
Dathan tidak menyangka kini anaknya sudah enam bulan. Tubuh Nessia dan Danish begitu besar sekali. Padahal mereka hanya minum ASI saja.
Hari ini adalah hari pertama anak-anak makan. Neta sudah membuatkan makanan khusus dua anak itu. Beras merah yang halus dengan campuran wortel dan kacang-kacangan.
Dathan mendudukkan anaknya di kursi mereka. Tentu saja itu agar mereka terbiasa makan duduk manis.
“Nessia dan Danish mau makan.” Dathan begitu senang sekali.
Dathan memang selalu memantau tumbuh kembang anak mereka. Setiap momen selalu menjadi kenangan indah untuknya.
“Nessia-Danish. Mau makan.” Loveta mengangkat tangan dua bayi kecil itu.
Nessia dan Danish begitu girangnya. Mereka bergerak kesenangan karena tangannya diangkat.
Neta menuju ke meja makan untuk menyusul anak dan suaminya. Dia segera memberikan makan tersebut pada Dathan satu. Mereka berdua akan menyuapi si kembar. Neta akan menyuapi Danish dan Dathan akan menyuapi Nessia.
“Aaa ....” Neta membuka mulutnya agar anaknya itu ikut membuka mulut.
“Aaaa ....” Dathan juga ikut-ikutan membuka mulutnya.
Mereka berdua mengarahkan sendok ke mulut anak-anak mereka.
__ADS_1
“Aaaa ....” Loveta ikut serta meminta adiknya membuka mulut.
Danish dan Nessia membuka mulutnya. Kemudian mengecap makanan yang diberikan oleh kedua orang tua mereka. Rasa makanan masih asing di lidah mereka. Jadi mereka masih menyesuaikan.
Nessia yang tidak suka langsung menyemburkan makanannya. Karena Dathan berada di depan anaknya. Jelas itu membuatnya terkena semburan makanan dari Nessia.
“Papi.” Loveta langsung tertawa. Dia merasa begitu lucu melihat wajah sang papi.
Neta tersenyum. Tentu saja itu membuatnya harus bersabar. Anak-anak memang tidak bisa langsung menyukai makanan yang mereka makan pertama kali.
Neta mengusap wajah sang suami dengan tisu. Memastikan makanan hilang dari wajah suaminya itu.
“Aaaa ....” Dathan kembali menyuapi Nessi.
“Brrrrrr ....” Sayangnya, justru dibuat mainan oleh Nessia.
“Adik, jangan dibuat mainan. Dimakan. Mam ... mam ....” Loveta memberitahu adiknya itu.
“Brrrrr ....” Danish yang melihat adiknya menyemburkan makanan, justru ikut-ikutan. Padahal sudah benar, dia makan tadi.
Neta kali ini yang terkena semburan. Tentu saja itu membuat semua tertawa.
__ADS_1
“Ayo, makan yang benar.” Neta dengan lembut memberitahu anaknya
“Adik, makannya yang baik.” Loveta kembali memberitahu adiknya.
Walaupun dua bayi itu awalnya terus menyembur, lama-lama mereka mau memakannya. Justru akhirnya mereka lahap memakan makanan yang dibuat oleh maminya.
“Selesai.” Loveta girang ketika melihat adiknya yang selesai makan.
Neta dan Dathan saling pandang, mereka juga ikut senang ketika anak-anak lahap makan.
Seusai makan, Neta memandikan si kembar. Membersihkan tubuh mereka dari sisa makanan.
Perut kenyang membuat bayi kembar itu pun mengantuk. Tanpa minum susu, dua bayi itu tertidur dengan cepat. Tentu saja membuat Neta terheran. Karena biasanya mereja harus menyusu dulu, baru bisa tidur.
Saat anak-anak tidur, tentu saja giliran Dathan dan Neta membersihkan tubuh mereka. Mereka harus membersihkan tubuh mereka.
Neta masuk ke kamar lebih dulu. Kemudian disusul oleh Dathan di belakang. Setelah masuk ke kamar, Dathan mengunci pintu kamarnya.
Neta yang mendengar suara pintu dikunci seketika langsung berbalik. “Kenapa dikunci?” Jika hanya mandi saja, jelas biasanya mereka tidak sampai mengunci pintu kamar.
Dathan hanya menyeringai. Langkahnya diayunkan mendekat ke arah sang istri.
__ADS_1