
Dathan merenggangkan pelukannya agar dapat melihat wajah anaknya. Pertanyaan itu sedikit menggelitiknya. Dia merasa jika pertanyaan itu mengarah ke hubungannya dengan Neta.
“Iya, Aunty Neta juga suka makan burger.” Dathan membernarkan apa yang dikatakan anaknya.
“Jadi Aunty Neta suka bisa bersama papa?” Loveta menatap sang papa begitu penasaran.
Dathan tidak menyangka jika anaknya akan melempar pertanyaan itu. “Iya, Papa suka dengan Aunty Neta.” Dathan membenarkan apa yang dikatakan oleh anaknya.
Neta tidak menyangka Dathan akan langsung mengakui dirinya. Ini jauh dari harapannya yang hanya akan mendengar jika Dathan akan menjelaskan hubungannya dengan Arriel.
“Kalau begitu papa bisa tinggal dengan Aunty Neta. Biar kita bisa makan bersama, kita bisa bobok bersama, kita bisa bermain bersama.” Loveta merasa jika papanya dan Neta punya kesamaan, artinya mereka bisa bersama-sama.
Dathan terperangah. Tidak menyangka anaknya sudah membayangkan bersama Neta. Ini adalah kebahagiaan untuknya.
Neta membulatkan matanya, tidak percaya jika Loveta akan mengatakan hal itu. Dia sudah menyambutnya dengan baik untuk bergabung dengan keluarganya.
“Tentu saja. Papa akan mengajak Aunty Neta tinggal di sini.” Dathan mendaratkan kecupan di dahi sang anak. Dia senang ketika anaknya menerima Neta dengan baik.
Arriel yang melihat pemandangan itu merasa sakit sekali. Dia benar-benar terluka ketika anaknya ternyata menyukai Neta dibanding dengannya. Air matanya tak tertahan lagi. Dia merasa kini benar-benar sendiri. Anak dan mantan suaminya sudah sangat jauh untuk diharapkan.
Loveta yang melihat sang mama menangis segera menghampiri. Tangan mungilnya mengusap wajahnya yang basah.
__ADS_1
“Mama jangan menangis. Nanti Lolo akan temani Mama makan pizza.” Loveta mencoba menangkan mamanya.
Arriel mengangguk. Dia segera memeluk sang anak. Berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak kencang. Sesakit itu diduakan. Namun, memang inilah kenyataannya yang harus diterima atas apa yang sudah menjadi konsekuensi yang didapatkan.
Neta tahu betul apa yang dirasakan oleh Arriel. Di saat seperti ini pasti dia merasa sedih. Karena anaknya menginginkan orang lain di dalam hidupnya.
“Cinta mau main di kamar?” Kali ini Neta ingin memberikan ruang pada Dathan dan
Arriel. Mungkin setelah hal besar yang dilakukan oleh mereka berdua, tentu saja itu membuat mereka harus bicara lebih dulu.
Loveta segera melepaskan pelukannya dari sang mama. Tangan mungilnya masih mengusap lembut wajah sang mama.
“Lolo main dulu, Mama.” Loveta berpamitan pada sang mama.
“Ayo.” Neta berdiri dan segera mengulurkan tangan. Mengajak Loveta untuk ke kamarnya.
Arriel menatap Neta sejenak. Dia tahu kekasih mantan suaminya itu ingin memberikan ruang membahas masalahnya dengan Dathan. Dia merasa bersyukur karena Neta orang yang tahu dengan keadaan sekitar.
Neta dan Loveta segera ke kamar. Meninggalkan Dathan dan Arriel di ruang keluarga berdua. Ada banyak yang harus mereka bahas setelah anaknya tahu jika mereka sudah berpisah.
“Maafkan aku sudah menuduhmu.” Dathan berbicara sambil menyerahkan tisu pads Arriel. Meminta mantan istrinya itu untuk menghapus air matanya. Dia tidak malu sama sekali mengakui jika dirinya salah.
__ADS_1
“Aku tahu pasti kamu berpikir seperti itu. Mungkin jika aku jadi kamu, mungkin pikiranku pun sama.” Arriel tidak masalah ketika tadi Dathan sudah menuduhnya mempengaruhi Loveta, hingga membuat anaknya itu marah.
Arriel menghapus air matanya. Setelah
merasa kuat, dia pun memberanikan diri menatap Dathan. “Kamu benar, ternyata aku harusnya sadar jika aku sudah meninggalkan kalian sejak lama. Jadi tidak mungkin ada yang diperbaiki. Harusnya aku bahagia karena Lolo mau menerimaku setelah dengan jahatnya aku selalu mengabaikannya.” Setelah semalam Dathan bicara padanya, Arriel merenungi semuanya. Kesalahan masa lalu ada pada dirinya. Kala itu Dathan sudah berusaha dengan baik me
“Egois jika aku tiba-tiba datang merusak kebahagiaan kalian.” Arriel menyadari jika dia kini hanya orang ketiga di antara kebahagiaan anaknya dan mantan suaminya. “Jauh sebelum aku, Lolo sudah bahagia.”
“Tetap saja dia tidak bahagia. Dia tetap butuh sosok mama yang sudah melahirkannya.” Dathan menatap Arriel.
“Setelah Cinta tahu, ayo kita buat dia bahagia tanpa harus merasa kehilangan aku atau pun kamu.” Dathan sadar jika keberadaan mereka berdua adalah hal terpenting untuk Loveta.
Arriel mengangguk. Dia akan membuat anaknya bahagia. hanya itu yang bisa dilakukan olehnya.
“Sekali pun kita akan mengurus Loveta bersama, aku berharap kamu tahu batasanmu.” Dathan tidak mau hal seperti kemarin terulang. Ada hati Neta yang harus dijaganya. Jadi dia tidak mau sampai hal buruk terjadi pada hubungannya.
Arriel tahu ke arah mana Dathan bicara. Apalagi jika bukan perihal ciuman kemarin.
“Aku tahu. Aku tahu batasan itu.” Arriel berjanji tidak akan mengulang kejadian kemarin.
“Saat aku menikah dengan Neta nanti, setiap pembicaraan apa pun terkait Cinta, kita bicarakan bertiga. Aku tidak mau ada salah paham. Kamu juga bisa menemui Cinta di rumah saat ada Neta, atau kamu bisa membawa Cinta tinggal di apartemenmu saat libur.” Dathan sudah menyusun dengan baik apa yang akan dilakukan suatu saat nanti. Ini untuk menjaga satu dengan yang lain.
__ADS_1
Sebegitu hebatnya Dathan bisa menjaga perasaan Neta.
Arriel benar-benar dibuat kagum karena ternyata Dathan begitu hebatnya menjaga wanita. Mau iri, tetapi tidak akan bisa baginya. Karena Dathan sudah bukan tercipta untuknya.