Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
S2: Tidak Mau Sekolah


__ADS_3

Dathan membawa si kembar berjemur di taman belakang. Dua anaknya tampak pulas. Dengan penutup mata, mereka menikmati berjemur.


“Lolo tidak mau sekolah.” Suara Loveta terdengar dari dalam rumah.


Dathan yang mendengar suara anaknya hanya bisa menggeleng. Anaknya sudah harus masuk sekolah, tetapi tidak mau karena mau bersama adiknya terus.


“Sayang, nanti bisa bertemu adik saat pulang sekolah.” Neta yang sedang mengganti baju anaknya harus menunggu anaknya itu karena tidak mau memakai baju.


“Lolo mau main sama adik, Mi.” Loveta menangis. Dia tidak mau kehilangan momen untuk bersama adiknya.


“Nanti pulang sekolah bisa main. Lagi pula, adik kalau pagi bobo. Jadi percuma Kakak Cinta berada di rumah.” Neta terus membujuk anaknya. Berharap anaknya mau sekolah.


Loveta tampak berpikir, dia menimbang apa yang dikatakan oleh maminya. Hingga akhirnya dia mengangguk. Setuju untuk sekolah seperti yang diminta maminya.


Neta bernapas lega anaknya mau sekolah. Padahal tadi dia sudah membujuk dengan berbagai cara. Namun, tetap tidak mempan. Padahal anaknya sudah libur cukup lama. Sejak adiknya lahir.


“Baiklah, sekarang pakai baju dan ayo ke sekolah.” Neta mengulurkan tangan agar anaknya mau mendekat.


Loveta segera mendekat ke maminya. Dengan segera Neta memakaikan baju anaknya.


Akhirnya Loveta mau berangkat sekolah juga. Dia diantar oleh papinya. Sebelum berangkat gadis kecil itu menciumi adiknya dulu. Semenjak ada adik-adiknya dia menjadi gemas sekali. Dathan dan Neta hanya bisa tersenyum saja ketika melihat hal itu.

__ADS_1


Dathan mengantarkan anaknya ke sekolah. Karena sudah beberapa hari tidak masuk, Loveta meminta untuk diantar sampai dalam. Dathan pun mengantarkan anaknya itu sampai dalam kelas.


“Leo, aku punya adik.” Loveta dengan bangganya memberitahu Leo saat sampai di kelas.


“Oh ya. Mami kamu sudah melahirkan?” Leo tersenyum tipis menatap Loveta.


“Iya, adik aku ada dua.” Loveta menunjukkan jarinya. Memberitahu temannya itu.


“Wah ... banyak.” Leo antusias juga.


“Iya, Lolo senang sekali.” Loveta begitu senang sekali.


Interaksi dua anak kecil itu membuat Dathan tersenyum. Anak-anak selalu membagi kebahagiaan mereka.


Neta menemani anaknya di ruang keluarga. Dua anaknya sedang bangun. Jadi Neta menemani anaknya sambil membunyikan mainan agar melatih motorik anaknya.


Suara bel yang terdengar membuat Neta mengalihkan pandangan. Asisten rumah tangga segera membuka pintu. Sesaat kemudian Bu Kania masuk ke rumah.


“Ibu.” Neta tersenyum melihat Bu Kania.


“Ibu datang mengantarkan Bu Githa.” Bu Kania tidak datang sendiri. Dia bersama temannya.

__ADS_1


“Selamat datang, Bu Githa. Semoga betah di sini.” Neta tersenyum sambil mengulurkan tangan.


“Tentu saja. Saya akan betah.” Bu Githa tersenyum.


“Bu Githa bisa langsung ke kamar untuk merapikan baju.” Neta kemudian beralih pada asisten rumah tangganya. “Bibi, tolong antarkan Bu Githa ke kamarnya.”


“Baik, Bu.” Asisten rumah tangga segera mengajak Bu Githa untuk bersama ke kamar belakang.


Kini tinggal Neta dan Bu Kania di ruang keluarga. Bu Kania langsung menyapa cucunya itu. Merasa senang melihat mereka berdua.


“Lolo belum pulang sekolah?” tanya Bu Kania.


“Belum, Bu. Mungkin sebentar lagi.” Neta menjawab sambil melihat jam. “Tadi dia tidak mau sekolah karena mau bersama adiknya.” Neta menceritakan perihal kejadian tadi pagi.


“Dia terlalu senang sepertinya ada adiknya.” Bu Kania tahu jika Loveta begitu bersemangat sekali dengan kelahiran adiknya.


“Iya, Bu. Itu juga mengalihkan pikirannya tentang Liam.” Neta mengembuskan napasnya ketika mengingat jika Liam tidak bisa dihubungi lagi. Loveta terus menangis ketika tak ada kabar lagi dari Liam. Padahal awal-awal Liam masih sering mengirim kabar.


“Ibu rindu Liam. Apakah anak itu baik-baik saja?” Bu Kania menangis. Dia tidak tahu kabar anaknya itu. Rasanya sesak membayangkan apa yang terjadi pada anaknya itu.


“Berdoa saja, Bu. Mamanya menjaga Liam dengan baik.” Neta menenangkan Bu Kania.

__ADS_1


“Ibu selalu berdoa untuknya. Berharap dia baik-baik saja.”


Neta tahu Bu Kania sangat menyayangi Liam. Jadi wajar jika begitu khawatir. Neta berharap kelak Liam akan datang ke Indonesia. Memberikan kabar jika dia baik-baik saja.


__ADS_2