Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Keinginan


__ADS_3

Dathan dan Neta berada di dapur. Neta mengikuti instruksi Dathan terus. Karena Dathan yang akan mengajarinya, jadi dia yang memimpin permainan masak-memasak ini.


“Kamu marinasi dulu dagingnya.” Dathan memberikan instruksi.


“Baiklah.” Neta segera melakukan apa yang diminta oleh Dathan. Neta melumuri daging dengan bumbu.


Dathan yang melihat Neta melumuri daging, langsung memeluk dari belakang, sambil ikut melumpuri daging.


“Berikan sedikit tekanan, agar bumbunya meresap.” Tangan Dathan yang menempel di tangan Neta pun menekan daging yang dibumbui.


Neta tersenyum-menoleh ke arah Dathan. Dathan sengaja sekali ingin memeluknya. Namun, Neta menikmati apa yang dilakukan oleh Dathan.


“Jika kamu membantuku marinasi daging saja, aku rasa kita akan terlambat untuk makan siang.” Neta tersenyum.


Dathan mendaratkan kecupan di pipi Neta. Kemudian melepaskan pelukannya.


“Jika masak denganmu seperti ini, aku rasa memang tidak cepat selesai.” Dathan memang tidak fokus memasak. Kehadiran Neta mengusiknya hingga membuatnya justru ingin dekat-dekat dengan Neta.


“Jadi berarti jika kita menikah nanti, hanya ada dua pilihan. Aku yang masak atau kamu yang masak.” Neta tersenyum menggoda.

__ADS_1


“Baiklah, jika memasak tidak masalah jika melakukannya sendiri.” Dathan mendekat ke arah Neta. “Asal saat bercinta aku tidak sendiri.” Dathan berbisik tepat di telinga Neta.


Pipi Neta merona. Dia merasa malu membahas hal itu. Namun, itu tidak berlangsung lama. Karena akhirnya dia menetralkan degup jantungnya.


Saat membahasa bercinta. Ada hal yang menarik yang menjadi perhatian Neta. Dia ingin tahu bagaimana Dathan selama ini.


“Apa yang kamu lakukan selama ini saat keinginanmu itu hadir?” Neta langsung melempar pertanyaan itu.


“Keinginan apa?” Dathan yang mulai menumis brokoli menatap Neta.


Neta malu membahas ini, tetapi dia penasaran sekali. “Bercinta.” Neta memilih untuk berbisik.


Neta tersenyum. Ternyata Dathan melakukan hal itu.


“Aku ingin segera menikah denganmu. Jadi aku tidak membuang benih berhargaku itu di kamar mandi.” Dathan tak sabar untuk segera menikahi Neta.


“Astaga, kamu membuangnya di kamar mandi?” Neta membulatkan matanya.


“Iya, memangnya ke mana lagi. Itu tempat aman sementara. Dari pada aku titipkan ke para wanita.” Selama ini Dathan memang menghindari hubungan satu malam. Dia memiliki anak perempuan dan tak mau melakukannya. Dathan takut apa yang dilakukannya, akan berbalik. Jika itu berbalik pada anaknya, pastinya akan sangat menyesakkan sekali.

__ADS_1


“Aku rasa kecebong-kecebong itu sudah tumbuh jadi katak di dalam saluran air.” Neta tertawa menggoda Dathan.


“Kamu pikir aku raja katak.” Dathan yang gemas menggelitik Neta. Tawa Neta terdengar mengisi keheningan dapur.


“Ampun.” Neta meminta ampun pada Dathan. Namun, Dathan tidak mau melepaskan Neta. Dia memeluk dan terus menggelitik Neta. “Nanti gosong.” Neta pun mencoba menghentikan Dathan dengan alasan memasak. Beruntung Dathan berhenti.


Dathan harus rela melepaskan Neta. Karena dia harus melanjutkan memasak.


Neta pun tersenyum. Rasanya senang bisa bercanda ria dengan Dathan. Dia membayangkan kelak akan seperti apa kehidupannya dengan Dathan. Dia berharap semua berjalan lancar seperti wawancaranya.


Setelah bercanda, mereka fokus memasak. Mereka sibuk ke sana ke mari menyiapkan makan siang. Kegiatan baru yang begitu mengasikan.


Akhirnya masakan telah jadi semua. Kini mereka tinggal menikmati makan siang di balkon lantai atas. Sepertinya cuaca sedang berpihak pada mereka, hingga membuat mereka berdua tidak terkena sinar matahari. Karena matahari sedang malu-malu menampakkan wajahnya.


“Selamat makan.” Neta begitu bersemangat sekali. Dia segera melahap makannya. Merasa senang ketika menikmati masakan hasil kolaborasi dari dirinya dan Dathan.


“Em ... enak sekali.” Neta yang merasa makanan menari-nari indah di mulutnya pun merasakan nikmat.


Dathan senang melihat sang kekasih menikmati makanannya. Jika kemarin, dia menikmati makanan sebagai narasumber dan wartawan. Kali ini menikmati makan bersama sebagai sepasang kekasih.

__ADS_1


__ADS_2