
Dathan dan Neta memutuskan untuk segera kembali ketika mendengar jika Leo kemarin dirawat di rumah sakit, karena tangannya keseleo. Namun, sekang Leo sudah dibawa pulang. Jadi alhasil Neta dan Dathan memutuskan pulang karena ingin ke rumah Leo. Menjenguk Leo yang sakit.
Saat sampai mereka disambut oleh orang tua Leo. Kedua orang tua Leo memang sengaja menunggu Dathan yang datang.
“Selamat siang, Pak Dathan.” Papa Leo mengulurkan tangannya. Josep Smith seorang pengusaha restoran ternama di ibu kota. Restoran mewah itu selalu menjadi pilihan pengusaha untuk mengadakan rapat atau hanya sekadar makan siang bersama. Josep Smith adalah pria asli Italia yang sudah menetap lama di Indonesia. Jadi masakan yang disajikannya tentu saja autentik masakan Italia.
“Selamat siang, Pak Josep.” Dathan menerima uluran tangan papa Leo itu.
“Maafkan saya baru tahu.” Neta merasa tidak enak sekali karena justru dirinya baru menjenguk. Padahal anaknyalah yang membuat anak orang lain terluka.
“Tidak apa-apa. Lagi pula kamu juga kemarin sibuk mengurus acara pernikahan. Jadi kami tidak memberitahu.” Sabela atau biasa dipanggil Bela tersenyum pada Neta. Jika suaminya asli keturunan Italia, Bela asli keturunan Indonesia. Jadi Leo memiliki darah campuran Indonesia-Italia.
“Aunty, Lolo minta maaf karena Lolo, Leo sakit.” Loveta merasa bersalah. Karena akhirnya Leo justru sakit ketika menolongnya.
“Tidak apa-apa, Sayang. Yang penting Leo sekarang sudah sembuh.” Bela membelai lembut rambut Loveta.
“Ayo masuk.” Bela mempersilakan tamunya untuk masuk.
Mereka semua masuk. Mereka mengobrol sebentar. Menceritakan jika Loveta baru cerita dan mereka baru tahu. Keluarga Leo tidak mempermasalahkan itu. Lagi pula sudah Leo tidak terlalu parah. Bela menceritakan jika lengan Leo hanya terkilir saja, dan beberapa hari tidak boleh banyak melakukan aktivitas berat.
Setelah mengobrol, Neta, Dathan, dan Loveta diantar ke kamar Leo. Melihat keadaan Leo.
__ADS_1
“Leo.” Loveta langsung berlari menghampiri Leo ketika melihat Leo.
“Lolo pelan.” Leo langsung berteriak. Gerakan Loveta yang berlari membuatnya was-was gadis itu akan menyenggol tangannya.
Seketika Loveta berhenti. Dia kemudian melanjutkan langkahnya dengan gerakan slow motion. Gerakannya dibuat selambat mungkin agar tidak menyenggol Leo.
Neta dan Dathan hanya bisa menggeleng. Anaknya benar-benar konyol. Diminta pelan, dia malah melakukan gerakan slow motion.
Bela dan Josep hanya bisa tertawa. Loveta begitu lucu sekali. Leo sering menceritakan banyak tingkah Loveta. Jadi mereka sudah hafal sekali tingkah gadis kecil itu.
“Leonardo Hardin apa kamu tidak apa-apa?” Loveta dengan lembut bertanya pada Leo.
“Aku tidak apa-apa.” Leo menggeleng.
“Tidak apa-apa. Ini sudah sembuh.” Leo menjawab singkat.
Loveta berlari ke arah maminya. Dia mengambil paper bag yang dibawa sang mami. Kemudian kembali pada Leo yang berada di tempat tidur.
“Ini untuk Leo sebagai permintaan maaf Lolo karena buat Leo sakit.” Loveta memberikan paper bag berisi mainan pada Leo.
“Taruh saja di meja. Leo tangannya sakit.” Leo memang bukan tipe pria kecil yang basa-basi. Dia lebih to the point.
__ADS_1
“Tangan Leo yang kiri tidak sakit.” Loveta melihat tangan kiri Leo yang tidak sakit. Jadi dia merasa Leo bisa menerima hadiahnya.
Leo sudah tahu jika Loveta tidak akan mau mengalah. Dengan segera dia menerima hadiah Loveta dengan tangan kirinya. Kemudian meletakkan paper bag di sisi tempat tidur.
“Terima kasih.” Leo menatap Loveta.
“Leo tidak jawab maaf dari Lolo. Leo tidak memaafkan Lolo?” Loveta hanya mendapatkan ucapan terima kasih. Permintaan maafnya belum terjawab.
Leo mengembuskan napasnya. Dia memang harus banyak-banyak bersabar jika dengan Loveta. “Iya, Leo maafkan. Jangan sembarangan lagi. Jangan lari-lari. Nanti Lolo terluka.” Kemarin memang berawal dari Loveta yang berlarian. Ketika hendak jatuh, Leo berusaha menolong alhasil, mereka jatuh berdua.
“Iya.” Loveta merasa bersalah. Jadi tentu mengakui kesalahannya.
Interaksi itu dilihat orang tua Loveta dan Leo. Mereka merasa lucu. Loveta yang over dan tak bisa diam memang selalu lucu bertemu dengan Leo yang dingin bak kulkas lima pintu.
Neta segera menghampiri Leo. Mengucapkan permintaan maaf sekaligus mendoakan Leo agar segera sembuh.
Di saat ibu-ibu menunggu Leo dan Loveta di kamar, para bapak-bapak mengobrol di luar. Bercerita tentang bisnis.
Sekitar satu jam Loveta, Neta, dan Dathan berkunjung. Mereka kemudian berpamitan dengan keluarga Leo.
“Leo cepat sembuh.” Satu kecupan mendarat di pipi Leo.
__ADS_1
Leoa hanya malu-malu ketika dicium Loveta. Temannya itu memang selalu melakukannya secara tiba-tiba. Jadi wajar saja jika dirinya kadang terkejut.
Dathan yang melihat putrinya yang agresif membuatnya semakin sakit kepala. Jika seperti ini jelas anaknya yang perlu dijaga ekstra. Agar tidak semakin agresif saat besar.