Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Boneka Aunty Neta


__ADS_3

Mobil Arriel melaju menuju ke puncak. Rencananya dia akan mengajak Loveta untuk ke kebun binatang. Arriel begitu bersemangat sekali.


“Sayang, kenapa bawa boneka seperti ini, boneka dari Mama kan lebih bagus.” Arriel yang melihat boneka yang dibawa anaknya, merasa heran.


“Boneka Mama tidak bisa dipeluk saat tidur.” Loveta mempraktekkan sambil memeluk bonekanya.


Arriel terdiam. Boneka yang diberikan adalah boneka barbie. Jadi jelas tidak bisa dipeluk. Dibanding boneka yang dipeluk Loveta, tentu saja boneka itu bisa dipeluk.


“Baiklah, nanti lain kali Mama akan belikan boneka seperti ini yang bisa dipeluk.” Arriel tersenyum. Dia baru sadar jika anaknya sesederhana itu. Padahal jika dinilai, bonekanya jauh lebih mahal.


Loveta tersenyum dan mengangguk.


“Ini papa yang beli.” Arriel mencoba menebak siapa yang membelikan boneka tersebut.


“Bukan, ini dari Aunty Neta.” Loveta menjelaskan sambil memeluk bonekanya.


Sejenak Arriel terdiam. Nama itu asing di telinganya. Arriel sering mendengar anaknya menyebutkan nama, tetapi hanya Reno dan Rifa yang sering disebut. Nama Neta belum pernah disebut. Namun, sejenak dia teringat jika Dathan memiliki kekasih. Jadi bisa jadi itu adalah nama kekasih Dathan.


“Aunty Neta siapa?” Arriel mencoba menggali cerita dari anaknya.


“Aunty Neta itu orang yang Lolo tabrak. Lolo yang bawa minum tumpah di baju Aunty Neta. Baju Aunty Neta basah jadi papa beli baju untuk Aunty.” Lolo justru menceritakan pertemuannya dengan Neta.

__ADS_1


Arriel benar-benar bingung memahami cerita anaknya. Untuk sesaat dia mencoba mencerna. Saat mendapati jika itu adalah pertemuan pertama dengan Neta, membuat Arriel ragu jika itu adalah kekasih Dathan.


“Lolo pergi dengan Aunty Neta dan papa?” tanya Arriel memastikan.


“Iya, semalam Lolo pergi bermain di mal bersama Aunty Neta. Bermain perosotan dengan Aunty Neta dan papa. Aunty Neta bermain permainan koin, lalu dapat boneka.” Loveta bercerita dengan penuh semangat.


Arriel merasa tidak terima ketika melihat jika bonekanya dibandingkan boneka hadiah dari pemainan koin.


“Papa ikut main?” Arriel memastikan pada anaknya.


“Iya, papa merosot dan masuk ke bola-bola.” Loveta tertawa membayangkan akan hal itu.


Arriel semakin tercengang. Dia hapal betul jika Dathan tidak pernah mau bermain dengannya ketika dirinya bersama dengan anaknya. Saat bersamanya dan Loveta, dia tampak begitu dingin. Hanya bicara seperlunya dan memilih mengawasi mereka saja.


Arriel terperangah ketika mendengar cerita Loveta. “Kapan?” tanyanya memastikan.


“Emmm … sabtu … terus minggu.” Loveta menjawab pertanyaan mamanya.


Arriel menebak jika Dathan mengajak anak dan kekasihnya minggu kemarin, ketika dia bilang jika berlibur dengan anaknya. Arriel pikir Dathan berlibur sendiri seperti biasanya, tetapi ternyata Dathan pergi dengan kekasihnya.


“Lolo tidur dengan siapa?” Mauren yang duduk di kursi depan menoleh ke arah belakang. Sedari tadi dia mendengarkan cerita dari Loveta. Hal itu tentu saja membuat Mauren tertarik mendengarkan cerita Loveta.

__ADS_1


Arriel melirik malas pada temannya itu. Di saat seperti ini dia justru bertanya seperti itu. Seperti menyiram bensin ke bara api yang sedang membara.


“Lolo tidur dengan papa dan Aunty Neta.” Dengan polosnya Loveta menjawab.


Arriel semakin membulatkan matanya. Dia benar-benar terkejut ketika melihat jika ternyata Dathan menginap dalam satu tempat dengan anaknya dan kekasihnya. Entah kenapa tiba-tiba Arriel kesal.


Kenapa dia melakukan itu? Apa dia tidak berpikir jika ada anaknya ketika sedang berduaan dengan kekasihnya? Apa dia tidak berpikir anaknya akan berpikir yang tidak-tidak pada papanya?


Pertanyaan itu menghiasi kepala Arriel. Dia merasa tidak terima dengan sikap Dathan yang tidak bisa menahan diri di depan anaknya.


Arriel berusaha untuk tetap tenang. Tak mau memperlihatkan kekesalannya di depan Loveta. “Lolo senang pergi dengan papa dan Aunty Neta?” Dia bertanya sambil membelai lembut rambut Loveta.


“Suka. Aunty Neta baik sekali. Dia menyuapi Lolo. Memandikan Lolo. Mengikat rambut Lolo.” Loveta tersenyum. Dia mengungkapkan apa yang dilakukan Neta. Dia memang menyukai semua yang dilakukan Neta.


Arriel tidak menyangka jika ternyata Loveta sudah sedekat itu dengan kekasih Dathan. Rasanya, dia tidak rela anaknya sedekat itu dengan Loveta. Dia mau anaknya hanya dekat dengannya.


Aku harus buat Loveta menyukai aku. Nyaman denganku. Aku tidak mau berbagi cinta anakku dengan yang lain.


Rasa tidak terima mulai muncul di hati Arriel. Dia merasa tidak mau kalah dengan mantan Dathan yang bisa sedekat itu, padahal belum lama mereka bertemu.


Arriel membelai lembut rambut Loveta. “Mama akan menyuapi Lolo, Mama juga akan memandikan Lolo, dan Mama akan mengikat rambut Lolo. Lolo mau?” Arriel menatap anaknya lekat. Senyumnya menghiasi wajahnya.

__ADS_1


“Mau-mau.” Loveta bersemangat menjawab.


“Baiklah, sekarang kita akan bersenang-senang berdua.” Arriel tersenyum sambil memeluk anaknya. Dia akan membuat anaknya menyayanginya. Tidak akan memberikan ruang untuk orang lain.


__ADS_2