
Neta segera pergi ke rumah Dathan. Dia harus membawa paper bag berisi pakaian miliknya . Tadi pagi Neta meminta Maria untuk membawakan baju. Kebetulan, baju yang di-laundry miliknya masih di kamar Maria.
Neta memilih meminta temannya membawakan baju mengingat jika dia tidak punya cukup waktu untuk pulang.
Neta menaiki taksi untuk ke rumah Dathan. Di tengah jalan, dia meminta sopir taksi untuk berhenti dulu di salah satu toko kue. Dia ingin membeli kue untuk Loveta.
Dengan membawakan kue, Neta kembali menuju ke rumah Dathan. Rasanya Neta tidak sabar bertemu dengan Loveta.
Taksi sampai di rumah Dathan. Neta memang tidak mengabari jika dia ke rumah Dathan. Jadi pasti ini akan menjadi kejutan.
Neta segera mengetuk pintu. Tepat saat pintu diketuk tampak Dathan yang membuka pintu. Alangkah terkejutnya Dathan melihat kekasihnya datang.
“Kamu ke sini?” Dathan tersenyum melihat Neta.
“Kejutan.” Neta tersenyum.
Dathan ikut tersenyum.
“Aku ke sini diminta untuk mengantarkan majalah. Sekalian aku ingin bertemu dengan Cinta.” Neta begitu semangat sekali bertemu dengan Loveta.
Dathan tersenyum. Dia yakin anaknya pasti akan senang sekali bertemu dengan Neta. Apalagi anaknya itu sedang sakit.
“Apa Cinta tidur?” Neta mengintip ke dalam. Walaupun sebenarnya tidak terlihat.
“Tidak, dia sedang menonton televisi. Kebetulan aku mau menyuapinya.” Dathan memang tadi hendak ke dapur mengambil makanan milik anaknya. Namun, saat mendengar suara ketukan pintu, dia segera dia membuka pintu. Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat sang kekasihnya.
__ADS_1
“Ayo masuk.” Neta susah senyaman itu sampai masuk begitu saja ke rumah Dathan.
Dathan tersenyum saja. Dia suka dengan Neta yang leluasa ke rumahnya. Lagi pula kelak dia akan menjadi nyonya rumah di rumahnya.
Dathan menutup pintu dan ikut masuk. Sambil berjalan masuk, dia membawa makanan yang diletakkan di atas meja.
Neta sudah menerobos masuk ke kamar Loveta. Gadis itu langsung memanggil Loveta. “Cinta.” Suara Neta bersamaan dengan pintu yang dibuka.
“Aunty.” Loveta langsung loncat dari tempat tidur. Dia berdiri dan melebarkan tangannya. Menunggu Neta untuk segera memeluk.
Neta yang begitu bersemangat langsung menghampiri Loveta. Memeluk gadis kecil itu. Dia benar-benar merasa senang sekali.
Dathan yang melihat hal itu hanya menggeleng. Dua perempuan di dalam hidupnya itu begitu bahagia. Saling merindukan satu dengan yang lain.
“Aunty juga rindu sekali dengan Cinta.” Neta mendaratkan kecupan di rambut Loveta. Dia memang merindukan anak kekasihnya itu.
“Cinta sudah sembuh?” Neta merengangkan pelukannya.
Loveta melepaskan pelukannya. Kemudian menatap Neta. “Sudah tidak demam.” Loveta tersenyum.
“Syukurlah, tadi Aunty mau menunggu, tapi harus kerja.” Neta sedikit menyesal karena tidak bisa melihat Loveta tadi pagi.
“Aunty tadi di rumah mama?” Loveta memastikan.
“
__ADS_1
Iya, semalam Aunty ke rumah mama bersama papa.” Neta menjelaskan.
“Terima kasih, Aunty.” Loveta langsung memeluk lagi.
Neta cukup bingung dengan apa yang dilakukan oleh Loveta. Terima kasih yang diberikan gadis kecil itu begitu tulus. Padahal dia tidak melakukan apa pun. Mungkin, Loveta sedang merasa begitu bahagia karena Neta mau meluangkan waktunya.
“Sama-sama. Yang terpenting sekarang Cinta harus sembuh. Agar kita bisa bermain bersama.” Neta tersenyum sambil melepaskan pelukan.
Loveta mengangguk senang. Dia benar-benar bahagia bersama Neta.
“Sudah selesai belum melepas rindunya? Sekarang makan dulu.” Dathan yang melihat drama Neta dan Loveta hanya tersenyum saja.
Neta dan Loveta tersenyum malu. Neta segera meraih makanan yang sedang dibawa oleh Dathan. Dia akan menyuapi Loveta.
Loveta begitu senang sekali disuapi oleh Neta. Gadis kecil itu tersenyum terus. Makan kali ini sedikit lama, karena di sela-sela makannya, Loveta bercerita banyak hal. Terutama waktu jalan-jalan ke kebun binatang. Neta yang terbiasa dengan anak-anak pun terlihat asyik menanggapi apa yang Loveta lakukan. Loveta semakin bersemangat bercerita.
Setelah makan, Neta membantu Loveta untuk minum obat. Dia juga meminta Loveta untuk tidur agar nanti setelah bangun tidur bisa lebih enak. Neta dengan lembut memeluk Loveta. Membelai gadis kecil itu sampai tertidur. Sebelum tidur, Loveta meminta Neta untuk tidak pergi. Karena dia mau saat bangun tidur, Neta masih ada di rumah. Neta berjanji pada Loveta. Dia akan ada di rumah dan tidak akan pulang sebelum Loveta bangun.
Saat Loveta tertidur pulas, baru Neta keluar dari kamar. Di luar sudah ada Dathan yang menunggunya makan siang. Jam makan siang memang sudah berlalu, Neta melewatkan makan siang karena harus menyuapi Loveta dan juga menidurkannya. Namun dia begitu senang sekali.
“Kenapa tidak mengabari aku kalau ke sini?” Di sela-sela makan, Dathan melemparkan pertanyaan.
“Aku mau memberikan kejutan.” Neta tersenyum.
“Dan aku benar-benar terkejut.” Dathan mencubit pipi Neta lembut. Gemas dengan kekasihnya itu.
__ADS_1