Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Akad Nikah


__ADS_3

Penata rias merias wajah Neta. Wajah Neta yang memang sudah cantik, membuat penata rias mudah sekali merias wajah Neta. Apalagi Neta memang tidak memakai produk pemutih, jadi make up dapat sempurna menempel di wajah Neta.


Maria yang berada di sebelah Neta sedari tadi terus memuji gadis cantik itu. Dia memang tahu jika temannya itu memang begitu cantik sekali.


Pagi ini acara adalah akad nikah. Neta akan memakai gaun dengan potongan pas di tubuhnya. Kali ini gaun lebih simple karena jika akad hanya dihadiri beberapa keluarga dan saksi saja. Lagi pula, Neta ingin akad nikah lebih hikmat.


Bu Kania masuk ke kamar setelah Maria membuka pintu. Alangkah terkejutnya ketika melihat Neta begitu cantik sekali. Dia benar-benar dibuat kagum dengan anaknya itu.


“Neta, kamu cantik sekali.” Bu Kania yang melihat Neta memuji. Matanya berkaca-kaca. Dia tidak menyangka jika Neta yang sejak kecil tinggal bersamanya sudah sebesar ini dan sebentar lagi akan menikah.


“Terima kasih.” Neta tersenyum.


“Ibu tidak menyangka akhirnya kamu akan menikah juga. Rasanya baru kemarin Ibu membawamu ke panti asuhan.” Air mata Bu Kania tidak tertahan lagi. Dia merasa waktu bergulir dengan cepatnya.


Neta langsung memeluk Bu Kania. “Terima kasih, sudah menjaga Neta, Bu.” Jika tidak ada Bu Kania, mungkin dia entah akan seperti apa. Bagi jika ditanya siapa ibunya, tentu saja jawabannya adalah Bu Kania.


“Ibu hanya perantara Tuhan untuk menjagamu.” Bu Kania merasa tanggung jawabnya adalah menjaga anak-anak yang ditelantarkan orang tua mereka. Melihat anak-anak tak berdosa itu dia memilih untuk menjaga mereka. Beruntung ada banyak donatur tetap di panti. Jadi anak-anak bisa hidup dengan baik. Kini di saat anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan menikah, dia tinggal mengantarkan mereka saja.


“Ibu, Neta, jangan menangis.” Maria ikut berpelukan. Dia juga senang melihat temannya menikah. Walaupun Neta umurnya lebih muda dibanding dirinya, dia tidak masalah sama sekali. Baginya, mungkin kebahagiaan Neta datang lebih cepat dibanding dirinya.


Suara ketukan pintu terdengar. Penata rias yang kebetulan ada di kamar membuka pintu. Tampak seorang pria dari wedding organizer yang datang. Dia memberitahu jika acaranya akan segera dimulai.


Bu Kania pun segera melingkarnya tangannya di lengan Neta. Membawanya untuk ke acara akad nikah. Maria pun juga menggandengkan Neta di sisi berseberangan dengan Bu Kania. Mereka bertiga menuju ke ballroom hotel.


Di tempat lain Dathan juga tengah bersiap ke ballroom hotel. Dia berjalan ke ballroom hotel bersama dengan Rifa dan Reno. Wajah Dathan tampak begitu pucat sekali. Dia merasa begitu ketakutan sekali membayangkan hari pernikahannya.


“Lihatlah wajahmu.” Reno tertawa melihat temannya.

__ADS_1


“Diamlah.” Dathan memutar bola matanya malas. Dathan sedang sangat berdebar-debar. Walaupun ini bukan pernikahan pertamanya, tetap saja dia begitu berdebar-debar sekali.


“Jangan ganggu, Sayang.” Rifa menegur sang suami.


Dathan berusaha untuk menenangkan diri. Dia mengatur napasnya untuk tetap tenang. Tidak mau sampai dia mengacaukan hari pernikahannya sendiri.


Di ballroom dia bertemu dengan saksi dan pengulu. Dathan langsung menyalami mereka semua. Mereka menunggu Neta yang sedang dibawa ke ballroom hotel. Selama menunggu Dathan begitu cemas. Keringat dingin pun membasahi tubuhnya. Setelah sekian lama, akhirnya dia merasakan perasaan ini. Sensasinya memanh begitu luar biasa.


...****************...


Jantung Neta berdetak dengan kencangnya ketika langkahnya semakin dekat ke ballroom hotel. Saat memasuki ballroom, tampak Dathan berdiri di sana. Pria itu begitu tampak gagahnya dengan setelan jasnya. Neta benar-benar terpesona dengan Dathan. Entah kenapa pria itu lebih tampan dibanding biasanya. Padahal Dathan lebih sering memakai jasnya.


Dathan berdiri ketika melihat Neta yang memasuki ballroom hotel. Matanya terpana melihat wanita yang akan menjadi istrinya itu. Neta benar-benar cantik sekali dengan gaun yang dipilihnya itu. Apalagi riasan wajah Neta membuat gadis itu semakin memancarkan auranya. Melihat Neta membuat Dathan tak sabar menjadikan gadis iti istrinya.


Neta berjalan menuju ke tempat di mana Dathan dan penghulu duduk. Jantung Neta semakin berdebar-debar ketika langkahnya semakin dekat dengan Dathan.


Dathan menyambut Neta dengan senyum. Walaupun dia begitu berdebar-debar, tetapi dia masih menampilkan senyumnya dan berusaha untuk tetap tenang.


Penghulu menunggu mempelai wanita untuk duduk. Saat mempelai sudah lengkap, dia pun segera memulai dengan melantunkan doa-doa sebelum menuju ke acara utama. Setelah selesai berdoa, penghulu langsung mengulurkan tangan pada Dathan. Meminta Dathan menjabat tangannya.


Ini bukan pertamanya Dathan menikah, tetapi tetap saja membuat jantungnya berdetak begitu cepat. Seolah ini baru pertama kalinya dirinya melakukannya.


Saat penghulu menjabat tangan Dathan, penghulu mengucapkan ijab qobul.


“Saya nikahkan engkau Dathan Fabrizio dengan Masya Kineta binti ....”


“Saya terima nikahnya Marsya Kineta binti ....” Dalam satu tarikan napas Dathan mengucapkan ijab qobul. Tak sama sekali salah dan dengan lancar sekali dia mengucapkannya.

__ADS_1


“Bagaimana para saksi sah?” Penghulu segera bertanya pada saksi pernikahan pengantin. Adriel dan papa Reno yang berdiri sebagai saksi pun menganggap ijab qabul yang diucapkan Dathan sah.


“Sah.” Adriel dan Papa Reno menjawab bersamaan.


Perasaan lega menyelimuti hati Dathan dan Neta. Akhirnya acara yang begitu menegangkan ini selesai juga. Kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Dathan dan Neta segera menandatangani berkas pernikahan mereka. Walaupun acara akad sudah berlalu, tetapi mereka masih merasakan debarannya. Namun, semua tertutup dengan senyum manis wajah mereka. Mereka berdua benar-benar merasa bahagia, akhirnya mereka menjadi sepasang suami istri.


Acara dilanjutkan dengan memasangkan cincin ke jari mereka masing-masing. Rona bahagia terpancar dari wajah keduanya saat memasangkan cincin. Cincin tampak begitu cantik di tangan keduanya. Satu kecupan mendarat di dahi Neta sesat cincin tersemat Dathan mencium wanita secara sah untuk pertama kalinya.


Fotografer membidik foto dari berbagai sudut. Mengabadikan momen bahagia ini. Ini akan jadi kenang-kenangan untuk mereka berdua.


Adriel yang kebetulan ada di sebelah Dathan memberikan ucapan selamat untuk Dathan dan Neta. Dia ikut bahagia Neta akhirnya menemukan pria yang tepat.


“Titip Neta, Pak. Jaga dia baik-baik.” Adriel seolah sedang menitipkan adiknya pada Dathan.


“Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik.” Dathan tersenyum.


Adriel menghampiri Neta. Dia mengulurkan tangan pada wanita yang kini menyandang status istri Dathan itu.


“Aku harap kamu akan selalu bahagi. Menjadi istri dan ibu yang baik.” Adriel hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk adiknya.


“Terima kasih banyak, Kak.” Adriel sudah seperti kakak bagi Neta. Jadi nasihatnya tentu saja akan didengarnya.


Setelah Dathan satu per satu memberikan ucapan selamat. Mereka turut bahagia atas pernikahan Neta dan Dathan.


Dari semua tamu yang hadir di acara akad nikah, hanya Arriel yang tidak ada. Walaupun sudah sebagai mantan, dia belum melihat secara langsung acara akad. Hal itu membuat Loveta datang bersama dengan Mauren.

__ADS_1


Loveta yang melihat papa dan maminya segera berlari memeluk. Yang dia tahu Dathan dan Neta sudah menikah. Artinya, Neta bisa tinggal dengannya nanti di rumah. Hanya sesederhana itu pemikiran mereka.


Usai acara Akad, mereka bersiap untuk acara resepsi. Resepsi akan diadakan lebih meriah dibanding akad nikah yang lebih hikmat. Jadi mereka akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bersiap.


__ADS_2