Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Mama Liam


__ADS_3

Mereka semua segera masuk. Dathan dan Neta tersenyum ketika melihat wanita yang juga baru datang. Mereka sama-sama masuk ke panti asuhan.


“Perkenalkan nama saya Marlene Julia.” Wanita yang merupakan mama dari Liam itu memperkenalkan diri.


Julia, biasa orang memangilnya begitu. Dia sangat fasih berbahasa Indonesia. Cukup lama tinggal di Indonesia membuatnya dapat berbahasa Indonesia dengan lancar.


“Saya Bu Kania, pemilik panti asuhan ini.” Bu Kania mengulurkan tangannya. “Ini Neta, anak saya, dan itu adalah suaminya.” Bu Kania memperkenalkan Neta.


“Neta.” Neta mengulurkan tangannya.


“Dathan.” Bergantian Dathan mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri.

__ADS_1


Mereka semua segera duduk di kursi yang berada di ruang tamu. Bu Kania berbasa-basi lebih dulu untuk mempersilakan tamunya meminum minumannya. Sebelum akhirnya melanjutkan obrolan.


“Apa Bu Kania sudah mengatakan pada Liam jika saya akan menjemput?” Julia menatap Bu Kania.


“Sebelumnya saya minta maaf. Saya belum katakan apa pun pada Liam. Sebelum saya mengatakannya. Memang saya ingin memastikan lebih dulu pada Anda beberapa hal.” Bu Kania memang tidak akan melepaskan Liam begitu saja. Apalagi belum banyak informasi yang didapatkannya.


“Apa bukti yang saya berikan belum jelas? Liam adalah anak saya.” Julia mencoba menjelaskan.


“Kami sudah melihat bukti yang Anda berikan. Bukti itu memang menunjukkan Liam adalah anak Anda. Lalu apa Anda bisa buktikan siapa papanya atau ke mana perginya papanya?” Neta akhirnya turun tangan. Karena dia sudah tahu tentang Liam dari suaminya, jadi dia punya pedoman.


“Apa papa Liam adalah Josep Smith?” Dathan yang melihat reaksi Julia memilih langsung menembak dengan pertanyaan tersebut.

__ADS_1


Julia membulatkan matanya. Dia begitu terkejut ketika mengetahui jika orang-orang tahu perihal itu.


Bu Kania memilih diam. Kemarin dia sudah menyerahkan pada Neta dan Dathan. Dia berpikir mungkin Neta dan Dathan sudah mendapatkan informasi karena itu mereka bertanya seperti itu.


“Bagaimana kalian tahu?” tanya Julia menatap Dathan dan Neta. “Apakah kalian mengenal? Tolong jika kalian kenal, jangan beritahu keberadaan kami di sini.” Seketika Julia takut. Dia sudah berusaha menutup masa lalunya, jadi tidak mau sampai bertemu dengan mantan suaminya itu.


“Jika Anda tidak mau kami memberitahu, jadi tolong katakan apa yang terjadi dan bagaimana bisa Anda sampai membuat Liam berada di panti asuhan?” Neta menatap Julia dia hanya ingin tahu secara langsung.


Julia mengembuskan napas. Dia harus mengorek luka lama yang disimpannya sejak dulu jika menceritakan semua. Namun, dia mau mendapatkan anaknya. Jadi tentu saja, dia akan menceritakannya.


“Dulu, kami ke sini pertama kali setelah kami menikah. Di sini kami membangun usaha restoran. Kami berjuang agar restoran laris, dan akhirnya dalam waktu setahun saja restoran kami sangat terkenal. Sayangnya saya hamil. Dari situ mulai saya melepaskan pekerjaan dan menyerahkan semua pada Josep. Saya sibuk mengurus Liam. Sampai pada saat itu saya tahu jika Josep menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia segera menceraikan saya. Usaha yang kami bangun bersama pun dibawanya. Tanpa belas kasihan dia mengusir kami tanpa membawa apa-apa. Saat itu saya berpikir kembali ke Italia adalah jalan satu-satunya. Saya menjual perhiasan yang masih melekat. Sayangnya, uang tidak cukup. Hanya bisa membeli satu tiket saja. Saat itu saya dilema sekali. Bingung harus berbuat apa. Hingga akhirnya membawa Liam ke taman hiburan. Di taman hiburan, saya melihat dari kejauhan Bu Kania, dan memutuskan meninggalkan Liam di dekat Bu Kania.” Julia menangis. Merasa terluka ketika mengingat perjalanan pahit tersebut.

__ADS_1


Bu Kania memberikan tisu pada Julia agar menghapus air mata di wajahnya.


“Saya sengaja membuat Liam seolah terpisah. Karena saya merasa tidak sanggup jika berpamitan. Jika saat itu saya bisa membawanya, tentu saja saya akan membawanya, tapi saat itu uang saya tidak cukup. Saya tidak punya siapa-siapa di sini. Jadi itu adalah jalan terbaik yang saya ambil.”


__ADS_2