
Pagi ini Dathan bangun lebih awal. Perlahan dia membangunkan sang istri. Semalam Dathan membeli alat tes kehamilan. Rencananya, pagi ini Neta akan mengecek kehamilan dengan tes alat kehamilan.
“Sayang.” Dathan menggoyang-goyangkan tubuh sang istri.
“Em ….” Neta masih mengantuk. Justru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
“Sayang, katanya kamu mau mencoba alat tes kehamilan.” Dathan berbisik pada sang istri. Memberitahu sang istri.
Saat mendengar hal itu seketika Neta membuka matanya. Hal pertama yang dilihat adalah wajah sang suami dengan senyuman. Jantung Neta semakin berdebar ketika mengingat jika dirinya pagi ini akan mencoba alat tes kehamilan. Entah kenapa Neta sedikit takut.
“Ayo bangun.” Dathan mengulurkan tangan pada sang istri. Membantunya untuk bangun.
Neta menerima uluran tangan dari Dathan, kemudian berusaha untuk perlahan bangun dari tempat tidur. Neta masih mengumpulkan nyawanya dengan bersandar pada headboard tempat tidur. Sambil terus memandangi Dathan.
Dathan segera mengambil alat tes kehamilan yang dibelinya semalam. Kemudian memberikannya pada sang istri.
Neta memandangi alat tes kehamilan ini. Dia takut sekali jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Takut hal ini akan mengecewakan suaminya. Karenq tampak Dathan begitu antusias sekali. Sampai-sampai membangunkannya lebih dulu.
“Jika hasilnya negatif. Kamu tidak akan kecewa ‘kan?” tanya Neta menatap sang suami. Memastikan lebih dulu sebelum mencoba.
“Tentu saja tidak.” Dathan mendaratkan kecupan di pipi sang istri. “Kita bisa coba lagi nanti jika memang hasilnya negatif.
__ADS_1
Neta merasa lega karena sang suami tidak akan kecewa. Dengan begini dia bisa mencoba dengan lebih leluasa.
Neta segera menyingkap selimutnya, kemudian menurunkan kakinya di atas lantai berlapis karpet bulu halus. Perlahan, Neta bangun dari tempat tidur. Mengayunkan langkahnya ke kamar mandi.
Dathan ikut bersama dengan Neta yang berjalan ke arah kamar mandi. Tepat di depan kamar mandi, dia memberikan senyuman terbaiknya. Meyakinkan sang istri jika semua akan baik-baik saja.
Melihat senyum Dathan membuat Neta berharap jika nanti hasilnya tidak akan mengecewakan. Ada kabar baik yang akan disampaikannya pada suaminya nanti.
Dengan semangat Neta masuk. Kemudian menutup pintu kamar mandi. Dia malu jika sang suami melihatnya dalam keadaan buang air kecil.
Neta membaca aturan pemakaian. Saat sudah mengerti, dia pun segera melakukan hal seperti yang tertera di kemasan.
Untuk sesaat Neta menunggu garis di dalam alat tes kehamilan berubah. Karena takut, dia memilih untuk memejamkan matanya. Sambil berusaha untuk tetap menenangkan dirinya.
...----------------...
Di depan kamar mandi, Dathan menunggu dengan cemas. Dia begitu berdebar-debar. Menanti apa hasil dari sang istri yang sedang mengecek kehamilan. Walaupun dia siap jika hasilnya tidak sesuai, tetapi dia tetap berharap jika hasilnya positif.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu terbuka juga. Dari balik pintu tampak Neta. Dathan melihat wajah Neta yang tampak datar. Tidak menunjukan ekspresi sedih, tetapi juga tidak menunjukan ekspresi senang. Hal itu tentu saja membuat Dathan begitu penasaran sekali.
“Apa hasilnya?” Dathan ragu-ragu bertanya.
__ADS_1
“Hasilnya ….” Neta menggantung ucapannya. Hal itu membuat Dathan benar-benar penasaran sekali. Dia menunggu sang istri melanjutkan kembali ucapannya. “Hasilnya positif.” Neta melanjutkan ucapannya sambil berteriak. Dia langsung memeluk sang suami. Melampiaskan rasa bahagia.
Dathan langsung menggendong Neta. Membawanya berputar. Dia benar-benar bahagia karena akhirnya buah cinta merek hadir juga di rahim sang istri.
Puas mengajak sang istri berputar-putar, akhirnya Dathan menurunkan tubuh sang istri. Tangannya membelai lembut wajah sang istri. Satu kecupan mendarat di dahi sang istri.
Dathan meraih alat tes kehamilan milik sang istri. Dilihatnya di sana dua garia merah dan itu menandakan jika sang istri kini sedang hamil. Rasanya, Dathan benar-benar bahagia sekali.
“Aku benar-benar bahagia, akhirnya kita akan mempunyai anak.” Dathan begitu terharu. Penantiannya kini berbuah manis. Matanya berkaca-kaca ketika menatap sang istri.
Neta mengangguk. Air matanya tak tertahan dan menetes di pipinya Dia terlampau bahagia. Penantian atas buah cinta mereka kini hadir juga. Tinggal menjaganya dengan baik.
Dathan meminta sang istri untuk duduk di sofa. Kemudian dia bersimpuh tepat di depan sang istri. Tangannya membelai lembut perut sang istri. Menatap perut yang masih rata itu.
“Hai, Sayang, selamat datang. Kami akan menjagamu dengan baik sampai kamu hadir di antara kami.” Satu kecupan mendarat di perut Neta. Ungkapan kebahagiaan bagi mereka.
Neta membelai lembut rambut Dathan. Perasaannya begitu campur aduk. Bahagia dan terharu. Dia berharap anaknya akan sehat di dalam kandungannya. Karena mereka tidak sabar untuk menunggu untuk hadir di tengah-tengah keluarga kecil mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya hadir juga ya. Novel ini cukup panjang. Ga tahu kalian dah muali bosan atau enggak🤣 Semoga sih enggak.
__ADS_1
Setelah ini hanya ada kebahagian kehamilan dan menunggu buat hati Danet lahir. Setelah ini ga ada konflik berat ya ( padahal dari kemarin juga ga berat🤣)
Semoga kalian masih berkenan buat baca. Sampai anak Danet lahir😍