Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Tidak Mau Berbagi


__ADS_3

Arriel membelai lembut wajah Loveta. Menunggu sang anak membuka matanya. Saat memandangi anaknya, Arriel merasa jika dia kini menyesali. Kenapa baru sekarang dirinya meluangkan waktu untuk anaknya. Padahal anaknya begitu cantik sekali.


“Mama tidak mau berbagi kamu.” Arriel merasa tidak mau sampai ada ibu yang akan menggantikan dirinya. Apalagi kemarin Neta mengatakan jika dia harus bekerja sama menjadi ibu untuk Loveta.


Arriel merasa dalam dilema. Belum selesai rasa tidak terimanya ketika harus berbagi Loveta, tiba-tiba rasa tidak terimanya jika Dathan akan menikah lagi muncul. Jika Dathan menikah artinya dia akan berbagi Loveta.


Dan lagi, melihat Dathan tadi, dia merasa jika cintanya kembali bersemi. Hal itu tentu saja membuatnya tidak rela Dathan dimiliki siapa pun.


“Aku mau semua kembali. Ini dulu milikku. Jadi aku tidak rela jika harus memberikan pada orang lain.” Rasa serakah mulai melingkupi hati Arriel. Sungguh hal itu membuat Arriel menjadi sedikit egois.


“Mama ....” Suara Loveta terdengar.


Arriel segera mengalihkan pandangan pada anaknya. Melihat anaknya, dia tahu dari mana dia harus mulai.


“Halo, Sayang.” Arriel langsung menyapa anaknya.


“Mama di sini?” Loveta terkejut ketika melihat mamanya.


“Iya, Mama ingin menemani Lolo di sini.” Arriel tersenyum.


“Mama di sini?” Loveta begitu berbinar ketika melihat mamanya di rumah.


“Iya. Nanti mama akan ajak Lolo bermain.” Arriel begitu bersemangat sekali.

__ADS_1


“Lolo mau.” Setiap anak kecil selalu senang ketika diajak bermain. Termasuk dengan Loveta.


“Baiklah, kalau begitu sekarang anak mama mandi dulu.” Arriel segera berangsur bangun. Dia segera mengajak Loveta untuk bangun.


Loveta begitu senang sekali. Dia merasa bahagia bisa bersama sang mama. Apalagi sang mama akan menemaninya untuk mandi.


...****************...


Dathan dan Neta menikmati sarapan mereka. Tadi saat Dathan memberitahu jika akan datang, dia segera memberitahu jika akan menjemput, Neta segera menyiapkan sarapan. Karena hanya ada roti, terpaksa hanya itu yang dapat Neta suguhkan.


Saat sedang sibuk menyiapkan roti bakar, suara pintu terdengar. Neta yakin jika itu Dathan. Dengan segera Neta membuka pintu. Benar sekali. Itu adalah Dathan.


“Pagi.” Pria tampan itu menyapa.


Dathan masuk ketika apa yang dilakukan Neta adalah isyarat. Jika dia sudah diperbolehkan untuk masuk.


“Aroma roti.” Dathan langsung menghirup aroma yang tercium di kamar Neta.


“Aku tidak punya apa-apa. Jadi aku putuskan untuk membuat roti saja.” Neta menutup pintu, kemudian menyusul Dathan masuk.


“Aku juga tidak tahu jika Arriel akan datang pagi-pagi sekali.” Dathan tadi sebenarnya terkejut. Karena itu dia memilih untuk segera berangkat.


“Mungkin dia sedang memanfaatkan keadaan untuk dekat dengan Cinta.” Neta mengambil roti dan juga kopi yang dibuatnya tadi. Kemudian menyajikannya untuk kekasihnya itu.

__ADS_1


“Ya ... walaupun terkadang terlambat. Dia sudah berusaha keras.” Dathan tersenyum. Meraih cangkir berisi kopi yang diberikan oleh Neta.


Neta tersenyum. Dia ikut senang jika Loveta tumbuh dengan kedua orang tuanya. Kelak jika dia bersama Dathan. Dia akan mendukung.


“Nanti aku akan menjemputmu.” Sambil menikmati rotinya, Dathan memberitahu Neta. Roti dengan selai coklat yang dibuat Neta cukup untuk menganjal perutnya.


“Apa Arriel sampai sore di rumah?” Neta menatap Dathan ingin tahu.


“Sepertinya.” Dathan menduga-duga. Karena dia tadi sempat melihat Arriel ke lantai atas.


...****************...


Seharian Arriel bermain dengan anaknya. Anaknya begitu ceria sekali. Sekarang Arriel tahu jika ternyata Loveta lebih nyaman di rumah Dathann dibanding tinggal di apartemennya. Karena memang sejak kecil dia sudah tinggal di sana.


“Lolo suka mama di sini?” Arriel menanyakan hal itu pada anaknya. Tangannya membelai lembut rambut Loveta.


“Suka sekali.” Anak-anak memang seperti itu. Saat senang akan mengekspresikan kebahagiaannya.


“Nanti mama akan ke sini setiap hari. Setiap hari mama akan antar sekolah dan malam hari mama akan temani Loveta tidur.” Arriel berniat datang ke rumah Dathan setiap hari. Jika mendekati anaknya tidak bisa dibawa ke apartemen, dia akan mengalah datang saja. Lagi pula, jika datang, membuatnya akan dekat dengan Dathan. “Lolo mau?” Arriel memastikan pada anaknya.


“Mau-mau.” Loveta langsung bersemangat sekali. Dia merasa jika pasti seru ada mamanya di rumah.


Arriel mendaratkan kecupan di dahi sang anak. Dia menemani anaknya bermain di rumah. Mulai dari main masak-masakan, main guru-guruan, dan juga main dokter-dokteran. Hal itu membuat Loveta begutu bahagia sekali. Karena bisa puas bermain hal itu.

__ADS_1


Arriel juga menemani Loveta untuk tidur siang. Membacakan cerita untuk sang anak. Kegiatan baru ini terasa menyenangkan bagi Arriel. Dia benar-benar bahagia. Apalagi melihat anaknya bahagia. Rasanya, itu membuat niatnya semakin bulat. Dia mau anaknya.


__ADS_2