Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Anak-anak Panti


__ADS_3

Neta dan Dathan sampai di hotel. Acara pernikahan keduanya akan di adakan di hotel Maxton. Hotel ini adalah milik keluarga Maxton. Pemilik hotel ini adalah kakak ipar dari Bryan Adion-rekan bisnis Dathan.


Saat sampai di hotel, mereka disambut oleh Loveta yang berlari memeluk Neta. Dia benar-benar senang melihat Neta. Karena antusias menunggu esok sang papa akan menikah.


“Aku sudah pesankan kamar untukmu di sebelah kamarku.” Dathan memberitahu Neta.


“Baiklah.” Neta mengangguk. “Ayo, Sayang.” Dia mengajak Loveta untuk ke kamarnya. Dathan yang berada di belakang Neta pun membawakan barang-barang milik Neta. Mereka masuk ke kamar mereka.


“Nanti Lolo mau tidur di kamar Mami saja.” Loveta langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Mempraktekkan bagaimana dia akan tidur di tempat tidur.


“Boleh.” Neta tersenyum. Dia yang membawa barang langsung meletakkan di atas meja.


Dathan yang melihat sang anak hanya bisa tersenyum saja. Sang anak benar-benar membuatnya iri. Dia menghampiri Neta. Ikut meletakkan barang yang dibawanya.


“Kali ini aku akan membiarkan Cinta tidur denganmu, tetapi lusa aku tidak akan membiarkan.” Dathan berbisik pada calon istrinya itu. Kemudian memandangi sang istri. Senyum menyeringai menghiasi wajahnya.


Neta pun hanya tersenyum-senyum saja. Memandangi sang calon suami dengan penuh damba. Dia sendiri tidak sabar berada dalam satu kamar bersama Dathan sebagai sepasang suami istri.


“Mami, apa nanti Kak Liam datang?”


Suara Loveta membuyarkan Dathan dan Neta yang saling pandang. Mereka berdua berbalik ke arah belakang di mana Loveta berada. Dathan yang mengingat nama itu, mulai hapal. Setelah nama Leo, nama Liamlah yang sering disebut oleh Loveta.


“Iya, besok Kak Liam akan datang.” Neta tersenyum. Loveta begitu menunggu untuk bertemu dengan Liam. Hal itu membuatnya merasa lucu.


“Emmm … Lolo tidak sabar bertemu Kak Liam.” Senyum gadis kecil itu menghiasi wajahnya.


Dathan menautkan alisnya. Merasa benar-benar heran kenapa bisa anaknya secentil itu. Perasaan dirinya tidak seperti itu sewaktu kecil. Arriel juga seingatnya juga bukan wanita yang centil. Entah gen siapa yang melekat pada Loveta.


“Sepertinya kita akan keluan punya cucu dibanding punya anak lagi.” Dathan bergumam pada Neta.


Neta langsung memukul lembut bahu Dathan. Ada-ada saja yang diucapkan Dathan.


Barang-barang Neta sudah masuk ke kamar semua. Dathan segera keluar dari kamar Neta. Dia harus membersihkan diri sebelum makan malam. Dia juga meminta Neta untuk segera membersihkan diri agar mereka bisa makan malam bersama. Jadi mereka tidak akan terlambat, dan bisa beristirahat tepat waktu.

__ADS_1


...****************...


Pagi ini Neta bersiap untuk menikmati waktu. Dathan sudah mempersiapkan spa untuk Neta. Agar calon istrinya itu rileks sebelum pernikahan.


Di saat Neta sedang sibuk menikmati waktu spa-nya, Dathan mengurus semuanya. Dekorasi sudah mulai dipasang. Jadi dia memastikan semua sudah terpasang. Dathan juga menunggu Adriel yang membawa anak-anak panti. Ada sekitar dua puluh anak panti yang akan datang dan lima pengurus panti. Dathan ingin menyambut mereka semua.


Selang beberapa saat Adriel datang. Mobil Adriel datang dengan satu bus yang membawa anak-anak. Dathan sudah mengirimkan satu bus untuk menjemput mereka semau. Jadi mereka bisa datang bersama-sama.


“Selamat datang.” Dathan menyambut semuanya.


“Wah … bagus sekali hotelnya.” Seorang anak mengedarkan pandangannya. Mengagumi apa yang ada di depan mereka.


“Iya, bagus sekali.” Salah satu teman menimpali.


Dathan tersenyum melihat wajah berbinar dari anak-anak itu. Merasa senang karena kebahagiaanya bisa dirasakan oleh mereka semua.


“Sapa dulu.” Liam menegur teman-temannya yang justru mengabaikan Dathan. “Terima kasih, Kak.” Liam tersenyum pada Dathan.


“Bu.” Dathan menyalami Bu Kania.


“Terima kasih, Than, sudah mengundang kami.” Bu Kania senang sekali melihat anak-anak senang. Karena ini pertama kali mereka ke hotel.


“Jangan seperti itu, Bu. Mereka sekarang jadi bagian keluarga saya.” Dathan tersenyum.


“Di mana Neta?” Bu Kania sejak tadi tidak melihat Neta. Jadi dia begitu penasaran sekali dengan Neta.


“Neta sedang spa, Bu. Jadi tidak bisa menyambut. Nanti dia akan menemui Ibu.”


Bu Kania menganggukkan kepalanya. Mengerti yang dijelaskan oleh Dathan.


Saat Dathan dan Bu Kania sedang mengobrol. Adriel datang. Adriel yang memastikan anak-anak sudah turun semua segera menghampiri Dathan.


“Pak Dathan.” Adriel mengulurkan tangan pada Dathan.

__ADS_1


Dathan menerima uluran tangan Adriel. “Aku sudah siapkan kamar.” Dathan memberikan access card pada Adriel. “Jadi kalian bisa langsung menaruh barang ke kamar. Setelah itu, kalian bisa menikmati waktu di hotel ini. Pegawai hotel akan membantu kalian.” Dia menjelaskan pada Adriel.


“Baiklah, terima kasih.” Adriel mengangguk. “Anak-anak, ayo kita ke kamar. Tidak boleh berisik dan tetap berada dalam rombongan kalian.” Dia memberitahu anak-anak.


“Siap, Kak.” Semua menjawab serentak.


Mereka semua pun segera ke kamar mereka. Menikmati waktu di hotel yang disediakan oleh Neta dan Dathan.


...****************...


Semua bersiap untuk makan malam. Anak-anak panti duduk dengan rapi. Loveta yang melihat Liam pun memilih duduk dengan pria kecil itu. Seolah tidak mau melepaskan kesempatan.


Maria yang datang sejak tadi siang pun juga bergabung dengan yang lain. Ada keluarga Reno juga yang ikut bergabung menikmati suasana yang begitu hangat. Mereka semua senang melihat kebahagiaan Dathan dirasakan oleh banyak orang.


Mereka bersama-sama menikmati makan malam. Anak-anak bercerita apa yang mereka lakukan seharian tadi. Ada yang bermain di kolam renang. Ada yang menikmati bersantai di kamar, ada juga yang menikmati makanan yang ada di hotel. Mereka semua menikmati acara menginap di hotel.


Neta yang mendengar cerita itu merasa begitu senang sekali. Anak-anak benar-benar merasakan bahagia. Rasanya senang bisa membuat anak-anak merasa bahagi.


Saat melihat anak-anak asyik bercerita, Neta teringat dengan satu hal. Dia memberitahu Liam untuk besok bersama dengan Loveta menjadi pengiring pengantin. Neta juga memilih beberapa anak secara berpasangan. Jadi dia meminta mereka untuk siap besok.


Anak-anak yang terpilih pun begitu senang sekali. Tentu saja mereka tidak keberatan sama sekali. Mereka justru ikut senang karena dapat jadi bagian pernikahan Neta.


Seusai makan malam, semua anak kembali ke kamarnya. Mereka harus mempersiapkan diri. Neta sendiri juga harus bersiap untuk acara pernikahan besok.


Dathan pun mengantarkan anaknya dan Neta ke kamar mereka. Memastikan jika keduanya beristirahat.


“Langsung tidur.” Sebelum kembali ke kamarnya, Dathan berpamitan dengan calon istrinya.


“Iya, aku akan segera tidur.” Neta tersenyum.


“Sampai berjumpa di pelaminan.” Dathan tersenyum manis.


Neta tersipu malu. Rasanya tidak sabar karena besok mereka akan bertemu di pelaminan. Besok mereka akan resmi menjadi suami istri. “Sampai jumpa.” Neta tersenyum. Dia segera masuk ke kamar. Di dalam kamar sudah ada Loveta dan Maria. Dua orang itu akan menemani Neta untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2