Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Dijodokan


__ADS_3

Neta menghampiri Shea, dr.Lyra, Chika dan Selly. Neta langsung menyalami satu per satu dari mereka bertiga.


“Apa kabar?” Shea menyapa Neta. Terakhir bertemu Neta di pesta pernikahannya. Sejak itu, dia belum bertemu lagi.


“Baik.” Neta tersenyum.


“Bagaimana keadaanmu. Masih mual?” Dr. Lyra menatap Neta. Walaupun kali ini dia di sini bukan sebagai dokter kandungan Neta, tetapi dia ingin tahu.


“Kamu hamil?” Shea membelai perut Neta yang masih rata.


“Iya, sudah berjalan dua bulan.” Neta menjawab pertanyaan Shea terlebih dahulu. Kemudian mengalihkan pandangan pada dr. Lyra. “Mualnya sudah berkurang. Karena itu sekarang mulai bisa beraktivitas lagi.” Neta tersenyum. Memang beberapa waktu ini dia sudah mulai beraktivitas kembali.


“Jaga diri baik-baik jika masih hamil muda.” Selly ikut membelai lembut perut Neta.


“Tentu saya akan lebih hati-hati.” Neta tersenyum.


Mereka berempat mengobrol tentang kehamilan. Neta mendengar jika cucu Shea dan Selly juga kembar. Hal itu membuat Neta gemas. Tak sabar menunggu anaknya lahir. Pasti akan sangat seru sekali.


“Bagaimana nanti anakmu dijodohkan dengan cucuku. Pasti lucu sekali.” Shea tertawa membayangkan hal itu.

__ADS_1


“Kamu ini, anak Neta saja belum lahir.” Selly menepuk bahu adik iparnya itu.


“Tidak apa-apa. Sebelum lahir, aku lamar


dulu. Jadi kelak tidak akan dimiliki siapa-siapa.” Shea dengan polosnya menjawab seperti itu.


“Mana bisa begitu. Saat anak Neta lahir umur Kean dan Lean enam tahun. Jadi nanti jarak mereka nanti enam tahun.” Chika mengomentari temannya itu.


“Tidak masalah. Buktinya Neta dan Dathan berjarak cukup jauh. Asyik-asyik saja.” Shea merasa jika hitungannya cukup saja.


“Dasar.” Dr. Lyra tersenyum.


Neta hanya tersenyum melihat aksi grandma-grandma di depannya. Mereka heboh sendiri membahas anaknya yang belum lahir. Terdengar lucu, tetapi Neta menikmati obrolan itu.


Mereka mengobrol tentang bisnis. Tentu saja itu membuat obrolan mereka begitu seru sekali.


“Permisi, apa Anda Dathan Fabrizio?” Seorang wanita menyapa Dathan.


Dathan melihat wanita menyapanya. Dia memerhatikan wajah wanita itu. Dathan belum pernah bertemu dengan wanita tersebut.

__ADS_1


“Iya, maaf Anda siapa?” Dathan merasa tidak kenal. Jadi tentu saja dia bertanya.


“Saya Lily-pemilik salon beauty. Saya pernah melihat Anda di majalah bisnis. Tidak disangka bisa bertemu langsung.” Wanita itu tampak begitu senang ketika melihat Dathan.


Inilah yang Dathan tidak suka dari wawancara. Banyak orang yang mengenalinya. Namun, jika dibandingkan dengan dirinya yang mendapatkan Neta, tentu saja sebanding.


“Iya, saya Dathan.” Dathan pun mengangguk.


“Wah ... kebetulan sekali. Orang tua saya fans Pak Dathan. Jadi saya akan kirimkan foto jika saya bertemu dengan Pak Dathan.” Wanita itu langsung mengeluarkan ponselnya. Karena tidak ada yang memotret, dia mengambil foto selfi.


Gerakan cepat wanita itu membuat Dathan jadi tidak bisa menolak. Apalagi di tempat umum, pasti wanita itu malu ketika ditolak. Dathan akhirnya menuruti wanita itu untuk foto. Walaupun dia menjaga jaraknya.


“Terima kasih. Pasti papa senang bisa melihat Anda.” Wanita itu begitu girang sekali. Mendapati foto Dathan.


“Sama-sama.” Dathan hanya bisa pasrah. Wanita itu datang secara tiba-tiba. Jadi wajar saja jika dia tidak bisa menolak.


Wanita itu segera pergi setelah mendapatkan apa yang diinginkan.


Dathan melihat ke sekeliling ketika wanita itu pergi. Memastikan jika sang istri tidak melihatnya. Alangkah terkejutnya ketika melihat sang istri yang sedang menatapnya.

__ADS_1


“Sepertinya kamu akan dapat masalah.” Bryan mengomentari Dathan saat melihat dari kejauhan istri Dathan yang sedang melihat ke arah Dathan.


Dathan menelan salivanya. Neta menatapnya dengan tatapan yang begitu mengerikan. Jadi dia cukup takut. Namun, Dathan ingat, jika Neta bukan pencemburu. Jadi dia tidak akan kena masalah kali ini. Tanpa Dathan sadari, jika orang bisa berubah ketika hamil.


__ADS_2