
Malam hari Dathan, Neta, dan Loveta bersiap untuk barbeque bersama. Dathan meminta anak dan istrinya untuk duduk saja menunggu. Dia yang akan membakar dan menyiapkan semuanya.
“Mami-Mami, Lolo kemarin kiss Leo.”
Neta yang mendengar ucapan anaknya seketika membulatkan matanya. Dia benar-benar terkejut. Tak kalah terkejut Dathan yang sedang membakar udang, kerang, dan kepiting, juga ikut membulatkan matanya. Dia tak menyangka anaknya melakukan hal itu.
Neta melihat Dathan memberikan kode untuk suaminya itu tetap tenang. Dia akan bertanya pada anaknya dengan pelan-pelan.
“Sayang, kenapa bisa mencium Leo?” Neta bertanya dengan lembut pada anaknya.
“Jadi Lolo mau jatuh. Lalu tiba-tiba Leo tolong Lolo. Lalu kami jatuh bersama. Tanpa sengaja Lolo kiss Leo.” Loveta menceritakan pada maminya.
Neta bernapas lega mendengar kronologinya. Paling tidak, anaknya tidak tiba-tiba mencium. Dathan yang mendengar juga tak kalah tenang. Dia merasa lega karena akhirnya anaknya tidak mencium karena alasan suka.
“Lalu jatuh sakit tidak?” Neta memastikan kembali. Dia tentu harus tahu keadaan Leo.
“Tangan Leo sakit katanya.” Loveta menjelaskan kembali.
Neta merasa bersalah karena baru tahu sekarang. Jika terjadi apa-apa pada Leo, pastinya dia harus meminta maaf pada orang tuanya.
__ADS_1
“Besok kita lihat Leo. Jika dia sekolah, artinya tidak apa-apa. Jika di tidak masuk, besok kita tengok.” Neta tidak mau hanya diam saja. Sebagai orang tua, pastinya dia harus bertanggung jawab juga.
“Siap, Mami.” Loveta langsung setuju.
Dathan tersenyum. Tanpa mengatakan apa-apa sang istri sudah tahu cara bertindak. Jadi dia tidak perlu takut apa-apa
Mereka melanjutkan kegiatan mereka. Neta sibuk mengobrol dengan anaknya, sedangkan Dathan masih sibuk mengurus makanan.
Saat makanan selesai, dia meminta anak dan istrinya bergabung. Mereka menikmati makan malam bersama. Loveta begitu suka makan udang. Alhasil, dia memakan lahap udang yang sudah dikupas oleh sang mami. Neta dengan telaten pun membantu anaknya. Melihat anaknya makan dengan lahap, tentu saja membuat Neta begitu senang.
“Wah ... Lolo kenyang.” Loveta sudah habis banyak sekali udang. Jadi tentu saja membuatnya kenyang.
“Siap.” Loveta bergegas berdiri. Mengikuti sang mami.
Dathan masih asyik menikmati makannya. Sambil melihat anak dan istrinya yang begitu akur.
“Sayang, makannya sudah cukup.” Neta yang kembali sehabis menemani anaknya, meminta Dathan untuk berhenti. “Nanti kolesterol.” Neta memberikan peringatan pada sang suami.
“Astaga, Sayang, aku masih rajin olahraga. Jadi tidak akan kolesterol.” Dathan membela diri.
__ADS_1
“Sekalinya olahraga, jika tidak diimbangi makan makanan sehat, pasti akan sama saja.” Neta masih kekeh dengan pendiriannya.
“Iya, setelah ini aku akan olahraga.” Dathan kasih berusaha meyakinkan sang istri.
Neta menatap curiga. Entah olahraga apa yang akan dilakukan oleh sang suami malam-malam seperti ini.
Tepat jam sembilan Loveta segera tidur. Neta menemani anaknya, sedangkan Dathan memilih membersihkan sisa makanan yang dimakannya tadi.
Sekitar setengah jam, akhirnya Neta keluar dari kamar Loveta. Dia segera menghampiri Dathan yang sedang menikmati tehnya di teras belakang. Makanan yang tadi dimakannya sudah rapi sekali. Mungkin Dathan dibantu penjaga vila, jadi selesai lebih cepat.
“Cinta sudah tidur?” Dathan memastikan pada sang istri.
“Sudah.” Neta menjawab.
“Aku benar-benar terkejut ketika dia mengatakan mencium Leo. Benar-benar anak itu agresif sekali.” Dathan tidak tahu sifat anaknya itu dari mana. Entah dari dirinya atau dari mantan istrinya.
“Jangan serius-serius. Anak-anak melakukan hal itu bukan karena cinta. Bisa seperti tadi yang tidak sengaja. Jika pun dilakukan, tentu saja karena teman
Dathan berusaha untuk tenang. Dia memang harus mendengarkan dulu penjelasan sang anak. Tidak menuduh sembarangan.
__ADS_1