Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Menghubungi Siapa?


__ADS_3

“Iya, aku bertemu dengannya di restoran. Karena ternyata dia sedang bermalam di sana.” Neta menjelaskan sambil berjalan masuk ke kamarnya.


Maria yang penasaran pun mengikuti temannya itu masuk ke kamar. Dia ingin tahu cerita tentang Dathan yang ada di restoran yang sama dengan Neta.


“Lalu bagaimana Buma? Apa dia tahu jika pria itu adalah Pak Dathan?” Maria lebih tertarik bagaimana reaksi atasannya yang bertemu orang yang dicarinya selama ini.


“Dia tidak tahu, karena Pak Dathan datang dan mengaku kekasihku. Alhasil Buma marah karena Pak Dathan mengganggu makan malam.” Neta menjelaskan sambil perlahan melepaskan anting yang dipakainya.


“Aku masih heran, kenapa Pak Dathan datang dan mengaku kekasihmu?” Maria masih tidak habis pikir kenapa pria yang terkenal misterius itu mengakui temannya sebagai kekasih.


“Dia bilang karena dia takut aku terjebak pada David. Karena dia terkenal dengan banyaknya skandal.” Neta menjelaskan.


Maria mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Aku akan memberitahu kamu hal penting lagi.” Neta begitu bersemangat ketika hendak menceritakan tentang Dathan.


“Apa?” Maria sama dengan Neta yang begitu bersemangat sekali ketika Neta bercerita.


“Pak Dathan seorang duda.” Senyum Neta begitu merekah di wajahnya. Dia benar-benar merasa begitu senang sekali.


“Benarkah?” Maria meyakinkan apa yang dikatakan Neta dan mendapatkan anggukan dari temannya itu. “Benar dugaanku selama ini, karena dari ceritamu ibu Loveta itu tak pernah ada. Saat kamu di rumah saja, katamu juga tidak ada.” Maria mengingat beberapa cerita dari Neta.


Neta memikirkan apa yang dikatakan oleh Maria. Dia memang curiga Dathan seorang duda, tetapi dia tidak berani mencari tahu ke ranah pribadi. Neta tahu jika wawancara lebih berharga. Jika sampai Dathan tidak marah karena dirinya yang ingin tahu tentang masalah pribadi pria itu, yang ada dia akan kehilangan kesempatan untuk wawancara.


“Lalu apa lagi yang terjadi?” Maria pun begitu antusias dengan apa yang diceritakan oleh Neta.


Neta benar-benar menceritakan semua tanpa ada yang ditutupi. Maria adalah temannya sejak dulu. Jadi dia yakin jika cerita akan aman. Maria pun mendengarkan cerita Neta sesekali dia begitu histeris ketika mendengar cerita dari Neta.


...****************...


Dathan sampai di hotel. Dia segera masuk ke kamar. Saat di kamar dia melihat temannya itu berada di tempat tidur. Memang menjadi kebiasaan Dathan jika keluar kota dia tidak pernah memesan kamar banyak. Dia memilih tinggal satu kamar dengan Reno.

__ADS_1


“Apa Cinta sudah tidur?” tanya Dathan pada Reno.


“Sudah, dia sudah tidur saat aku hendak ke sini.” Reno mengarahkan remot televisi untuk mengganti channel televisi.


Dathan melepaskan jas yang dipakainya. Melemparnya ke sofa yang berada di samping tempat tidur. Kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Kebetulan mereka memesan kamar dengan twin bad, jadi berada di tempat tidur yang berbeda dengan Reno. Dathan melipat tangannya dan menjadikannya sandaran di kepalanya. Pandangannya melihat ke arah langit-langit kamar. Ingatannya kembali pada kejadian di dalam mobil tadi. Hal itu membuatnya tersenyum. Dathan yang sudah mendapatkan jalan, tentu saja begitu senang sekali. Karena kini tinggal dia melancarkan aksi mendekati Neta.


Reno melirik ke arah Dathan. Dilihatnya tampak begitu senang sekali. Apalagi senyum menghiasi wajahnya. “Sepertinya ada kabar baik.” Reno menebak-nebak.


Dathan masih senyum-senyum saja.


“Apa kamu sudah mendapatkannya?” tanya Reno yang begitu penasaran sekali.


“Belum.” Dathan menggeleng.


Dahi Reno berkerut dalam. Dia merasa aneh dengan temannya itu. “Jika kamu belum mendapatkannya, lalu kenapa kamu tersenyum-senyum?” tanya Reno.


“Karena dia mengajak aku untuk saling mengenal dulu.” Dengan bangganya Dathan menceritakan. Seperti anak sekolah yang baru jatuh cinta, begitulah Dathan.


Reno semakin dibuat terperangah. Dia langsung memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Dathan. “Jadi kamu akan pendekatan lebih dulu?” Reno memastikan lagi.


Reno benar-benar tidak habis pikir. Untuk ukuran Dathan tidak pantas jika masih pendekatan. Harusnya langsung tancap gas menyatakan cinta, dan kemudian menikah. Saat mengetahui itu, Reno hanya bisa menggeleng saja. Entah kenapa dia tidak bisa mengomentari apa-apa lagi. Terserah saja pada temannya. Yang penting bahagia. Sudah sekian lama, dia tidak melihat temannya itu seperti itu. Jadi wajar saja jika Reno ikut senang.


...****************...


Pagi ini Dathan menemani anaknya untuk berenang. Di waktu seperti ini Dathan memang lebih fokus pada anaknya. Menemani anaknya yang bermain air. Loveta benar-benar suka sekali bermain air, jadi tentu saja Dathan tidak akan membiarkan anaknya sendiri. Saat seperti ini tentu saja Dathan tidak peduli sama sekali dengan apa pun.


Rifa yang berada di pinggir kolam hanya bisa melihat saja. Suami dan anaknya sedang asyik berlomba, sedangkan dirinya. Duduk melihat saja. Dia sedang malas berenang. Jadi memilih untuk di pinggir kolam renang.


Saat menunggu yang lain bermain air, suara ponsel Rifa berbunyi. Dia segera melihat ponselnya. Saat melihat ponselnya, dia mendapati jika itu adalah Ariel-mantan istri Dathan. Dengan segera Rifa mengangkat sambungan telepon.


“Halo, Kak Rifa.” Suara Ariel yang lembut terdengar dari seberang sana.

__ADS_1


“Halo, Riel.” Rifa menyapa balik. Dia memang tidak ikut campur urusan Dathan. Sekali pun Dathan dan Ariel sudah bercerai, dia tetap masih berhubungan baik.


“Halo, Kak. Aku sejak tadi menghubungi Dathan, tapi dia tidak mengangkat sambungan telepon. Apa dia bersama Kak Rifa?” Ariel selalu hafal jika Dathan akan mengajak anaknya bersama Rifa dan Reno jika dirinya sedang tidak bersama anaknya.


“Iya, dia sedang berenang. Jadi dia tidak bisa mengangkat sambungan telepon.” Rifa pun menjelaskan akan hal itu.


“Baiklah, tolong minta dia menghubungi aku.” Ariel di seberang sana menitipkan pesan.


“Baiklah, aku akan sampaikan.” Rifa mengiyakan permintaan Ariel.


“Baik, terima kasih, Kak.”


“Sama-sama.”


Rifa segera mematikan sambungan telepon. Dia segera melanjutkan kembali melihat Dathan, sang suami, dan anak-anak. Mereka semua tampak begitu senang sekali.


Sesaat kemudian Dathan dan Reno masuk.


Tinggallah Loveta dan Richa yang bermain di kolam renang anak. Karena kolam renang pendek. Jadi para orang tua juga merasa aman.


Rifa memberikan handuk pada sang suami, sedangkan Dathan mengambil handuk sendiri. Maklum, dia tidak punya pasangan. Jadi alhasil melakukan semuanya sendiri.


Dathan dan Reno duduk di kursi. Melihat anak-anak yang serang bermain. Memantau mereka agar tetap aman.


“Oh ... ya, tadi Ariel menghubungi. Dia meminta kamu menghubungi.” Rifa yang mengingat hal itu pun meminta Dathan untuk menghubungi mantan istrinya itu.


Dathan hanya diam saja. Dia segera mengambil ponselnya. Tangannya bergerak mencari nomor di sana. Saat mendapatkannya dia segera menghubungi seseorang di seberang sana.


“Halo, Sayang, kamu di mana?”


Rifa dan Reno saling pandang. Siapa gerangan yang dihubungi Dathan dan dipanggil ‘sayang’.

__ADS_1


“Aku menyuruhnya menghubungi Ariel, lalu siapa itu yang dihubungi?” Rifa menatap sang suami. Merasa bingung sekali.


Reno hanya menaikkan bahunya. Tanda jika dia tidak tahu sama sekali.


__ADS_2