
Bu Kania membawa amplop berisi surat yang dimaksud. Neta yang melihat amplop tersebut merasa heran surat apa gerangan itu.
Bu Kania langsung duduk kembali di kursinya. Dia segera menyerahkan amplop tersebut pada Neta.
“Ini apa, Bu?” Neta merasa heran dengan apa yang diberikan.
“Ini adalah surat dari orang tua Liam. Dia mengirim ini menyatakan jika Liam adalah anaknya. Dia memberikan alasan apa yang menyebabkan dia meninggalkan Liam.” Bu Kania menjelaskan sekilas dari isi surat.
Neta yang begitu penasaran segera membuka untuk membaca surat yang diberikan oleh Bu Kania. Di dalam surat itu Neta membaca jika ibu Liam sengaja meninggalkan Liam ketika ada anak-anak dari panti asuhan di taman hiburan. Dia berpikir pasti dengan begitu Liam akan dibawa ke panti asuhan. Orang yang mengaku mama Liam menjelaskan jika melakukan itu semua karena dia bercerai dengan suaminya, tetapi tidak dapat membawa Liam ke Italia karena kendala uang. Karena itu dia sengaja membiarkan anaknya tinggal di panti asuhan. Mama Liam juga meminta maaf karena tidak menitipkan Liam secara baik-baik. Karena dia takut Liam merasa dibuang. Karena itu, dia membuat Liam hanya seolah terpisah dengan ibunya saja.
Di akhir surat, mama Liam berencana membawa Liam kembali ke Italia. Karena itu dia meminta Bu Kania menyiapkan anaknya. Memberitahu jika ibunya akan menjemput. Mama Liam akan kembali menjelaskan lagi pada Bu Kania lagi nanti jika dia datang menjemput.
__ADS_1
Tidak hanya surat, mama Liam juga memberikan copy dokumen dan beberapa foto Liam.
Neta yang membaca surat dan melihat copy dokumen milik Liam serta foto, segera mengalihkan pandangan pada Bu Kania.
“Jadi orang tua Liam akan mengambilnya?” Dia memastikan pada Bu Kania.
“Iya.” Bu Kania mengangguk.
“Apa Bu Kania sudah bilang pada Liam?” Neta memastikan lebih dulu.
Neta mengerti sekali keadaan ibunya. Liam begitu dekat. Apalagi Liam adalah anak yang baik. Jadi tentu saja dia akan merasa kehilangan. Berbeda ketika melepas anak-anak yang dewasa untuk bekerja atau kuliah ke luar kota.
__ADS_1
“Bu, Liam akan baik-baik saja dengan orang tuanya. Siapa tahu ini jalan Tuhan membawa kembali orang tuanya. Jadi paling tidak, dia akan hidup bahagia.”
“Tapi, Ibu harus lihat dulu, Ta. Jika orang tua Liam bukan orang baik, Ibu tidak rela. Jadi Ibu akan mengatakan pada Liam saat orang tuanya datang.” Bu Kania akan dengan memastikan lebih dulu mama Liam sebelum menyerahkan anak asuhnya itu.
“Kapan dia akan datang? Neta akan usahakan untuk ke sini.” Neta tentu saja akan mendukung. Tidak tega jika Bu Kania sendiri.
“Seminggu lagi.” Bu Kania menjelaskan.
“Baiklah, Neta akan ke sini saat dia datang.”
Mereka kembali mengobrol. Dathan meminta dokumen copy itu untuk dicek. Paling tidak agar semua aman. Jadi Liam benar-benar akan jatuh pada orang yang tepat.
__ADS_1
Seusai di panti asuhan cukup lama, Neta, Dathan, dan Loveta segera berpamitan. Apalagi sudah sore, dan Neta harus segera beristirahat.
Sepanjang jalan Loveta terus bercerita tentang apa yang dilakukan dengan Liam. Saat mendengar cerita Loveta, Neta jadi memikirkan, bagaimana perasaan Loveta jika kelak berpisah dengan temannya. Apakah anaknya akan bersedih?