Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Pelaku


__ADS_3

Dathan dan Neta sampai di depan apartemen Arriel. Dathan bersiap mengetuk pintu apartemen Arriel, tetapi Neta menarik tangan Dathan sebelum tangan Dathan menekan bel apartemen Arriel.


“Dengar, kita tetap harus dengan kepala dingin.” Neta mencoba mengingatkan Dathan.


Dathan mengembuskan napasnya. Rasanya benar-benar dia sulit untuk itu, tetapi dia akan berusaha untuk tetap tenang. Dathan pun mengangguk dan dengan segera menekan bel.


Untuk sesaat mereka harus menunggu. Hingga akhirnya Arriel membukakan pintu. Tampak Arriel menatap Dathan dan Neta yang berada di depan pintu.


Neta sendiri melihat kebingungan di wajah Arriel. Jadi dalam hati kecil Neta yakin jika Arriel tidak terlibat dalam hal ini.


“Mauren ada?” tanya Dathan ketus.


Arriel jelas bingung. Dia melihat Dathan dengan wajah marahnya. Jadi jelas jika ada hal yang penting dengan Mauren. Untung tadi dia sempat menghalangi Mauren pulang. Walaupun temannya itu terus bertanya, kenapa dirinya masih belum boleh pulang.


“Ada di dalam.”


Dathan tanpa diminta langsung masuk ke apartemen. Arriel jelas terkejut. Neta yang melihat pun jadi serba bingung. Dia memilih mengejar Dathan agar tidak lepas kendali.


“Dathan.” Mauren terkejut melihat kehadiran Dathan. Dia sudah curiga jika Dathan tahu apa yang dilakukannya. Karena dari wajah Dathan terlihat jelas jika dia begitu terlihat marah sekali.


“Sayang, coba duduk dulu. Kita bicara baik-baik.” Neta menarik tangan Dathan agar mau mendengarkan dirinya.


Arriel masih dengan kebingungannya. Tidak mengerti situasi apa ini. Jujur, dia tidak tahu masalah apa yang terjadi hingga Dathan semarah itu.

__ADS_1


Dathan langsung duduk. Kemudian menatap Mauren tajam. Tatapannya seolah bisa membelah apa yang ada di hadapannya. Saat Dathan duduk, Neta dan Arriel ikut duduk. Neta duduk di samping Dathan, sedangkan Arriel duduk di samping Mauren.


“Kamu pasti tahu apa yang menyebabkan aku datang padamu?” Dathan melempar pertanyaan itu pada Mauren.


Mauren hanya menelan salivanya. Dia benar-benar begitu takut sekali. Apalagi Dathan bersuara sangat keras.


“Ren, apa yang kamu lakukan?” Arriel yang bingung pun bertanya pada Arriel.


“Apa dia tidak melakukan denganmu hingga kamu bertanya padanya?” Dathan melemparkan sindiran.


Arriel mengalihkan pandangannya pada Dathan. Sindiran Dathan jelas tak bisa diterima olehnya. Mengingat dirinya benar-benar tidak tahu apa-apa.


“Aku memang tidak tahu, Than, maka itu aku bertanya pada Mauren.” Arriel mencoba membela diri. Karena pada kenyataannya memang tidak tahu apa-apa.


Arriel kembali mengalihkan pandangan pada Mauren. Apa yang dikatakan Dathan jelas membuatnya terkejut. Karena dia tidak menyangka jika temannya melakukan hal nekat itu.


“Benar, Ren, kamu yang melakukannya?” Arriel memastikan pada temannya.


“Riel, dengarkan aku—“


“Jawab, Ren. Kamu benar yang melakukan hal itu?” Arriel memotong ucapan Mauren. Dia ingin memastikan kembali pada Mauren.


Mauren sudah seperti maling yang ketahuan. Tidak mengelak bisa menghindar sama sekali. “Iya.” Dia menjawab lirih pertanyaan tersebut. Mengakui jika dirinya yang menyebarkan pernikahan Dathan dan Neta.

__ADS_1


Arriel membulatkan matanya. Dia tidak menyangka temannya itu melakukan hal nekat itu. Padahal selama ini, Arriel melihat Mauren biasa saja. Lalu untuk apa dia melakukannya.


Dathan dan Neta sudah tidak terkejut karena tadi di foto, jelas-jelas mereka melihat wajah Mauren. Jadi saat Mauren mengakui, jelas jika itu membuat mereka lega. Akhirnya menemukan salah satu pelakunya. Kini tinggal satu lagi pelakunya.


“Dengan siapa kamu melakukannya?” Dathan melempar kembali pertanyaan disertai tatapan tajam.


“Kamu tidak sendiri?” Arriel semakin tercengang dengan kenyataan jika temannya melakukan ini tidak sendiri.


Dari reaksi Arriel, jelas terlihat Arriel begitu terkejut. Terlihat tidak tahu apa-apa. Dathan semakin yakin jika Arriel tidak terlibat.


“Dengan siapa kamu melakukan ini, Ren?” Arriel menggoyangkan tangan Mauren.


Mauren benar-benar merasa begitu ketakutan. Dia merasa jika kali ini memang sudah tidak ada jalan keluar. Jadi jalan satu-satunya adalah mengakui semuanya.


“Aku melakukannya dengan Mama Anggun.” Mauren menjelaskan siapa gerangan yang berada bersamanya selama ini.


Arriel membulatkan matanya. Tidak menyangka jika mamanyalah yang menjadi dalang dari semua ini. Arriel tidak menyangka sama sekali. Padahal mamanya selama ini tinggal di Singapura. Tentu saja berita Dathan menikah harusnya tidak terdengar sampai ke sana. Karena selama ini, Arriel tidak menceritakan pada mamanya.


Dathan pun ikut dibuat tercengang. Tidak menyangka jika ternyata mantan mama mertuanya yang melakukan ini semua. Tak terpikir olehnya selama ini.


“Apa selama ini kamu melaporkan semua pada mama, Ren?” Arriel memastikan pada temannya. Rasanya kecewa dikhianati teman sendiri. Orang yang dipercayanya, ternyata melakukan semua ini di belakangnya.


“Riel, dengarkan aku. Kamu tahu ‘kan selama ini mamamu sudah banyak membantu keluargaku. Apalagi setelah aku bercerai. Aku tidak bisa menolak ketika mamamu meminta aku untuk membujukmu kembali pada Dathan. Aku sudah berusaha membujukmu, tetapi kamu dan Dathan tidak bisa bersatu. Saat aku mengatakan jika Dathan menikah, dia memintaku untuk membuat pernikahan Dathan dimuat di majalah. Dia kesal karena Dathan memilih wanita lain. Mamamu datang langsung untuk mencari wartawan. Aku hanya jadi perantara, Riel. Percayalah padaku.” Mauren menatap temannya. Dia memegangi tangan Arriel meyakinkan temannya itu.

__ADS_1


Mauren memang berhutang budi pada keluarga Arriel. Karena itulah, dia memutuskan untuk membantu mama Arriel ketika diminta. Walaupun harus berkhianat pada temannya sendiri. Selama ini juga, Mauren membujuk Arriel untuk kembali pada Dathan atas permintaan mama Arriel sendiri. Tidak ada maksud lain.


__ADS_2