Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2 : Dr. Lyra


__ADS_3

“Pak Dathan mau periksa?” Dean menatap Dathan dan bergantian menatap Neta.


“Iya, kebetulan kami ingin periksa ke dokter kandungan.” Dathan tersenyum. Kemudian menatap sang istri yang berada di sebelahnya itu.


“Jadi mau ke dokter kandungan.” Dean tersenyum. Dia beralih pada gadis kecil di depannya. “Siapa nama kamu?” tanya Dean pada Loveta.


“Lolo.” Dengan semangat Loveta menjawab.


“Lolo, akan segera punya adik. Jadi harus lebih hati-hati lagi. Karena nanti saat jadi kakak harus hati-hati menjaga adik.” Tangan Dean membelai lembut rambut Loveta. Memberikan nasihat kecil pada Loveta.


“Sip, Dok.” Loveta begitu semangat sekali menjawab. Dia ingin jadi kakak yang baik. Jadi wajar saja jika dia akan berusaha berhati-hati.


Dean beralih pada Dathan dan Neta. “Semoga hasilnya baik.” Dia memberikan doa terbaik.


“Terima kasih, Dok.” Dathan menangguk.


“Saya permisi dulu.” Dean berpamitan. Kemudian meninggalkan Dathan dan Neta. Tak lupa, dia melambaikan tangan pada Loveta.


Selepas Dean pergi, Dathan, Neta, dan Loveta segera berlalu ke ruang pemeriksaan. Mereka menunggu beberapa antrian pasien yang juga ingin memeriksakan kandungan. Karena memang dr. Lyra adalah dokter terkenal, alhasil banyak pasien mengantri.


“Mami lama sekali.” Loveta sudah mulai bosan ketika antrian masih lama.


“Sabar, Cinta. Cinta mau bertemu adik bayi?” tanya Neta dan langsung mendapati anggukan dari Loveta. “Kalau begitu, Cinta harus sabar.” Dia mencoba menenangkan anaknya. Berharap jika sang anak mengerti.


“Nyonya Marya Kineta.” Seorang perawat memanggil nama Neta.

__ADS_1


Saat nama Neta dipanggil, Neta segera meraih tangan Loveta. Mengajaknya untuk masuk. Dathan yang menatap sang istri dari tadi hanya tersenyum saja. Mereka segera masuk ke ruang perawatan.


Sebenarnya ini bukan kali pertama Dathan memeriksakan anaknya. Sewaktu Loveta di kandungan Arriel, dia juga ikut memeriksakan. Namun, perasaan bahagianya tidak seperti saat ini. Dulu keadaan begitu dingin. Tidak ada interaksi berlebih antara dirinya dan Arriel.


Sekali pun bukan kali pertama, tetap saja dia begitu berdebar-debar. Merasa begitu penasaran melihat anaknya di dalam kandungan sang istri.


Neta yang masuk ke ruang pemeriksaan pun juga merasakan hal yang sama. Dia juga berdebar-debar karena ini kali pertamanya dirinya ke ruang pemeriksaan kehamilan.


Saat masuk Neta dan Dathan melihat seorang dokter paruh baya yang masih cantik. Senyum sang dokter menyambut kedatangan mereka.


“Selamat pagi, Dok.” Neta menyapa dengan senyum di wajahnya.


“Selamat pagi.” Dr. Lyra menyapa pasiennya. “Silakan duduk.”


“Hai, siapa namanya?” Dr. Lyra yang melihat Loveta pun mengajak bicara.


“Lolo.” Loveta menyebutkan namanya. “Lolo mau periksa adik bayi.” Dia dengan semangat menjelaskan apa tujuannya datang.


“Oh … ya, wah adik bayi sedang apa kira-kira?” Dr. Lyra tersenyum sambil melihat rekam medis yang diberikan oleh perawat. “Nanti kita lihat, oke.” Dr. Lyra memang ramah. Jadi pasien yang datang pun merasa nyaman.


Neta dan Dathan tersenyum melihat interaksi sang anak dan dokter kandungan di depannya. Anaknya begitu cerewet menceritakan niat kedatangan mereka.


“Nyonya Neta.” Dr. Lyra yang membaca nama pasien, segera memanggilnya.


“Panggil Neta saja, Dok.” Neta yang mendengar panggilan dr. Lyra langsung membenarkan. Rasanya masih asing telinganya mendengar nama panggilannya diimbuhi kata ‘nyonya’.

__ADS_1


“Baiklah, Neta. Bagaimana apa yang membuat kamu datang ke sini?” Tidak semua pasien datang ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan. Jadi dokter harus bertanya lebih dulu.


“Saya tadi pagi mengecek kehamilan dengan alat tes kehamilan, Dok.” Neta menjelaskan sambil mengeluarkan alat tes kehamilan.


Dr. Lyra langsung mengambil alat tes kehamilan tersebut. Kemudian melihatnya. Terlihat dua garis merah yang tertera di sana.


“Kapan terakhir datang bulan?” tanya dr. Lyra.


“Tanggal sepuluh september, Dok.”


Dr. Lyra menghitung perkiraan. Artinya jika Neta hamil, kini usianya sudah dua minggu. “Ayo, kalau begitu kita cek.” Dr. Lyra mempersilakan Neta untuk berpindah ke ranjang pemeriksaan.


Neta pun segera berdiri. Kemudian naik ke ranjang. Dathan dan Loveta mengikuti di belakang. Mereka juga penasaran dengan anak yang berada di rahim Neta.


Dr. Lyra berpindah ke kursi yang berada di layar USG. Saat duduk, dia menggoda Loveta. Merasa lucu dengan gadis kecil itu.


“Itu apa?” tanya Loveta. Dia penasaran dengan alat yang berada di depan dokter.


“Ini alat untuk mengecek adik kecil di dalam perut mama.” Dr. Lyra menjelaskan apa alat yang sedang pegangnya.


“Memang adik kecil kelihatan di sana?” Loveta masih begitu penasaran sekali.


“Bisa, tapi nanti akan terlihat jika sudah besar. Jika masih kecil. Hanya kelihatan kecil sekali.” Dr. Lyra menjelaskan.


Dathan dan Neta yang mendengar obrolan itu hanya tersenyum. Sang anak begitu penasaran sekali. Loveta memang begitu antusias sekali dalam hal ini.

__ADS_1


__ADS_2