Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Cari Pria Kaya


__ADS_3

Loveta bermain masak-masak bersama sang mama dan sang nenek. Mereka bertiga membuat kue. Loveta begitu senang sekali. Karena neneknya begitu baik. Tidak seperti yang dibayangkan.


“Kamu pintar sekali.” Mama Anggun membelai lembut rambut cucunya. Sang cucu sedang menghias cup cake yang tadi mereka buat.


Ketika dipuji, Loveta langsung tersenyum. Dia merasa begitu senang sekali.


Mama Anggun pun beralih pada Arriel. “Lihat anakmu pintar sekali. Dathan benar-benar orang yang hebat bisa mendidik anaknya seperti ini.” Dia memuji mantan menantunya itu.


Arriel yang mendengar pujian itu hanya mendengkus. Pujian mamanya itu adalah sebuah penyesalan yang dirasakan oleh mamanya. Definisi dari menyesal setelah kehilangan. Setelah menantunya menikah dan bahagia, sang mama baru menyesal.


“Riel, nanti jika kamu mencari pria untuk dijadikan suami. Carilah seperti Dathan. Pintar, baik, dan kaya. Akhirnya anaknya seperti Lolo.” Mama Anggun berbisik pada anaknya.


Arriel tidak bingung. Dathan selalu jadi tolak ukur mamanya. Mungkin setelah tidak mendapatkan Dathan, Mamanya itu pikir bisa mendapatkan orang yang sama.


“Arriel akan cari yang baik dan pintar. Kaya itu bonus.” Arriel memang tidak mau memandang pria dari hal-hal itu saja.


“Dengar, Riel, jika kamu tidak cari yang kaya. Kamu mau makan apa?” Mama Anggun menepuk bahu anaknya.


Arriel hanya menggeleng heran. Bagaimana bisa mamanya mengatakan hal itu. Menilai dengan materi. Entahlah, dia merasa bingung sendiri. Kenapa mamanya sampai sebegitunya.

__ADS_1


“Lolo sudah selesai?” Arriel memilih untuk beralih pada anaknya. Dia membantu Loveta untuk menghiasi kue.


“Mama lihat, ini seperti warna pelangi.” Loveta menunjukkan pada sang mama karena akhirnya bisa membuat kue yang cantik dengan warna-warni.


“Iya cantik.” Arriel tersenyum.


“Lolo boleh bawa pulang ini untuk papa dan mami?” Loveta menatap Arriel penuh harap. Dia ingin memperlihatkan pada Dathan dan Neta hasil kuenya.


“Tentu saja. Kamu boleh sekali membawanya.” Arriel tersenyum.


“Ye ....” Loveta senang ketika mendapati kue untuk mami dan papanya.


Arriel senang anaknya bisa bahagia bersamanya. Anaknya memang tubuh dengan baik. Terbukti jika dia selalu ingat pada orang tuanya. Anaknya juga menyayangi Neta sama besarnya dengannya. Dia berharap kelak jika memiliki suami, suaminya bisa menyayangi anaknya. Jadi anaknya juga bisa dekat dengan suaminya, seperti dekat dengan Neta.


Neta dan Dathan asyik menonton film. Kali ini mereka memilih film action. Neta tidak mau menonton film romance. Padahal Dathan mau bermesra-mesra sambil menonton. Tadi Dathan sudah membuat pop corn. Jadi acara menonton kali ini tampak seru ditemani cemilan.


“Kalau tidak dapat anak laki-laki, apa kamu akan kecewa?” Di sela-sela menonton tiba-tiba Neta bertanya.


“Bukankah pertanyaan itu sudah pernah kamu tanyakan?” Dathan mencoba mengingatkan Neta.

__ADS_1


“Iya, dan aku ingin mendengar darimu lagi.” Neta tersenyum.


“Kita akan coba lagi.” Dathan tersenyum.


“Kalau dapat anak perempuan lagi?” Neta masih penasaran jawaban Dathan.


“Coba lagi.” Dathan menyeringai.


“Jadi anak kita banyak.” Neta menyimpulkan ucapan Dathan.


“Tidak masalah bukan jika anak kita banyak. Aku masih bisa menghidupi mereka.” Dathan tersenyum.


“Bukan itu masalahnya. Semakin banyak anak, aku takut tidak bisa berbagi perhatian. Jadi lebih baik cukup, tetapi kita bisa memberikan perhatian lebih.” Neta menjelaskan keinginannya.


Dathan membenarkan ucapan istrinya. “Kita lihat nanti. Jika nanti kamu hamil dan melahirkan anak perempuan. Kita program dari dokter untuk dapat anak laki-laki. Jika sampai percobaan dua kali gagal. Kita terima jika kita akan dapat tiga anak perempuan.” Dia pun memberikan ide pada istrinya.


Neta mengangguk. Setuju dengan niat sang suami.


“Jika kita punya tiga anak perempuan. Aku akan jadi pria tampan satu-satunya di rumah ini.” Dathan menggoda sang suami.

__ADS_1


Neta mencubit Dathan. Kemudian memeluknya. “Tapi, aku tetap berharap bisa dapat anak laki-laki. Aku mau lihat versi kita dalam anak laki-laki dan perempuan.”


“Kita akan berusaha.” Dathan membelai rambut Neta.


__ADS_2