Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Uncle Adriel


__ADS_3

Dathan tengah bersiap. Rencananya dia hanya akan melamar Neta ditemani oleh keluarga Reno. Orang tuanya telah tiada, sedangkan orang tuanya adalah anak tunggal. Jadi tidak ada kakak atau adik sepupu yang dimiliki oleh Dathan. Karena ini lamaran, tentu saja dia ingin keluarga saja yang hadir.


Rifa sudah mempersiapkan semuanya. Barang-barang yang akan dibawa ke acara seserahan pun juga sudah siap. Rifa sudah mempersiapkan itu semua.


Sebagai perwakilan orang tua, Dathan meminta tolong pada papa Reno untuk menemaninya melamar Neta. Karena paling tidak ada orang tua yang mendampingi mereka.


Tidak hanya Dathan saja yang antusias, Loveta juga begitu bersemangat sekali. Apalagi papanya bilang setelah ini papanya dan Neta akan menikah. Jadi barulah Neta bisa tinggal di rumah.


Saat semua sudah selesai, akhirnya mereka semua segera berangkat ke panti asuhan tempat Neta. Mereka menggunakan dua mobil beriringan. Satu mobil diisi oleh Dathan Rifa, Richa, dan Loveta. Satu mobil lagi diisi oleh Reno dan orang tuanya. Dathan begitu berdebar-debar sekali. Walaupun ini bukan kali pertama, tetapi jantungnya begitu berdebar-debar.


Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam. Panti asuhan memang terletak di pinggiran kota. Jadi cukup jauh dari kawasan rumah Dathan. Namun, karena mereka semua sangat bersemangat, perjalanan itu tidak terasa.


Akhirnya, mereka sampai di panti asuhan. Semua turun dari mobil dan segera masuk untuk menemui orang-orang yang sudah dianggap keluarga oleh Neta. Dathan berjalan bersama orang tua Reno di paling depan. Disusul Reno dan Rifa di belakang mereka. Di barisan terakhir ada dua anak kecil Richa dan Loveta.


Bu Kania dan Adriel menyambut tamu yang datang. Mereka sedari tadi sudah menunggu kehadiran Dathan dan keluarga.


“Selamat datang, Pak Dathan.” Adriel mengulurkan tangan pada Dathan.

__ADS_1


“Terima kasih sudah menerima kehadiran kami.” Dathan tersenyum. Dia kemudian beralih pada Ibu Kania. “Saya Dathan, Bu.” Dia memperkenalkan diri secara langsung.


Bu Kania tersenyum ketika melihat Dathan. Saat kemarin diberitahu jika usia Dathan adalah empat puluh tahun, pikirannya melayang memikirkan jika pasangan Neta cukup tua. Namun, dia tidak menghakimi Neta, mengingat Neta begitu mencintai. Ternyata, pikirannya itu salah. Karena ternyata Dathan jauh lebih muda dibanding usianya. Dia melihat Dathan tampak seperti pria berusia tiga puluh tahun.


“Senang bertemu kamu Dathan.” Bu Kania tersenyum.


Dathan pun memperkenalkan orang tua Reno yang berada di sebelahnya. Tidak lupa dia memperkenalkan Reno dan Rifa juga. Mereka semua saling berjabat tangan saat memperkenalkan diri. Perkenalan itu terasa begitu hangat sekali.


“Kenalkan satu lagi.” Dathan mencari anaknya yang berada di paling belakang. Dia meminta Loveta dan Richa ke depan untuk diperkenalakan. “Ini Loveta anak saya dan ini Richa anak Reno.”


Bu Kania dan Adriel saling pandang. Dia mengenali gadis kecil yang berada di depannya itu. Itu adalah gadis kecil yang sempat hilang di taman hiburan. Mereka tidak menyangka jika ternyata anak itu adalah anak Dathan.


“Uncle Adriel.” Loveta langsung memanggil Adriel.


Dathan begitu terkejut melihat anaknya mengenali Adriel. Seingatnya ini adalah pertama kalinya Loveta bertemu, lalu bagaimana bisa anaknya mengenalinya. Apa mungkin anaknya sudah pernah bertemu tanpa Dathan tahu?


“Cinta, kamu kenal?” Dathan memastikan pada anaknya.

__ADS_1


“Ini Uncle yang antar Lolo ke mama saat di taman hiburan.” Loveta menjelaskan pada Dathan.


“Hai, Cantik. Tidak menyangka bertemu di sini.” Adriel mencubit lembut pipi Loveta.


“Jadi yang menemukan anakku di taman hiburan kamu?” Dathan mencoba memastikan pada Adriel.


Adriel mengalihkan pandangan pada Dathan. “Iya, waktu itu Lolo mengikuti salah satu anak asuh di sini. Karena dia bilang datang dengan mamanya, aku segera mengantarkannya ke pusat informasi.” Dia mencoba menjelaskan versi dirinya.


“Ternyata dunia begitu sempit.” Bu Kania menambahkan.


“Terima kasih sebelumnya karena sudah menemukan Loveta dan mengantarkannya pada mamanya.” Dathan merasa bersyukur karena ternyata Adriel dan ibu panti yang menemukan anaknya. Apa jadinya jika anaknya justru ditemukan oleh orang jahat. Bisa-bisa justru anaknya dibawa oleh mereka.


“Kak Liam mana, Uncle?” Loveta yang mengetahui ada Adriel, merasa juga pasti ada Liam. Jadi dia begitu penasaran sekali.


“Kak Liam ada di belakang. Nanti Lolo bisa bertemu.” Adriel membelai lembut rambut Loveta.


Loveta pun mengangguk mengerti yang dijelaskan. Dia mengangguk.

__ADS_1


Adriel beralih pada Dathan. Mempersilakan mereka untuk duduk karena sedari tadi mereka mengobrol sambil berdiri. Dathan dan yang lain pun segera masuk. Duduk di kursi di ruang tamu yang ada. Beberapa anak panti pun mengantarkan minuman dan cemilan di atas meja. Hal itu membuat Dathan tersenyum. Karena dia disambut dengan baik. Tak sabar untuk segera menyampaikan niatnya.


__ADS_2