
Dathan memerhatikan Neta dari jauh. Dilihatnya Neta tidak sendiri. Dia bersama dengan seorang wanita dan juga seorang pria. Dathan yakin jika pria itu adalah klien yang dimaksud oleh Rifa.
“Itu Neta, Than.” Reno yang melihat Neta dari jauh pun memberitahu Dathan. Padahal temannya itu sudah tahu lebih dulu.
“Iya, itu Neta.” Dathan membenarkan apa yang dikatakan oleh Reno.
“Pria itu seperti pernah aku lihat.” Reno memikirkan siapa gerangan pria yang bersama dengan Neta. Wajah pria itu tampak begitu familiar hingga Reno merasa pernah melihat wajah pria itu.
“Kamu kenal?” Dathan menatap Reno. Dia sendiri tidak pernah melihat pria itu. Dathan yang tidak pernah datang ke acara perkumpulan para pebisnis, tentu saja tidak akan tahu jika ada pebisnis-pebisnis di sekitarnya.
“Aku lupa pernah melihatnya di mana.” Reno mencoba mengembalikan kepingan ingatannya, tetapi dia tidak mendapatkannya.
Rifa yang melihat suami dan temannya sedang asyik berdua memerhatikan ke suatu arah merasa heran. Dia yang tadi menemani anak-anak duduk, menghampiri dua pria itu. Saat melihat ke mana arah mata Dathan dan Reno melihat, dia melihat Neta dan Rania dari kejauhan. Walaupun posisi Neta membelakanginya, dia tetap saja dapat mengetahui jika itu adalah Neta. Apalagi jika bukan dari baju yang dipakainya itu.
“Apa kalian mau melihat mereka dan tidak akan makan?” Rifa melempar pertanyaan itu pada Dathan dan Reno.
Dathan dan Reno menatap Rifa. Kemudian mereka saling pandang. Jika Reno bisa saja langsung ikut sang istri, tetapi jika Dathan, entah pria itu mau ikut apa tidak.
“Ayo.” Dathan pun mengayunkan langkah menuju meja di mana anaknya dan anak Reno sudah duduk manis.
Reno merasa heran kenapa temannya itu tidak mau menghampiri Neta, justru ikut dengannya pergi bersama untuk makan. Dia hanya menatap istrinya sambil menaikkan bahunya. Kemudian mengikuti Dathan menuju ke meja di mana Dathan dan anak-anak berada.
Beruntung Rifa memilih samping meja di mana Neta berada. Hanya saja tempat Dathan terhalang sekat. Sehingga Neta tidak akan tahu keberadaan Dathan. Walaupun terhalang dengan sekat, tetapi suara Neta masih bisa terdengar oleh Dathan yang duduk menikmati makannya.
Di mejanya, Neta menikmati makannya bersama sang manajer dan klien yang pernah diwawancara. Rasanya entah kenapa Neta tidak nyaman, karena sedari tadi pria itu melihat dirinya terus menerus.
__ADS_1
“Kamu terlihat begitu cantik, Neta.” David memuji Neta di tengah-tengah malam.
Sesuai dengan pesan dari Rania yang harus baik pada David, dia pun melakukannya. Neta tersenyum ketika mendapat pujian. “Terima kasih, Pak.”
Dathan yang ada di balik mengeram kesal. Walaupun Dathan tahu jika memang Neta sangat cantik, tetapi saat dipuji orang lain dia tidak rela. Apalagi suara Neta begitu terdengar begitu lembut sekali.
Rifa dan Reno hanya saling pandang. Mereka mengerti sekali jika teman mereka sedang kebakaran. Jika tadi siang baru sepercik api yang membuat panas, kali ini api berkobar semakin besar. Hingga menciptakan kebakaran yang luar biasa.
“Sayang, makan ini.” Rifa memilih untuk fokus membantu Loveta untuk membantu makan. Dia mengambilkan makanan untuk Loveta.
“Terima kasih, Aunty.” Loveta tersenyum manis.
Suara Loveta yang terdengar ke tempat Neta, membuat sejenak Neta menghentikan makannya. Entah kenapa dia merasa suara itu serasa tidak asing sama sekali. Suara itu terdengar seperti suara Loveta. Suara khas Loveta terdengar riang dan manja. Hal itu memang terngiang di telinga Neta.
“Ada apa?” David yang melihat yang tampak melihat ke sekeliling.
“Tidak apa-apa, Pak.” Neta tersenyum. Dia kembali melanjutkan kembali makannya. David tampak menganggukkan kepalanya. Dia masih memandangi Neta terus. Sejak awal dia memang sudah menyukai gadis di depannya itu. Apalagi ditambah gadis itu dapat menciptakan citra yang baik untuknya. Karena itulah dia sengaja mengundang. Jika David bisa dekat, Neta pastinya bisa membuatkan berita untuknya dan dapat membuat perusahaannya semakin baik.
“Bu Rania sudah punya keluarga?” David mengisi keheningan di meja makan dengan mengobrol.
“Kebetulan sudah, Pak. Saya sudah menikah dan memiliki dua anak.” Rania tersenyum.
“Wah … senang bisa berkeluarga dan memiliki anak. Saya juga berharap kelak bisa mendapatkan pasangan hidup.” David tertawa kecil.
“Pak David belum punya pasangan?” Rania menimpali ucapan David.
__ADS_1
“Kebetulan belum, Bu.” David menoleh ke arah Neta. Dia harap ucapannya dipahami oleh Neta.
“Padahal Pak David begitu tampan. Siapa tidak kenal dengan David Mahendra? Harusnya para wanita sudah mengantre.” Rania tersenyum ketika memuji David. “Bukan begitu, Neta?” Dia menatap Neta. Memberikan kode untuk Neta menimpali ucapannya.
Neta menatap sang manajer. Dia paham betul apa yang dimaksud oleh sang manajer. “Betul. Pak David begitu tampan. Tentu saja banyak wanita yang mendekati.” Dia pun ikut menimpali. Neta sendiri sudah dengar banyak gosip tentang David. David sering sekali terkena skandal dengan para artis. Jadi tentu saja beritanya selalu heboh.
“Banyak wanita yang mau mendekati aku, tetapi tidak ada yang tulus. Semua datang hanya untuk memanfaatkan kesuksesanku.” David menatap Rania kemudian beralih pada Neta. “Sebenarnya aku suka wanita-wanita sederhana sepertimu, Neta, tetapi sayangnya yang mendekati aku adalah wanita-wanita dengan kemewahan.” Dia menatap Neta.
Neta terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Karena tidak punya jawaban, dia memilih untuk menjawab dengan senyuman.
Dathan di seberang sana sudah mengeram kesal. Dia benar-benar kesal dengan yang baru saja di dengar. Walaupun suaranya itu lirih, tetapi masih jelas terdengar di telinganya. Apalagi, dia memasang telinganya dengan baik. Agar bisa mendengarkan pembicaraan Neta.
Reno melihat jelas wajah kesal Dathan. Temannya itu justru tidak makan dan sibuk mendengarkan obrolan di balik sekat. Dia yang ikut mendengarkan pembicaraan itu tadi pun akhirnya menemukan kepingan ingatannya. Dia mengenal baik siapa David Mahendra itu.
“Than,” panggil Reno.
“Apa?” Dathan menatap temannya yang mengajaknya bicara itu.
“Aku ingat siapa pria itu.” Reno pun menyampaikan apa yang ditemukannya.
“Siapa?” Dathan begitu penasaran sekali dengan pria yang bersama Neta itu.
“Dia adalah pengusaha tekstil. Terakhir aku dengar dia memiliki skandal dengan para artis.” Reno pun menceritakan hal itu. Dia yang tadi mendengar jelas David sedang merayu Neta. Jadi Reno takut jika Neta akan jatuh ke perangkap David.
Dathan yang mendengar itu membulatkan matanya. Dia langsung berdiri.
__ADS_1