
Tanpa terasa usia kandungan Neta sudah enam bulan. Hari ini rencananya mereka akan pergi ke rumah sakit. Loveta juga ikut serta ke untuk ikut melihat adik dalam kandungan maminya.
“Apa nanti akan kelihatan jenis kelaminnya?” Dathan menoleh ke arah Neta yang duduk di kursi belakang. Tatapannya hanya sebentar karena harus segera kembali pada jalanan.
Dua bulan kemarin, Dathan dan Neta juga memeriksakan kandungan. Sayangnya dua kali mereka ingin melihat jenis kelamin, tetapi mereka tidak dapat melihatnya. Alhasil mereka menunggu lagi.
“Entah.” Neta sendiri tidak yakin. Dari kemarin mereka ingin melihat jenis kelamin, tetapi tidak kelihatan terus. Jadi kali ini pun dia tidak terlalu berharap. “Aku harap kita tahu. Jadi paling tidak, kita bisa menyiapkan kamar sesuai tema anak kita, dan lagi agar kita bisa membeli barang-barang untuk anak kita.” Neta berharap kali ini mereka akan beruntung. Jadi mereka bisa tahu jenis kelamin anak mereka.
“Iya, semoga.” Dathan juga berharap yang sama. Karena dia penasaran dengan jenis kelamin anaknya.
“Lolo tahu adik Lolo nanti apa.” Di saat Dathan dan Neta sedang mengobrol, tiba-tiba Loveta berbicara.
Neta membelai lembut rambut anaknya. “Memangnya apa?” tanyanya.
“Nanti adik Lolo laki-laki dan perempuan. Jadi Lolo punya dua sekaligus.” Dengan polosnya Loveta mengarang.
Neta tersenyum. “Semoga saja adik Lolo laki-laki dan perempuan. Dengan begitu, Mami tidak akan hamil lagi setelah ini jika sudah dapat sepasang.” Neta ingat janjinya pada sang suami. Yaitu saat anaknya perempuan semua, dia akan menambah lagi sampai dapat anak laki-laki.
Dathan hanya tersenyum saja. Merasa jika memang itu yang akan dilakukannya. Membuat sang istri hamil lagi jika anaknya perempuan semua.
__ADS_1
Mobil akhirnya sampai di rumah sakit. Dathan dan Neta melakukan pendaftaran dan segera mengantre di ruang pemeriksaan.
“Nyonya Marsya Kineta.” Tak lama berselang mereka duduk, nama Neta langsung dipanggil.
Dathan, Neta, dan Loveta segera masuk ke ruang pemeriksaan. Tampak dr. Lyra menyambut mereka dengan senyum di wajah.
“Selamat pagi.” Dr. Lyra menyapa Dathan, Neta, dan Loveta.
“Pagi, Dok.” Neta dan Dathan membalas sapaan dari dr. Lyra.
“Pagi, Dokter.” Loveta dengan suara khas anak kecilnya menyapa.
Neta dan Dathan segera duduk di kursi yang berada di depan sang dokter. Loveta duduk di pangkuan sang papi. Dia tampak senang melihat-lihat ruangan dokter.
“Bagaimana keadaan kehamilan? Apa ada kendala? Apa ada yang dirasakan saat kehamilan masuk trimester kedua ini?” Dr. Lyra menatap Neta.
“Tidak, Dok. Sudah tidak ada lagi mual. Makan juga sudah bisa banyak.” Neta merasa memasuki usia enam bulan memang nafsu makannya meningkat. Jadi tentu saja tidak ada kendala apa pun untuknya di kehamilannya sekarang.
“Bagus kalau begitu. Ayo kita lihat keadaan.” Dr. Lyra berdiri beralih ke kursi di depan layar USG.
__ADS_1
Dathan segera menurunkan anaknya, kemudian membantu sang istri berdiri. Dia menuntun sang istri untuk berpindah ke ranjang USG.
Neta langsung naik ke ranjang USG. Perawat pun menuang gel di perut Neta. Dokter dengan segera mengarahkan alat USG pada perut Neta.
“Keadaan janinnya sehat. Berat tubuhnya juga sudah sesuai. Keadaan organ janin juga sudah lengkap.” Dr. Lyra yang melihat layar USG memberitahu Neta dan Dathan.
Dathan dan Neta senang. Karena anak mereka tumbuh dengan baik. Sebagai orang tua, tentu saja itu yang diharapkannya.
“Kemarin belum bisa lihat jenis kelaminnya, kira-kira apakah ini bisa dilihat.” Dathan begitu penasaran sekali. Ingin melihat jenis kelaminnya.
“Coba kita lihat. Semoga saja kali ini terlihat.” Dr. Lyra langsung mengerakkan layar USG. Mencari letak kelamin janin di dalam kandungan Neta.
Dathan dan Neta mengarahkan pandangan pada layar USG. Walaupun mereka tidak mengerti, paling tidak mereka melihat apa yang tergambar di sana.
“Satu anak perempuan.” Dr. Lyra memberitahu jenis kelamin satu anak yang berada dalam kandungan Neta.
Neta dan Dathan tersenyum. Ternyata mereka akan mendapatkan anak perempuan. Untuk satu anak lagi, dia berharap jika akan mendapatkan laki-laki. Jadi paling tidak mereka tidak harus mencoba lagi.
“Satu lagi ....” Dr. Lyra menggantung ucapannya sambil tangannya bergerak mencari posisi pas di mana dia bisa melihat jenis kelamin janin. “Satu lagi laki-laki.” Akhirnya dr. Lyra memberitahu hasil yang didapatkannya.
__ADS_1
Neta dan Dathan berbinar. Ternyata harapan mereka terkabul juga. Anak mereka akhirnya sepasang. Satu laki-laki dan satu perempuan. Pas sekali ketika dua sekaligus dengan kelamin yang berbeda. Jadi setelah kelahiran ini, pabrik benar-benar akan ditutup. Dathan tak perlu menambah anak lagi. Karena keinginannya sudah terkabul.