
Neta dan Dathan bersiap untuk ke panti asuhan. Rencananya mereka akan menginap di hotel bersama dengan anak-anak panti asuhan sebelum acara pernikahan Adriel dan Arriel. Mereka bertugas untuk menjaga anak. Seperti yang pernah dilakukan Adriel di pernikahan mereka, mereka pun melakukan hal yang sama.
Saat selesai, mereka segera menuju ke panti asuhan. Kebetulan Adriel sudah menyiapkan satu bus untuk mengangkut anak-anak panti asuhan. Momen ini sangat berarti untuk anak-anak. Karena mereka bisa menginap di hotel. Tidak hanya itu saja. Mereka bisa menikmati makanan yang jarang dinikmati mereka.
Setelah selesai, mereka segera menuju ke panti asuhan. Loveta begitu senang sekali. Karena dia akan bertemu dengan Liam. Gadis kecil itu memang fans berat dari Liam.
...****************...
Dathan, Neta, dan Loveta sampai di panti asuhan. Mereka segera bertemu dengan Bu Kania. Menyapa Bu Kania. Dengan sopan Loveta pun menyalami Bu Kania. Neta benar-benar mengajari anaknya itu sopan santun.
“Apa semua sudah siap, Bu?” tanya Neta.
“Sudah, tinggal menunggu busnya saja.” Bu Kania tersenyum pada Neta. “Kamu sebaiknya duduk saja. Jangan kelelahan.” Bu Kania tidak mengizinkan Neta melakukan apa pun. Mengingat Neta sedang hamil.
“Benar kata Ibu. Kamu duduk saja. Biar aku yang urus.” Dathan jelas tidak mau anaknya kelelahan. Jadi tentu saja dia maunya sang istri duduk.
“Baiklah.” Di kelilingi orang-orang yang begitu peduli, tentu saja membuat Neta begitu bahagia. Karena banyak orang yang menyayanginya.
Di saat para orang tua sibuk mengurus keberangkatan Loveta sibuk mencari Liam. Gadis kecil itu memang begitu bersemangat bertemu Liam.
__ADS_1
“Kak Liam.” Dengan senyum manisnya, Loveta memanggil.
“Kamu sudah datang.” Liam sudah tahu jika Loveta akan datang. Jadi dia juga senang melihat Loveta.
“Sudah.” Loveta segera duduk bergabung dengan Liam dan teman-temannya. “Kak Liam sedang apa?”
“Sedang memberitahu yang lain agar nanti saat dia hotel, mereka harus bersikap baik. Jangan nakal.” Liam memang cukup dewasa. Jika kepemimpinannya juga sangat baik. Jadi Bu Kania selalu mengandalkannya.
“Memangnya mereka nakal?” Loveta dengan polos bertanya.
“Tidak, tapi terkadang orang-orang melihat anak-anak panti nakal.” Liam tersenyum. Dia selalu tahu bagaimana orang-orang melihat mereka. Walaupun tidak semuanya.
“Tapi, Kak Liam dan teman-teman tidak nakal.” Loveta ingat saat di hotel sewaktu pernikahan sang papa. Semua baik-baik saja.
Loveta mengangguk. Liam selalu bisa memberitahu dengan lembut, dan Loveta suka itu.
Teman-teman pergi. Mereka menunggu busa datang di depan rumah bersama Neta. Tinggal Liam saja. Dia harus mengecek lagi teman-temannya. Memastikan semua sudah berada di depan. Loveta yang melihat Liam masih sibuk, ikut ke mana Liam pergi.
“Nanti kita akan jadi pendamping pengantin lagi.” Sambil menemani Liam, Loveta bercerita.
__ADS_1
“Iya.” Liam tersenyum.
“Lolo mau jadi pengantin juga. Tidak mau jadi pendamping.” Loveta terkadang memikirkan hal sederhana. Hanya karena dua kali menjadi pendamping pengantin, dia lelah.
Liam tersenyum. Loveta begitu polos. “Kita masih kecil. Belum bisa menjadi pengantin.” Dia memberitahu Loveta.
“Lalu nanti Lolo jadi pengantin umur berapa?” Loveta tampak serius menatap Liam.
Liam mengecek satu per satu kamar. Memastikan semua anak sudah keluar. “Nanti jika kamu umur dua puluh lima.” Liam asal menjawab.
“Kak Liam umur berapa kalau aku umur dua lima?”
Liam menghitung dengan jarinya. Menambah umurnya lima tahun. “Tiga puluh.” Dia mendapati jawaban hitungannya.
“Banyak.” Loveta hanya memikirkan singkat.
Liam tersenyum. “Sudah ayo, sudah tidak ada anak-anak.” Dia yang tidak menemukan teman-temannya segera menarik tangan Loveta. Mengajaknya untuk ke depan rumah.
Loveta ikut saja ke mana Liam membawanya. Apalagi digandeng Liam.
__ADS_1
Liam menjelaskan pada Bu Kania jika sudah tidak lagi anak-anak. Bu Kania berterima kasih. Tinggal Bu Kania mengabsen anak-anak saja.
Saat semua sudah siap. Mereka segera pergi ke hotel. Menaiki bus yang sudah disiapkan oleh Adriel. Neta dan Dathan menaiki mobil mereka. Mengikuti bsy di belakang. Loveta memilih untuk di bus. Bersama Liam dan teman-teman lainnya.