Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Bahagia Bersama Arriel


__ADS_3

Sore setelah mengantarkan Neta, Dathan segera pulang. Benar saja, jika Arriel masih di rumah.


“Papa.” Loveta menyambut sang papa yang baru datang.


Dathan melihat sang anak sudah menunggunya untuk makan malam. Di meja makan sudah ada Arriel yang juga duduk di sana. Beruntung tadi Neta mengusirnya, memintanya untuk pulang karena Loveta pasti menunggu, dan benar saja.


“Halo, Cinta.” Dathan menyapa sang anak.


“Papa, ayo makan.” Loveta mengajak sang papa untuk bergabung dengannya.


Arriel tersenyum. Dia meletakkan makanan di atas meja merasa senang ketika melihat Dathan sudah pulang. Jadi mereka bisa bersama-sama menikmati makan malam.


“Ayo, Than, makan dulu.” Arriel segera mengajak Dathan untuk bergabung.


Dathan mengangguk. Dia segera bergabung dengan anaknya dan mantan istrinya.


Arriel pun dengan sigap mengambilkan makan untuk Loveta. Ketika Dathan hendak mengambil makanannya, Arriel lebih dulu mengambil piringnya lebih dulu. Dia segera memberikan mengambilkan makanan untuk Dathan.


“Mau apa saja kamu?” tanya Arriel.


Entah kenapa Dathan merasa sikap Arriel begitu berbeda. Dia merasa Arriel sedang memberikan perhatian padanya. Namun, Dathan menyingkirkan pikirannya itu. Dia tidak mau besar kepala.


“Aku mau ini saja.” Dathan menunjuk salah satu makanan yang ada di atas meja.

__ADS_1


Dengan segera Arriel mengambilkan makanan untuk Dathan.


Mereka semua menikmati makan bersama. Loveta tampak begitu bahagia sekali ketika makan. Seharian dia bermain dengan sang mama. Jadi tentu saja itu membuatnya senang.


Dathan melihat jelas wajah bahagia Loveta dia benar-benar senang sekali. Mungkin anaknya mau bersama Arriel, tetapi dia nyaman ketika ada di rumah.


Seusai makan, Arriel dan Loveta menuju ke ruang keluarga, sedangkan Dathan memilih untuk mandi terlebih dahulu. Arriel dan Loveta bermain. Sampai akhirnya Loveta mengantuk dan Arriel menemani anaknya sampai tidur.


Saat Loveta sudah terlelap, akhirnya Arriel keluar dari kamar. Tepat saat Arriel keluar dari kamar, dia melihat Dathan yang juga keluar dari kamarnya. Pria itu tampak begitu segar sekali sehabis mandi.


“Cinta sudah tidur?” tanya Dathan menatap Arriel.


“Sudah.” Arriel mengangguk.


“Than, bisa bicara sebentar.” Arriel sejak tadi ingin bicara dengan Dathan. Namun, karena anaknya, dia mengurungkan niatnya.


“Ayo.” Dathan mengajak Arriel untuk ke ruang keluarga.


Arriel dan Dathan bersama-sama duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. Dathan tanpa menunggu Arriel bersama.


“Than, aku sudah berusaha untuk dekat dengan Lolo dengan membawanya ke apartemenku, tetapi dia tidak nyaman. Hari ini aku melihat dia begitu senang bersama aku. Hanya saja dia berada di rumah ini. Jadi aku berpikir untuk bertemu Lolo lebih sering di rumah ini. Apa kamu mengizinkan?” Arriel tidak bisa melakukan apa pun di rumah Dathan.


Dathan menimbang-nimbang apa yang dikatakan oleh Arriel. Dia melihat jelas jika memang benar adanya jika Loveta sangat bahagia sekali tadi. Jadi dia tidak ada alasan untuk tidak memberikan izin.

__ADS_1


“Baiklah, kemarilah untuk menemani Cinta.” Dathan memberikan izin pada Arriel.


“Aku akan jemput Loveta di kantormu jam tiga. Aku akan menemaninya saat sore. Jadi kamu bisa melanjutkan pekerjamu.” Arriel memberikan idenya. Dia pagi harus bekerja. Jadi tentu saja akan sulit jika dirinya menjemput lebih awal. Tadinya dia berniat mengantarkan sekolah, tetepi sepertinya waktunya terlalu sulit


“Baiklah, kamu bisa menjemputnya.” Dathan memberikan ruang untuk Arriel bersama anaknya.


Arriel senang. Karena dia punya waktu bersama anaknya.


“Aku berharap kamu tidak butuh waktu lama. Jadi aku bisa bicara pada Cinta jika kita sudah berpisah.” Datha melanjutkan kembali ucapannya.


Senyum Arriel seketika pudah. Dia tidak menyangka Dathan membahas hal ini.


“Apa kamu benar-benar serius dengan Neta?” Arriel begitu penasaran.


“Apa kamu pikir aku main-main saat melakukan sesuatu?” Dathan balik bertanya. “Aku serius dan aku akan segera memberitahu hubungan kita yang sudah berpisah dan kemudian memberitahu hubunganku dengan Neta pada Cinta.” Dengan tegas Dathan memberitahu.


Arriel melihat jelas jika Dathan benar-benar serius sekali. Dia merasa memang tidak ada keraguan dalam diri Dathan dan juga Neta. Sepertinya Arriel tidak punya celah apa pun.


Dathan berdiri. “Karena Loveta sudah tidur. Sebaiknya kamu pulang.” Dathan mengusir Arriel secara halus. Seolah tidak mau berbicara dengan Arriel lagi. Apalagi menyangkut Neta. Dia tidak suka bicara dengan Arriel selain tentang Loveta.


“Baiklah, aku pulang dulu.” Arriel segera meraih tasnya. Kemudian berlalu pergi.


Dengan mobilnya, Arriel menuju apartemennya. Di jalan, dia merasa tidak tahu harus bagaimana. Dathan benar-benar serius pada Neta. Padahal dia berharap Dathan melihat bahagianya Loveta saat bersamanya.

__ADS_1


“Aku akan buktikan jika Loveta hanya butuh aku, agar Dathan memikirkan ulang rencananya menikahi Neta.” Awalnya, Arriel hanya ingin anaknya. Namun, ternyata dia ingin Dathan juga. Alasannya hanya satu. Jika Dathan bersamanya, anaknya juga akan bersamanya.


__ADS_2