anak-anak kita tumbuh dengan baik.” Dathan membelai lembut rambut sang istri. Mencoba menenangkan.


Neta masih terisak. Diperhatikan Dathan memang sudah menjadi hal biasa. Namun, saat hamil seperti sekarang Neta jadi lebih sensitif. Neta segera menjauhkan tubuhnya dari sang suami. Merasa malu sekali, ternyata dirinya justru menangis seperti ini.


“Mami kenapa, Pa?” Loveta begitu penasaran.


“Mami menangis bahagia karena Papa perhatian.” Dathan mencoba menjelaskan.


“Mami, jangan menangis.” Loveta pun mengusap air mata Neta.


“Iya, Mami tidak akan menangis.” Loveta pun menenangkan sang mami.

__ADS_1


Neta mengangguk. Menghentikan tangisnya. Begitulah ibu hamil. Terkadang terlalu sensitif. Padahal hanya perhatian kecil, tetapi begitu berarti bagi mereka.


__ADS_2