Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Melahirkan


__ADS_3

Dokter dan perawat segera mengecek. Air ketuban sudah keluar, dan tidak disangka jika pembukaan sudah bertambah dengan cepat. Jadi Neta sudah siap untuk melahirkan. Perawat sudah menyiapkan semua peralatan untuk membantu proses melahirkan Neta. Dathan pun senantiasa menemani istrinya. Menggenggam erat tangan mereka. Sesekali Dathan mendaratkan kecupan di dahi sang istri.


“Kita akan mulai persalinannya. Ikutan arahannya. Pastikan tidak mengangkat panggul. Tarik napas perlahan dan buang perlahan.” Dr. Lyra memberitahu Neta.


Neta mengangguk.


“Kamu pasti bisa. Kita akan segera bertemu dengan anak kita.” Dathan memberikan semangat pada istrinya.


Neta menatap Dathan lekat. Jantungnya berdebar-debar ketika hendak akan melahirkan. Pikirannya melayang apa yang akan terjadi nanti. Neta pun menggenggam erat tangan suaminya. Mencoba menyalurkan rasa takutnya agar menghilang.


“Baiklah, sekarang tarik nafas, dan buang perlahan sambil dorong janin di dalam kandunganmu.” Dr. Lyra memberikan arahan.


Neta segera menarik napasnya. Kemudian mengembuskan perlahan. “Uch ….” Sambil mengembuskan napasnya, Neta mengejan. Mendorong bayi dalam kandungannya untuk keluar. Neta merasa benar-benar tersiksa. Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasanya tidak bisa dideskripsikan oleh Neta sendiri.


Peluh yang menetes di wajah Neta membuat Dathan mengusapnya. Tangan Neta yang mencengkeram erat tangannya, menandakan seberapa sakit yang dirasakan oleh sang istri. Dathan benar-benar tidak tega melihat sang istri.


“Uch ….” Neta kembali mengejan. Berusaha mendorong anaknya keluar.


“Dorong terus, Ta.” Dr. Lyra memberikan aba-abanya.

__ADS_1


Neta mengambil napas dan segera mengejan kembali. “Uch ….” Tangan Neta beralih memegangi lengan sang suami. Kuku-kuku cantiknya itu mencengkeram erat hingga pastinya nanti akan meninggalkan bekas luka di sana. Namun, Dathan tak peduli. Jika itu bisa membuat sang istri bisa menyalurkan rasa sakitnya.


“Sedikit lagi, dorong lebih kuat.” Dr. Lyra melihat kepala bayi yang sudah terlihat. Tentu saja itu tandanya bayi akan segera keluar.


“Uch ….” Neta semakin kuat mengejan. Mendorong bayi keluar dari jalan lahir. Terasa benar-benar menyiksa ketika berusaha mengeluarkan bayi. Namun, Neta berusaha keras.


Dathan menangis melihat istrinya yang berusaha keras melahirkan anaknya. Ini kali pertama melihat seorang wanita melahirkan. Jadi tentu saja membuatnya benar-benar tersiksa.


“Ayo, Sayang, kamu bisa.” Dathan mendaratkan kecupan di dahi


“Oe ….” Akhirnya suara indah itu terdengar mengisi ketegangan di dalam ruang persalinan. Dokter segera meminta perawat untuk memotong ari-arinya.


“Anak kita sudah lahir.” Dathan mendaratkan kecupan di dahi Neta. Dia menangis saat melihat anak mereka lahir.


“Anak kita laki-laki.” Dathan terus menghujani Neta dengan kecupan.


“Masih ada satu lagi. Kamu harus kembali berusaha.” Dr. Lyra mengatakan pada Neta. Persalinan ini belumlah selesai, mengingat Neta melahirkan dua anak.


“Sayang, tetaplah berusaha. Kita harus bertemu dengan satu anak kita lagi.” Dathan berusaha untuk memberikan semangat pada Neta.

__ADS_1


Neta mengangguk pelan. Sejujurnya, tubuh Neta sudah tidak sanggup. Rasa lelah dan rasa sakit bercampur aduk. Sulit untuk dijelaskan. Namun, dia masih harus berusaha. Masih ada satu anaknya lagi.


“Baiklah, lakukan seperti tadi.” Dr. Lyra bersiap untuk melakukan persalinan yang kedua.


Neta kembali mengambil napas dan mengembuskannya. Namun, napasnya terasa terengah karena tenaganya cukup terkuras saat melahirkan anaknya yang pertama.


“Uch ….” Neta berusaha mengejan. Mendorong anak keduanya untuk keluar dari rahimnya.


“Ayo, Sayang. Kamu bisa.” Dathan mendaratkan kecupan di dahi sang istri.


“Uch ….” Neta berusaha sekuat tenaga. Walaupun sejujurnya tubuhnya sudahlah lemas.


“Sedikit lagi.” Dr. Lyra sudah melihat penampakan kepala anak Neta. Mungkin karena sudah ada yang keluar pertama, yang kedua jadi lebih mudah.


“Uch ….” Neta terus mengejan. Berusaha agar anaknya cepat keluar dari rahimnya.


“Oe ….” Akhirnya saat berusaha mengejan ketiga kali, barulah anak Dathan dan Neta keluar.


“Perempuan.” Dr. Lyra memberitahu Neta dan Dathan.

__ADS_1


“Anak kita yang satu perempuan. Sama persisi yang dikatakan dokter saat USG.” Dathan menghujani kecupan di wajah Neta. Air matanya mengalir, membasahi wajahnya. Dia benar-benar merasa bahagia. Dua anaknya akhirnya lahir dengan selamat. Perjuangan istrinya benar-benar luar biasa.


Neta tak kuasa menahan air matanya juga. Akhirnya, perjuangannya berbuah manis. Kedua anaknya lahir selamat. Tak sabar melihat wajah mereka berdua.


__ADS_2