Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Satu Kamar


__ADS_3

Neta, Dathan, dan Loveta masuk ke vila yang berbentuk bulan. Bentuk itu terlihat lucu sekali. Atap kamar terdapat dari jerami membuat tempat terlihat estetik sekali. Saat masuk mereka disuguhi dengan kasur yang berbentuk bulat. Sama persis dengan bentuk bangunan.


Dathan langsung menaruh koper di sudut ruangan. Kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa.


“Wah … tempat tidurnya lucu.” Loveta langsung naik ke atas tempat tidur.


Neta tersenyum melihat aksi Loveta. Terlihat begitu mengemaskan sekali. Dia pun bergabung dengan Loveta. Tempat tidur yang berbentuk bulat itu memang terlihat menarik perhatiannya.


“Papa, nanti Lolo mau tempat tidur seperti ini.” Loveta mengungkapkan keinginannya.


“Katanya mau yang berbentuk love?” Dathan mengingatkan pada anaknya, tentang permintaannya tersebut.


“Oh … iya, Lolo mau yang bentuk love.” Loveta baru ingat jika ternyata dia mau yang berbentuk love.


Loveta berguling-guling di atas tempat tidur. Merasakan kasur empuk yang ada di hotel. Dia memang suka jika diajak menginap di hotel karena itu dia selalu nyenyak sekali jika tidak di hotel.


“Aunty nanti tidur dengan Lolo?” Loveta melempar satu pertanyaan pada Neta.


“Iya, nanti Aunty akan tidur dengan Cinta.” Neta mencubit pipi Loveta.


Loveta beralih pada papanya. Posisinya masih tiduran. Hanya memutar tubuh saja menghadap papanya. “Papa tidur di sini juga?” tanya Loveta.


“Iya, Papa tidur di sini juga.” Dathan menganggukkan kepalanya.


Neta langsung membulatkan matanya ketika mendengar jika Dathan akan tidur di kamar yang sama dengan dirinya.


“Pak Dathan akan menginap di sini juga?” Neta memastikan kembali.


“Iya, karena aku hanya memesan satu kamar.” Dathan memberitahu Neta.


Seketika Neta terkejut. Dia melihat ke arah tempat tidur. Tempat tidur berbentuk bulat, tentu saja hal itu membuat tepat tidur terlihat sempit. Idealnya adalah untuk dua orang saja. Jika seperti itu pasti mereka akan kesulitan tidur. Namun, sejenak Neta berpikir jika Dathan tidur bersama dan ada Loveta, tentu saja pasti tidak akan melakukan hal aneh.


Dathan melihat ekspresi Neta. Sebenarnya dia ingin sekali tertawa. Neta tampak takut saat tahu jika dia akan satu kamar dengannya. Sungguh membuat Dathan gemas sekali.

__ADS_1


“Cinta, mandi. Kita mau makan malam.” Karena mereka sudah sampai sore hari, tentu saja hal itu membuat mereka harus segera membersihkan diri untuk segera makan malam.


“Biar aku yang urus Cinta.” Mendengar ucapan Dathan, Neta berniat untuk mengurus Loveta. Mandikan gadis kecil itu.


“Baiklah, aku akan siapkan bajunya.” Dathan pun segera berdiri. Mengambil koper yang ditaruhnya tadi dipojokkan.


Neta menghampiri Dathan yang mengambil koper. Dia juga mengambil baju miliknya. Dia ingin sekalian mandi setelah memandikan Loveta.


Saat baju-baju sudah siap, Neta mengajak Loveta untuk mandi. Dengan telaten dia memandikan gadis kecil itu.


“Siapa yang sering mandikan?” Sambil menggosok tubuh gadis kecil itu, Neta bertanya.


“Bibi. Karena kata papa Lolo harus mandi dengan sesama perempuan.” Gadis kecil itu menceritakan pada Neta.


Neta tersenyum. Ternyata Dathan mengajari hal itu pada anaknya. Mungkin karena anaknya adalah perempuan, Dathan memilih sang bibi yang mengurus. Mungkin begitu cara Dathan menjaga anaknya.


“Kalau di rumah mama, berarti mama yang mandikan?” tanya Neta yang penasaran.


“Tidak. Mama sibuk, jadi bibi yang mandikan.” Loveta menceritakan dengan polosnya.


“Lolo suka, dia mandikan Aunty.” Loveta tersenyum. “Gosoknya pelan-pelan.” Dia menirukan dengan menggerakkan tangannya.


Neta tertawa. Dia terus memandikan Loveta sampai bersih. Setelah itu, dia memakaikan pakaian Loveta sekalian, agar gadis kecil itu keluar sudah dengan keadaan rapi.


“Nanti, Aunty sisir rambutnya, sekarang Loveta keluar dulu. Aunty mau mandi.” Neta memberitahu dengan lembut pada Loveta.


“Siap, Aunty.” Loveta segera keluar dari kamar mandi.


Kini tinggal Neta saja di kamar mandi. Dia segera membersihkan tubuhnya. Dia pulang kerja. Jadi tentu saja badannya lengket sekali. Jadi tentu saja dia harus menyegarkan dengan segera.


Neta keluar dari kamar mandi saat sudah selesai. Ternyata Loveta sudah rapi disisir oleh Dathan. Neta terkadang berpikir jika Dathan punya banyak sekali kelebihan.


“Kalian tunggu saja di depan. Aku akan mandi.” Saat Neta keluar, Dathan memberitahu akan hal itu.

__ADS_1


“Baiklah.” Neta mengangguk.


Neta segera keluar dari kamar bersama dengan Loveta. Bergantian dengan Dathan yang masuk ke kamar mandi.


Neta mengajak Loveta duduk di gazebo yang berada di depan kamar mereka. Dari bale-bale itu terlihat lautan pada malam hari. Beberapa pegawai hotel pun sibuk menyusun makan malam di sana. Hal itu membuat Neta dan Loveta tidak sendiri.


Sesaat kemudian Dathan keluar pria itu sudah rapi. Membuat Neta yang melihat terpesona.


“Ayo, makan,” ajak Dathan.


Neta dan Loveta segera menuju ke meja makan. Mereka menikmati makan malam bersama. Malam ini cuaca begitu cerah. Bintang-bintang di langit tampak menyelimuti makan malam mereka bersama. Semilir angin pun terasa sejuk sekali ketika mereka menikmati makan malam. Neta dengan telaten membantu Loveta makan. Mengambilkan apa yang dibutuhkan oleh Loveta.


“Lolo suka di sini.” Cinta dengan polosnya mengungkapkan isi hatinya. “Ada Aunty Neta.” Dia benar-benar suka sekali ketika ada Neta.


“Berarti tidak suka ada Papa?” tanya Dathan menggoda anaknya.


“Suka, tetapi suka jika ada Aunty Neta.” Loveta tersenyum.


Dathan yang gemas pun membelai lembut pipi Loveta. “Apa yang membuat Cinta suka Aunty Neta?” Dia sengaja memancing. Ingin tahu sejauh apa anaknya suka.


“Lolo suka dimandikan Aunty. Lembut. Aunty juga cantik, baik.” Loveta mengoceh menceritakan tentang Neta.


Dathan tersenyum menatap Neta. Dia merasa apa yang dikatakan anaknya benar. Neta memang cantik dan begitu baik sekali.


“Aunty juga suka Cinta.” Neta mencubit pipi Loveta lembut.


Mereka menikmati makan malam dengan canda tawa. Loveta begitu bahagia sekali ada Neta. Hal itu terlihat jelas dari tawa Loveta. Terkadang Dathan jarang melihat tawa lepas Loveta saat bersama mamanya. Entah kenapa Dathan merasa jika Loveta seolah memaksakan diri untuk nyaman pada mamanya.


Seusai makan malam, mereka bermain di gazebo. Mereka bercanda ria bersama. Menikmati malam yang begitu menyenangkan.


“Aunty, Neta mau tidur di sini.” Loveta merebahkan tubuhnya dan langsung meletakkan kepalanya di paha Neta. Tangan Neta langsung membelai kepala Loveta.


“Papa juga mau.” Dathan merebahkan tubuhnya dan ikut meletakkan kepalanya. Jika Loveta di paha, Neta, Dathan hanya di lutut Neta.

__ADS_1


Seketika Neta terkejut dengan yang dilakukan Dathan. Bagaimana bisa pria itu bisa tidur di kakinya seperti itu.


__ADS_2