Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Di Hotel Yang Sama


__ADS_3

Acara akad nikah akan diadakan jam sepuluh pagi. Neta bangun pagi karena harus bersiap lebih dulu. Saat baru saja selesai mandi, suara ketukan pintu terdengar. Neta melihat siapa gerangan yang datang ke kamarnya. Saat membuka pintu, tampak Neta melihat Arriel dan Mauren di sana.


“Apa Lolo sudah bangun, Ta?” Arriel menatap Neta. Dia memang sengaja datang pagi-pagi agar bisa mengurus anaknya.


“Baru saja bangun.” Kebetulan memang Loveta baru sekali bangun saat dia tadi hendak membuka pintu.


“Aku akan membawanya untuk bersiap. Agar dia tidak mengganggu kamu juga.” Arriel sadar jika Neta akan sangat sibuk bersiap. Jadi tidak akan bisa mengurus anaknya. Lagi pula, ada dirinya yang bisa melakukannya.


“Iya, kamu bisa masuk dan membawanya.” Neta melebarkan pintu kamarnya. Mempersilakan Arriel untuk masuk dan membawa Loveta.


Arriel segera masuk. Mauren yang ikut dengan Arriel, ikut masuk juga. Mereka segera menghampiri Loveta yang masih di atas tempat tidur. Saat masuk, ternyata ada Maria juga di sana. Arriel pun menyapa dengan tersenyum pada Maria.


“Sayang.” Arriel langsung memeluk sang anak.


“Mama.” Loveta berangsur bangun dari tempat tidur. Di merentangkan tangannya dan segera memeluk sang mama.


Arriel senang ketika disambung dengan pelukan. Lambat laun anaknya memang benar-benar dekat dengannya. Jadi itu membuatnya begitu senang.


“Lolo ikut mama dulu, karena mami mau bersiap.” Arriel yang memeluk sang anak menjelaskan alasan kedatangannya.


“Lolo nanti dandan sama mama?” Loveta melepaskan pelukan dan segera melihat ke arah sang mama.


“Iya, Sayang. Kamu dandan dengan mama. Nanti mama akan buat Lolo jadi cantik.” Arriel begitu bersemangat sekali.


“Ye ….” Loveta begitu senang sekali.


Arriel meminta Loveta untuk turun. Neta yang mengambil gaun yang akan dipakai oleh Loveta, memberikan gaun itu pada Arriel. Arriel pun menerima gaun tersebut.


“Nanti Loveta akan bersamaku. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Fokus saja dengan pernikahan kalian.” Sebelum pergi Arriel memberitahu Neta akan hal itu. Dia tahu Dathan dan Loveta akan sangat khawatir dengan Loveta. Jadi dia akan menjaga Loveta dengan baik.


“Aku percaya kamu akan menjaga Loveta dengan baik.” Neta tersenyum.


“Baiklah, aku pergi dulu.” Loveta mengulurkan tangan pada anaknya.

__ADS_1


“Da … Mami.” Loveta melambaikan tangan pada Neta.


Neta dengan senyuman di wajahnya pun melambaikan tangan pada anaknya. Dia berharap Arriel dapat menjaga Loveta dengan baik. Mengingat Arriel sudah pernah punya pengalaman Lovata hampir hilang.


Arriel membawa anaknya ke kamarnya. Loveta begitu senang sekali ketika menuju ke kamar sang mama.


“Anakmu senang sekali papanya mau menikah.” Mauren berbisik pada Arriel.


Arriel hanya tersenyum saja mendengar ucapan sang teman.


“Mama nanti Lolo mau jadi pengiring pengantin bersama dengan Kak Liam.” Loveta menjelaskan pada sang mama.


Arriel menautkan alisnya. Liam itu adalah anak yang dulu dikejar anaknya karena membawa topi kelinci. Lalu, bagaimana bisa anaknya menjadi pengiring pengantin bersama dengan pria kecil itu.


“Sayang, memang Kak Liam ada di pernikahan papa?” Arriel yang penasaran langsung melemparkan pertanyaan itu pada anaknya.


“Iya, Ma. Kak Liam ada di panti asuhan. Lalu dia diajak papa ke sini.” Lolo menjelaskan sebisanya.


Mereka masuk ke lift. Kamar mereka ada satu lantai di atas kamar Neta. Jadi mereka harus menggunakan lift untuk menuju ke kamarnya. Tepat saat Arriel, Lolo, dan Mauren hendak masuk, ada seorang laki-laki di dalam lift.


“Uncle Adriel.” Loveta langsung memanggil pria itu.


Arriel yang melihat pria di depannya, mengenali pria itu. Pria itu adalah pria yang menolong anaknya. Mengantarkan anaknya ke pusat informasi.


Mereka semua masuk ke lift. Bergabung dengan Adriel yang berada di dalam lift. Arriel yang melihat Adriel tersenyum. Dia tidak seberani anaknya yang menyapa.


“Halo, Lolo.” Adriel menyapa dengan lembut gadis kecil itu.


Arriel mulai paham yang dijelaskan oleh anaknya. Berarti memang Adriel dan anak panti sedang ada di hotel yang sama. Mungkin benar jika mereka akan hadir di pernikahan Dathan dan Neta. Namun, yang jadi pikirannya adalah apa hubungan mereka.


Mengingat hanya naik satu lantai, perjalanan di dalam lift begitu cepat. Lift langsung terbuka di lantai yang dituju. Tanpa disangka Adriel juga keluar dari lift dan menuju lantai yang sama dengan Arriel, Lolo, dan Mauren.


“Permisi.” Arriel pun menghentikan langkah Adriel.

__ADS_1


“Iya.” Adriel benar-benar berhenti.


“Kamu pria yang waktu itu mengantarkan Lolo ‘kan?” Dia memastikan.


“Iya, itu aku.” Adriel membenarkan.


“Berarti aku tidak salah lihat.” Arriel merasa tidak malu saat benar ketika bertanya. “Aku Arriel, mama Lolo. Waktu itu kita belum sempat berkenalan.” Dia mengulurkan tangan.


“Aku Adriel.” Adriel menerima uluran tangan dari Arriel.


“Apa kamu juga menginap di sini?” Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Arriel.


“Iya, aku menginap di sini.” Adriel tersenyum.


“Tadi Lolo cerita Liam di sini juga. Apa kamu bersama dengan anak panti? Tadi Lolo juga bilang akan menjadi pengiring pengantin, apa itu benar?” Arriel yang memiliki banyak pertanyaan pun langsung melempar pertanyaan itu. Merasa bingung bagaimana bisa terjadi.


Adriel melihat jelas wajah bingung Arriel. Dia paham sekali jika mungkin Arriel bingung. “Jadi Neta berasal dari panti asuhan kami. Dia dulu tinggal bersama aku dan yang lain.” Adriel mencoba menjelaskan. “Pak Dathan sengaja mengundang semua anak panti di acara pernikahan ini. Karena itu kami ada di sini. Yang dikatakan Lolo benar, Liam dan Lolo akan jadi pengiring pengantin.” Dia menceritakan secara rinci.


Akhirnya Arriel mengerti bagaimana anak panti dan Adriel ada di hotel ini. Jadi yang dikatakan anaknya. Bisa jadi benar.


“Kalau begitu aku permisi dulu.” Adriel pun berpamitan.


“Silakan.” Arriel tersenyum.


Sebelum pergi Adriel membelai lembut pipi Loveta. Arriel memperhatikan pria itu yang berjalan lebih dulu. Pria itu cukup tampan. Namun, sayangnya umurnya pasti lebih muda dibanding dirinya.


“Siapa?” Mauren yang penasaran pun bertanya.


“Pria yang menolong Lolo.”


“Tampan.” Mauren memujinya.


Arriel hanya menoleh sekilas. Kemudian mengajak Loveta untuk ke kamar. Dia memilih untuk mengabaikan Mauren. Mauren yang mendapatkan perlakuan itu pun tampak santai. Dia segera mengejar Arriel yang berjalan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2