
Neta baru saja selesai bersiap. Wajahnya dipoles tipis-tipis saja karena sang suami melarangnya untuk tidak berdandan berlebihan.
Neta mengecap-ngecapkan bibirnya yang berlapis lisptik nude. Neta memastikan jika lipstik tersapu sempurna di bibirnya.
Dathan masuk ke kamar untuk mengecek istrinya. Sejak tadi, dia sudah menunggu sang istri. Jadi dia memanggil sang istri agar bisa segera berangkat.
Saat masuk, Dathan disuguhkan dengan pemandangan istrinya yang begitu menggoda sekali. Dengan gaun berwarna merah, istrinya tampak seksi. Padahal dia sudah berpesan untuk tidak dandan berlebihan.
“Sayang, aku sudah bilang jangan dandan terlalu berlebihan.” Dathan melemparkan protes.
Neta langsung mengalihkan pandangannya pada kaca. Melihat penampilannya malam ini. Dia sudah memoles wajahnya polos. Bagaimana bisa dia tampil berlebihan.
“Make up aku tidak berlebihan.” Neta memerhatikan wajahnya. Dia jelas melihat jika dirinya tidak berlebihan.
“Lihat, bajumu merah dan terlihat begitu seksi sekali.” Dathan merasa jika sang istri terlihat menggoda dengan gaun merah. Hal itu yang membuat Dathan takut sang istri digoda oleh yang lain.
Akhirnya Neta tahu apa yang membuat sang suami mengatakan jika dirinya berlebihan. Ternyata karena gaun yang dipakainya.
“Sayang, kamu lihat saja. Ini begitu tertutup. Jadi jelas ini tidak berlebihan. Hanya warnanya saja yang merah. Lagian aku memakai ini agar sama dengan Cinta.” Neta pun memberikan alasan yang masuk akal. Mengingat Loveta juga mengenakan gaun berwarna merah juga.
“Tapi—“
“Papa.” Suara Loveta terdengar ketika Dathan sedang berbicara.
Pintu terbuka. Tampak Loveta berada di balik pintu. Neta dan Dathan pun mengalihkan pandangan pada Loveta. Mencari tahu kenapa gadis kecil itu memanggil.
“Papa-Mami. Kenapa lama sekali? Ayo cepat berangkat.” Loveta sudah menunggu terlalu lama. Jadi dia tidak sabar ingin berangkat.
“Sabar, Cinta.” Dathan menenangkan sang anak.
“Ayo, Cinta. Mami sudah siap.” Neta mengambil kesempatan untuk lolos dari sang suami. Dia takut jika nanti diminta oleh sang suami untuk berganti baju. Dengan langkah cepat, Neta meraih tas tangan dan segera menghampiri Loveta. Mengulurkan tangan pada Loveta. Mengajak anaknya itu untuk segera berangkat.
__ADS_1
Dathan hanya terperangah melihat sang istri. Karena sang istri sudah keluar. Tentu saja itu membuat Dathan tidak bisa meminta sang istri untuk berganti pakaian. Rasanya Dathan kesal jika melihat istrinya begitu cantik.
“Sepertinya aku punya dua perempuan yang harus dijaga.” Dathan hanya bisa menggerutu kesal.
“Papa, ayo berangkat.” Suara Neta terdengar dari luar. Di luar sana Neta tertawa bersama dengan Loveta. Karena memanggil Dathan.
Dathan yang mendengar suara Neta, hanya bisa mendengkus kesal. Istrinya senang sekali menggodanya. Mau tidak mau, akhirnya dia segera keluar. Menyusul anak dan istrinya.
Dathan, Neta, dan Loveta segera berangkat. Menggunakan mobil, Dathan menuju ke restoran. Dathan sudah memesan tempat khusus untuk makan malam mereka semua.
Dathan, Neta, dan Loveta datang lebih awal. Privat room yang dipesan Dathan. Ini agar mereka lebih leluasa untuk mengobrol. Apalagi ada anak kecil. Jadi tentu saja, Dathan ingin memberikan tamunya agar lebih nyaman.
Ruangan dengan meja bulat itu dikelilingi dengan kursi empuk sebanyak lima kursi dan satu kursi khusus untuk balita. Itu sesuai dengan jumlah orang yang datang. Makanan juga sudah disiapkan untuk tamu. Tinggal disajikan ketika tamu datang.
Sambil menunggu mereka memesan minuman. Menikmati minuman sambil bercerita. Dathan tidak tahu banyak tentang Kafa. Jadi dia menanyakan pada istrinya. Meminta sang istri menjelaskan tentang Kafa.
Neta menjelaskan jika istri Kafa dulu model. Sampai sekarang pun dia masih menekuni hal itu. Justru sekarang lebih sering pemotretan dengan sang anak.
Neta melihat istri Kafa yang begitu cantik. Rambutnya di-curly dengan gaun putih. Dulu pertama kali melihat skandal dari Kafa, Neta mengingat jika Flo berambut pendek. Kini rambut Flo sudah begitu panjang sekali. Flo juga lebih cantik dibanding dilihat dari majalah. Tampak begitu serasi dengan sang suami yang tampak rapi dengan jas birunya. Sepatu convers, supermodel itu tampak formal, tapi santai.
“Selamat malam, Fa.” Dathan menyambut sambil mengulurkan tangannya.
“Selamat malam juga, Pak Dathan.” Walaupun Dathan meminta untuk memanggil namanya, dia tidak bisa. Mengingat Dathan berumur lebih tua dibanding dirinya.
Kafa langsung beralih ke istrinya. “Kenalkan ini istriku. Namanya Flo.” Dia memperkenalkan sang istri pada Dathan dan Neta.
Dathan mengulurkan tangannya. “Dathan.”
“Flo.” Flo tersenyum manis pada Dathan. Kemudian mengalihkan uluran tangannya pada Neta. “Flo.” Dia kembali memperkenalkan diri. Flo melihat Neta begitu cantik. Hingga di dalam hatinya, dia memuji
“Neta.” Neta yang menerima uluran tangan segera memperkenalkan diri.
__ADS_1
Neta beralih pada seorang bayi yang berada di stroller. Neta melihat seorang bayi laki-laki-laki yang begitu tampan. Neta sudah sering melihat supermodel kecil itu, karena wajahnya wara-wiri di majalah. Dia seolah menuruni profesi sang papa.
“Hai, lihatlah dia begitu tampan sekali.” Neta membelai lembut wajah Baby Kai. Ternyata Baby Kai jauh lebih menggemaskan dari yang dilihatnya di foto.
“Adek ....” Loveta tak kalah semangat melihat Baby Kai. Tangannya langsung memainkan tangan Baby Kai.
“Ini anak Pak Dathan?” tanya Kafa.
“Iya.” Dathan mengangguk. “Cinta, salam dulu.” Dia meminta sang anak memberikan salam.
Loveta langsung memberikan salam dan juga mencium punggung tangan Kafa dan Flo.
“Siapa nama kamu?” Flo bertanya dengan lembut.
“Nama aku Loveta, dipanggil Lolo, tapi papa dan mami memanggil Cinta.” Dia menjelaskan pada Flo.
“Cantik namanya.” Flo tersenyum.
“Adik kecil siapa namanya?” Mata kecil yang begitu bening milik Loveta menatap Flo penasaran.
“Kaili Adelio Syailendra. Dipanggil Kai.” Flo menjelaskan anaknya yang berusia dua tahun.
“Kai.” Loveta memanggil Kai.
Kai yang melihat Loveta justru girang sekali. “Kakakak.” Dia memanggil Loveta dan berusaha untuk turun dari stroller.
Flo yang melihat hal itu langsung melepaskan Kai dari sabuk pengaman yang berada di stroller. Bayi kecil itu memang sudah bisa jalan. Jadi dia tidak akan betah berlama-lama di dalam stroller.
“Ayo, silakan duduk.” Dathan yang melihat acara perkenalan selesai, segera mengajak untuk bersama-sama menikmati makan malam.
Mereka bersama-sama menuju ke meja makan. Kai digandeng oleh Loveta dan Flo. Bayi kecil itu begitu senang sekali. Kai memang bayi yang mudah sekali akrab. Karena itu, saat ikut pemotretan, dia tidak pernah rewel ketika bertemu dengan orang banyak. Mungkin karena seringnya papa dan mamanya membawa ke tempat ramai.
__ADS_1
Mereka semua duduk di kursi yang disediakan. Dathan duduk di samping Kafa, Kai dan Loveta bersebelahan karena mereka asyik bercengkrama, sedangkan Neta dan Flo mengapit anak-anak mereka dan duduk di samping para suami.