
Hari ini Dathan dan Neta akan pergi ke toko baju anak. Usia kandungan Neta sudah tujuh bulan. Jadi tinggal dua bulan lagi anak mereka lahir. Perut Neta cukup besar sekali. Mengingat dia hamil kembar. Jadi wajar jika perutnya besar.
“Kita jangan lama-lama. Aku tidak mau kamu kelelahan.” Dathan tidak mau sang istri sampai kelelahan. Jadi wajar jika dia meminta sang istri tidak berlama-lama memilih baju anak. Lagi pula bulan kemarin mereka sudah banyak membeli baju untuk anak mereka.
“Iya, aku tidak akan lama.” Neta tersenyum. Dia bosan sekali karena di rumah terus.
“Nanti Lolo mau cari baju untuk adik.” Loveta begitu bersemangat sekali. Dia tak kalah dengan sang mami.
“Iya, nanti Cinta cari juga.” Dathan
mengizinkan sang anak untuk mencari baju untuk adiknya.
Mereka bertiga segera ke mal terdekat. Menuju ke toko langganan mereka. Dari Rifa mereka mendapatkan rekomendasi toko yang bagus. Alhasil Neta ketagihan untuk beli baju di sana. Karena selain bahannya bagus, model-modelnya lucu-lucu.
“Kamu duduk saja. Biar aku dan Cinta yang mengambil baju. Nanti kamu tinggal tunjuk saja.” Dathan membantu Neta untuk duduk.
“Baiklah.” Neta tersenyum. Suaminya selalu membuatnya senang karena selalu dimanja.
__ADS_1
Dathan memilih baju anak laki-laki, sedangkan Loveta memilih baju anak perempuan. Loveta dengan gaya centilnya. Memilih baju. Dia seolah ingin menjadikan sang adik objek untuk model pakaian.
“Mami ini?” Loveta membawa dress kecil yang lucu berwarna merah muda.
“Bagus.” Neta suka pilihan sang anak. Apalagi aksen bunga tampak lucu.
“Sayang, ini lucu.” Dathan membawa baju dengan tema pelaut. Tampak lucu. Tidak hanya itu ternyata itu sepasang. Untuk anak perempuan dengan rok biru navy lucu sekali.
“Iya, aku mau ini.” Neta setuju dengan sang suami.
Mereka bertiga memilih baju untuk si kembar yang masih di dalam perut. Sampai tak terasa akhirnya banyak yang sudah dibeli. Mereka kemudian memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pulang. Mengisi perut mereka yang kosong akibat berbelanja.
Neta menduduk tubuhnya di atas tempat tidur. Bersandar pada headboard tempat tidur. Dia merasa begitu lelah sekali seharian pergi jalan-jalan. Dia merasa jika pergi jalan dengan keadaan hamil besar membuatnya cepat sekali lelah. Neta memijat kakinya yang terasa pegal. Karena terhalang perut, dia hanya bisa memijat paha saja.
Saat sedang asyik melakukan itu, Dathan masuk ke kamar. Tampak sang istri yang berusaha untuk memijat kakinya. Dathan yang melihat hal itu segera menghampiri sang istri, dia memijat kaki sang istri yang sedang pegal.
“Terima kasih.” Neta tersenyum. Suaminya selalu saja tahu apa yang dilakukannya.
__ADS_1
Dathan tidak tinggal diam begitu saja. Dia segera mengambil minyak pijat. Kemudian kembali untuk mengurut kaki Neta. Kaki Neta cukup bengkak. Jadi Dathan merasa kasihan sekali.
“Sayang, kakimu bengkak sekali. Mungkin kamu kelelahan.” Dathan yang memijat sambil memberikan komentarnya.
“Tidak juga. Sepertinya semua ibu hamil seperti itu.” Neta tersenyum. Dia merasa jika Dathan melebih-lebihkan. Selama ini dia tidak pernah kelelahan.
“Ternyata hamil seberat ini. Jadi aku tidak bisa bayangkan seberat apa wanita hamil.” Sambil memijat, Dathan terus bicara.
“Apa dulu sama sekali Arriel tidak mengeluh? Atau kamu memang kamu tidak memberikan perhatian?” Seketika Neta teringat Arriel.
“Tidak. Aku tidak pernah tahu apa yang dirasakan. Dia juga tidak pernah berbagi denganku.” Dathan mengingat kisah kelamnya.
Neta mengerti. Maka itu Dathan tidak tahu bagaimana istrinya hamil. Namun, bersyukur Dathan memberikan perhatian yang lebih padanya.
“Jika dimanja kamu seperti ini, rasanya aku maunya hamil terus.” Neta tersenyum menggoda suaminya.
Dathan membulatkan matanya. Melihat sang istri sekarang saja tersiksa. Apalagi jika melihat istrinya hamil terus. “Sayang, aku akan memanjakan kamu. Jadi, tidak perlu menunggu hamil. Aku tidak tega melihatmu hamil.” Dathan tampak serius.
__ADS_1
Neta hanya bisa tertawa. Sungguh sang suami membuatnya merasa lucu sekali. Bisa-bisanya suaminya berubah drastis. Dulu, sang suami ingin punya banyak anak, tetapi baru melihat istrinya hamil sekali saja langsung tidak tega.