Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Berikan Aku Kesempatan


__ADS_3

Arriel, Dathan, dan Loveta menikmati sarapannya bersama. Loveta tampak begitu senang sekali. Apalagi mamanya sedari tadi memberikan perhatian padanya.


“Nanti setelah ini Mama akan antar kamu ke sekolah.” Arriel tersenyum pada putrinya. Dia ingin memberikan perhatian pada anaknya.


“Ye … sekolah bersama mama.” Loveta begitu senang sekali ketika mamanya mengatakan akan hal itu.


Dathan memerhatikan Arriel. Entah kenapa dia merasa Arriel sedikit berubah. Biasanya Arriel tidak pernah mengantarkan sekolah. Tapi, kali ini dia begitu bersemangat sekali mengantarkan sekolah anaknya.


Dathan berusaha menyingkirkan pikiran buruk tentang Arriel. Mantan istrinya yang mengantarkan anaknya membuat anaknya senang. Jadi tentu saja dia akan melakukannya.


Seusai sarapan, mereka semua segera berangkat. Arriel duduk di kursi belakang dengan Loveta. Mereka berdua bercanda. Dathan melihat jelas senyum Arriel dan Loveta. Melihat senyum sang anak dia merasa senang. Sejak awal memutuskan bercerai, memang dia ingin anaknya tetap merasa kedua orang tuanya saling menyayangi.


Mobil sampai di sekolah. Arriel, Dathan, dan Loveta turun dari mobil. Mereka masuk ke kelas bersama-sama.


“Leo, lihat Mama aku antar aku.” Loveta memamerkan pada temannya.


“Halo, Aunty.” Leo dengan sopan menyapa.


“Halo.” Arriel tersenyum.


“Cinta, ayo masuk.” Leo mengajak Loveta untuk masuk ke kelas.


“Lolo masuk dulu, Mama.”


“Iya, sayang. Semangat belajar.” Arriel mendaratkan kecupan di dahi sang anak.


Dathan pun melambaikan tangannya pada anaknya.


Saat Loveta sudah masuk ke kelas, Dathan dan Arriel menuju ke mobil. Kini Arriel duduk di depan, berada tepat di samping Dathan.

__ADS_1


Melihat kesempatan bersama Dathan, Arriel pun memanfaatkan keadaan untuk bicara pada Dathan.


“Than, bisakah kita bicara?” Arriel menoleh ke arah Dathan. Menatap pria yang pernah menjadi suaminya itu.


“Bicaralah.” Dathan menatap jalanan di depannya. Tidak sama sekali menoleh ke arah Arriel sama sekali.


Sebenarya Arriel merasa bicara di mobil seperti ini tidak nyaman, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Lagi pula dia juga harus segera membahas ini.


“Apa benar kamu benar-benar punya kekasih?” Arriel memastikan hal itu lebih dulu pada Dathan.


“Bukankah aku sudah bilang. Kamu pikir untuk apa aku berbohong pura-pura punya kekasih.” Dathan tersenyum mencibir.


“Bukan maksudku meragukan kamu yang punya kekasih.” Arriel mencoba menjelaskan maksudnya. “Karena yang aku bicarakan pasti akan bersangkutan dengan hubunganmu, jadi aku memastikan lebih dulu.”


“Iya, aku sudah punya kekasih, dan akan segera menikah.” Dathan dengan tegas menjelaskan akan hal itu.


“Selamat jika memang rencanamu sudah sejauh itu, tetapi ada yang aku mau bilang, Than.” Arriel berusaha untuk tetap kuat mengatakan hal ini, walaupun Dathan tampak biasa saja menanggapinya.


Dathan masih mode mendengarkan sambil fokus pada jalanan.


“Than, aku selama ini sudah salah karena terlalu memikirkan usahaku. Hingga aku tidak punya waktu dengan Lolo. Aku tahu sudah banyak waktu yang hilang. Jadi karena itu aku ingin menebusnya.” Arriel mencoba menjelaskan niatnya bicara pada Dathan.


Dathan masih mencerna apa yang dikatakan oleh Arriel. Entah kenapa dia curiga dengan niat Arriel itu. Namun, Dathan ingin mendengar pembicaraan Arriel lebih dulu, agar tidak menyimpulkan asal.


“Jadi tolong berikan aku kesempatan untuk dekat dengan Lolo.” Arriel kembali menjelaskan pada mantan suaminya itu.


Dathan semakin dibuat bingung dengan setiap kata-kata yang terucap dari Arriel. Kesempatan apa yang dimaksud? Dathan tidak mau besar kepala menganggap Arriel mengajaknya untuk kembali.


“Coba jelaskan dengan benar dan tidak terpotong-potong. Aku bingung sekali memahaminya.” Dathan benar-benar tidak mengerti dengan yang dijelaskan Arriel.

__ADS_1


“Jadi begini, Than. Karena kamu akan menikah, pastinya akan ada ibu baru untuk Lolo, sedangkan selama ini aku belum dekat dengan Lolo. Jadi aku ingin kamu memberikan kesempatan dekat dengan anak kita dulu. Aku mau ada tempat di hati Lolo sebelum nanti tempat itu akan berdampingan dengan istrimu.” Arriel mencoba menjelaskan hal itu. Sebenarnya ada ketakutan ketika Dathan akan menikah. Arriel sendiri tidak sedekat itu dengan anaknya, jika sampai tempatnya terisi orang lain, yang ada dia sudah tidak akan bisa masuk ke hati anaknya itu.


Akhirnya Dathan mengerti apa yang dijelaskan oleh Arriel. Dia sendiri merasa memang selama ini Arriel tidak dekat dengan anaknya, dan tentu saja itu membuat Dathan kadang kesal karena Arriel tak paham banyak hal tentang Loveta.


“Aku tahu, harusnya aku melakukannya sejak lama, tetapi bukankah tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki? Aku mohon berikan kesempatan itu dulu sebelum kamu menikah.” Arriel menatap Dathan penuh harap.


“Baiklah, tetapi ada syaratnya.” Dathan tidak basa-basi. Dia langsung mengatakan apa yang ingin dikatakannya.


Arriel cukup tercengang ketika mendengar jika Dathan memberikannya syarat. Namun, dia sadar dia yang memohon, jadi tentu saja dia yang harus mengikuti permainan.


“Apa?” tanya Arriel ingin tahu.


“Aku ingin Loveta tahu jika kita sudah bercerai. Aku ingin kita sama-sama memberikan pengertian jika kita sudah tidak bersama lagi.” Sejak kemarin dia merasa memang saatnya anaknya tahu semuanya. Karena ini adalah gerbang pembuka untuk hubungannya dengan Neta. Jika Loveta sudah tahu papa dan mamanya berpisah, Neta bisa masuk ke dalam kehidupan mereka.


Arriel terdiam. Selama ini Loveta tahunya memang orang tuanya masih bersama. Jadi wajar jika saatnya memberitahu akan hal itu.


“Baiklah, setelah aku cukup dekat dengan Lolo, kita jelaskan baik-baik pada Lolo.” Arriel setuju dengan syarat itu. Yang diharapkan adalah anaknya bisa dekat dengannya.


Terlepas dari anaknya tahu statusnya, yang terpenting adalah Arriel tidak kehilangan perhatian dari Lovata.


Dathan bernapas lega. Dia yakin ini jalan pembuka untuknya bersama dengan Neta. Jika sudah seperti ini tinggal menjalankan semuanya dengan pelan-pelan.


“Sekarang apa yang akan kamu lakukan untuk dekat dengan Cinta?” Dathan ingin tahu langkah apa saja yang akan diambil mantan istrinya itu.


“Minggu ini aku akan selesaikan pekerjaanku. Mulai minggu depan aku akan mengajak Lolo tinggal denganku selama seminggu. Jika dia nyaman, aku akan memperpanjangnya.” Arriel tidak yakin anaknya bisa berlama-lama dengannya. Dia tahu sekali bagaimana anaknya itu dekat dengan sang papa. Jadi pastinya dia akan meminta pulang untuk bertemu dengan papanya.


“Baiklah. Kamu bisa menjemput Cinta sabtu pagi. Aku akan siapkan semuanya termasuk baju sekolah. Jadi kamu bisa mengantarkan Cinta ke sekolah.” Dathan memberikan ruang pada sang mantan istri untuk hal itu.


“Terima kasih, Than.” Arriel merasa lega karena akhirnya Dathan memberikan ruang untuk dirinya bersama dengan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2