Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Mandi Malam


__ADS_3

“Sayang, jangan menyiksa aku seperti itu. Aku mana bisa tidur tanpa kamu.” Dathan menatap penuh harap pada sang istri. Dia jelas pasti tidak akan bisa tidur sendiri.


“Terserah kamu.” Neta membuang muka.


Dathan berusaha tetap tenang. Meyakini jika sang istri melakukan itu karena sedang hamil. Jadi tentu saja itu harus dimaklumi.


“Kenapa kamu tidak mau dekat dengan aku?” Dathan menatap sang istri yang sedang tidak mau melihatnya.


“Aroma parfummu tercampur dengan aroma parfum wanita lain.” Neta mengungkapkan apa yang menjadi alasannya tidak mau dekat-dekat dengan sang suami.


“Sayang, kalau hanya itu, aku bisa mandi. Jadi jelas wanginya akan hilang. Jangan biarkan aku tidur sendirian.” Dathan merasa ada solusi untuk masalahnya ini. Jadi tentu saja dia tetap bisa tidur dengan sang istri.


Neta menimbang-nimbang apa yang dikatakan sang suami. “Baiklah, pergi mandi sana. Aku tidak mau aroma wanita lain di tubuhmu.”


“Baiklah, aku akan mandi. Jika perlu aku akan menggosok sebanyak tujuh kali. Apa perlu aku petik bunga di taman?” Dengan polosnya Dathan bertanya.


“Jangan, itu bunga anggrek. Harganya mahal. Aku merawatnya dengan baik. Kamu mau gunakan untuk mandi. Kamu pikir itu bunga mawar.” Neta menatap sang suami kesal.

__ADS_1


“Sama saja. Yang jelas bunga. Semakin bunganya mahal, aroma tubuhku pasti semakin wangi.” Dathan mengendus seolah sedang mencium aroma bunga mahal.


Neta menautkan kedua alisnya. Merasa aneh dengan sang suami. “Sudah-sudah, pakai sabun saja. Itu sudah cukup.” Neta tidak mau merelakan bunga yang dirawatnya selama di rumah dipakai mandi bunga oleh sang suami.


“Baiklah, kalau begitu aku tidak jadi mandi bunga malam-malam, cukup mandi sabun malam-malam saja.” Dathan segera mendaratkan kecupan di pipi sang istri. Kemudian berlalu pergi ke kamar mandi.


Neta hanya menekuk bibirnya saja. Suaminya selalu bisa meluluhkan dirinya yang kesal. Sambil menunggu sang suami yang sedang mandi, Neta segera membersihkan wajahnya dan berganti baju. Dia ingin segera beristirahat. Berdiri di pesta tadi membuatnya kelelahan.


Satu jam berlalu. Dathan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di pinggangnya. Neta yang sedang membaca, melihat sang suami yang baru keluar dari kamar mandi. Sang suami sudah seperti perempuan yang mandi begitu lama. Namun, dia tahu sang suami melakukannya untuk menghilangkan aroma parfum wanita di pesta tadi.


Dathan segera memakai celana pendek. Dengan membawa kaos polosnya, dia menghampiri sang istri.


Neta yang diminta mengecek aroma parfum pun segera mengecek. Dia mengendus tubuh sang istri. Mencium aroma tubuh sang suami.


Deru napas sang istri yang terasa di kulit membuat Dathan melenguh. “Sa-yang.” Dia memanggil sang istri dengan sedikit mendesah. Aliran darahnya seketika berpusat pada area bawah. Selancar itu hingga secepat itu tanda-tanda kebangkitan muncul.


“Diamlah, aku cek dulu.” Dari dada Neta berangsur pada leher sang suami. Memastikan jika tidak ada aroma yang tertinggal.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Neta benar-benar membuat Dathan tak kuasa. Hingga membuatnya mendesah.


“Sudah selesai.” Neta menjauhkan tubuhnya. Merasa jika aroma wanita itu sudah tidak tercium lagi.


“Kata siapa selesai.” Dathan mengunci sang istri dengan memeluknya. Sang istri sudah membuatnya mendesah tak karuan. Jelas harus ada yang dituntasnya.


“Aromanya sudah tidak ada. Jadi selesai.” Neta menatap sang suami.


“Kamu mengendus aroma parfum atau sedang menggodaku?” Dathan tidak mau melepaskan sang istri.


“Siapa yang menggoda?” Neta mengelak dengan tudahan sang suami.


“Apa seperti ini tidak menggoda?” Dathan melakukan hal yang sama dengan sang istri. Mengendus aroma tubuh sang istri dan memberikan sensasi geli.


“Saa-yang.” Akhirnya Neta tahu apa yang dimaksud sang suami. Sang suami merasa terangsang ketika dirinya mengendus tadi. Hal yang sama pun dirasakannya.


“Iya, aku di sini.” Dathan perlahan mendaratkan kecupan.

__ADS_1


Lenguhan Neta jelas terdengar menggema di telinga Dathan. Hingga tak kuasa membuat Dathan membungkam mulut sang istri.


Pertemuan dua bibir itu tentu saja mengantarkan mereka pada pencarian kenikmatan. Seperti yang lalu, kali ini Dathan pun melakukan dengan perlahan. Melakukan dengan lembut, agar bayi dalam kandungan mereka aman.


__ADS_2