
Perawat menuangkan gel ke perut Neta. Gel itu membantu penggunaan alat USG. Loveta yang melihat hal itu pun begitu penasaran sekali. Dia memerhatikan dengan saksama apa yang dilakukan oleh perawat.
“Itu apa?” tanya Loveta. Dia begitu penasaran sekali.
Perawat tersenyum. “Ini gel.”
“Untuk apa?” Begitulah anak-anak. Rasa ingin tahu membuat mereka terus bertanya-tanya.
“Ini agar alat ini bisa mudah bergerak.” Dr. Lyra menjawab sambil menunjukan alat USG.
Loveta mengangguk-anggukkan kepalanya. Mengerti yang dijelaskan oleh sang dokter.
Dr. Lyra kemudian mengarahkan alat USG ke perut Neta. Mengecek kandungan Neta. Semua orang pun fokus pada layar USG, walaupun mereka tidak tahu. Dathan, Neta, dan Loveta begitu penasaran, bagaimana hasil dari alat USG.
Dr. Lyra terus memutar alat USG. Mencari letak rahim Neta. Dathan dan Neta terus saja melihat layar USG. Ada perasaan bahagia yang menyelimuti hati mereka. Walaupun tidak mengerti apa yang tertera di layar USG.
“Sepertinya memang benar Neta hamil.” Dr. Lyra menjelaskan ketika melihat janin yang begitu kecil di rahim Neta.
Neta dan Dathan saling pandang. Kedua mata mereka berkaca-kaca. Merasa begitu bahagia mendapati jika Neta benar-benar hamil.
“Lolo benar-benar mau punya adik.” Dathan memberitahu putrinya.
__ADS_1
“Ye … Lolo mau punya adik.” Loveta begitu bahagia sekali. Begitu senang sekali.
Dr. Lyra segera melanjutkan pemeriksaan. Saat melihat rahim Neta, dr. Lyra melihat dua kantung rahim yang tumbuh. Hal itu membuatnya menyimpulkan jika ada dua janin yang akan berkembang. “Ada dua kantung rahim.” Dr. Lyra menjelaskan pada Dathan dan Neta.
Dathan terperangah mendengar ucapan dari dr. Lyra. “Apa artinya anak kami kembar?” Dia yang penasaran pun segera bertanya.
“Untuk sementara tidak bisa dipastikan. Harus menunggu pemeriksaan bulan depan untuk lebih pastinya. Karena kehamilan kembar bisanya dapat dilihat antara sepuluh minggu kehamilan.” Merujuk pada tanggal terakhir datang bulan yang diberikan Neta, dr. Lyra menghitung jika usia kandungan Neta adalah enam minggu.
Dathan dan Neta hanya bisa saling pandang. Sebenarnya, mereka begitu penasaran sekali. Mengingat jawaban dua katung rahim begitu mengejutkan sekali. Mereka tentu saja akan sabar untuk menunggu untuk mengetahui semuanya.
“Keadaan janinnya baik. Dengan bertambahnya usia, janin akan semakin tumbuh besar.” Dr. Lyra menjelaskan pada Neta dan Dathan.
Neta dan Dathan melihat layar USG. Walaupun mereka tidak jelas melihat, tetapi mereka berdua begitu bahagia sekali. Mereka senang ketika dapat melihat anaknya dari layar USG.
Dr. Lyra hanya bisa tersenyum. Anak-anak memang polos sekali. “Ini hanya gambar, Sayang. Gambarnya memang tidak jelas. Bukan adik bayi hitam.” Dia memberikan pengertian pada Loveta.
“Jadi adik Lolo tidak hitam?” tanya Loveta memastikan.
“Iya, Lolo saja putih. Jadi nanti adiknya juga seperti Lolo.”
Senyum Loveta kembali semringah ketika mendengar jika adiknya tidak hitam seperti di layar. Anak-anak memang terlalu polos mengungkapkan pendapat mereka.
__ADS_1
Dr. Lyra melanjutkan kembali mengerakkan ala USG. “Untuk sementara, kita harus menunggu pemeriksaan bulan depan untuk memastikan jika memang janin yang di kandung Neta itu kembar.” Dr. Lyra menjelaskan pada Dathan dan Neta.
Dathan dan Neta mengangguk. Mereka pastikan akan menunggu bulan depan. Karena mereka begitu ingin tahu tentang anak mereka. Mereka berdua juga pastinya akan menjaga anak mereka di dalam kandungan.
“Yang terpenting, kalian harus menjaga nutrisinya terpenuhi. Agar janin di dalam kandungan tumbuh dengan baik.” Dr. Lyra memberikan nasihat.
Pemeriksaan USG berakhir. Dr. Lyra kembali ke meja pemeriksaan. Dia segera menuliskan resep vitamin pada Neta. Berharap itu nanti akan membantu selama kehamilan. Menitipkan pesan pada Dathan dan Neta agar mereka dapat menjaga dengan baik anak di dalam kandungan. Makan-makanan yang bergizi agar membantu tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Tentu saja Dathan dan Neta akan melakukan hal itu. Apalagi mereka begitu menanti anak mereka tersebut.
Seusai pemeriksaan Dathan, Neta, dan Loveta menunggu vitamin di apotek rumah sakit. Loveta terus memegangi perut sang mami yang masih rata. Begitu penasaran dengan adik bayi yang berada di dalam kandungan.
“Keluargaku tidak ada yang kembar. Apa jangan-jangan keluargamu ada yang keturunan kembar?” Dathan menatap sang istri. Dia begitu penasaran sekali.
Untuk sesaat Neta terdiam. “Aku tidak tahu. Dulu aku ditemukan sejak kecil. Jadi tentu saja aku tidak tahu.” Neta sejak kecil berada di panti. Jadi wajar saja dia tidak tahu.
“Jika benar-benar kembar. Aku senang sekali.” Dathan menarik tangan Neta. Menatap sang istri penuh dengan perasaan haru.
“Kita harus melihat bulan depan. Aku rasa jangan senang dulu.” Neta justru takut Dathan kecewa dengan hasil bulan depan.
“Sekali pun tidak kembar. Itu tidak akan mengurangi rasa bahagia aku.” Dathan tersenyum. Sebenarnya tidak masalah ketika anaknya hanya satu.
__ADS_1
Neta berharap, apa pun hasilnya nanti bulan depan. Itu adalah yang terbaik. Mau kembar atau pun tidak, itu adalah anugerah. Itu adalah kebahagiaan untuk mereka.