Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Berita Dibalas Berita


__ADS_3

Adriel yang melihat Dathan datang memilih untuk berpindah tempat. Dia memilih duduk bersama Dathan. Karena di sisi Neta kosong, Dathan pun segera mendudukkan tubuhnya di kursi.


Neta hanya bisa menatap Dathan dengan tatapan heran. Dia tidak tahu bagaimana suaminya bisa di kantor Syailendra. Padahal kemarin Dathan sendiri yang bilang tidak begitu mengenal orang-orang Syilendra Grup.


“Karena semua sudah lengkap, aku rasa ini saatnya aku akan memberikan sangsi pada Neta.” Kafa menatap Neta, kemudian menatap Dathan. Melanjutkan kembali pembicaraannya.


Neta semakin takut ketika Kafa akan memberikan sangsi. Bukan apa-apa. Neta takut menjadi beban pikiran sang suami ketika Kafa menjelaskan sangsi yang didapatkan. Apalagi sang suami ada di sisinya.


“Jadi aku ingin meminta kalian untuk wawancara khusus di majalah kami. Memberikan foto pernikahan secara eksklusif sebagai sangsi atas apa yang sudah dilakukan oleh Neta.” Kafa menatap Dathan dan Neta secara bergantian. Kafa merasa itu adalah pilihan tepat. Karena berita dibalas berita. Itu akan adil. Mengingat pihak majalah lawan tidak mau menarik majalah.


Dathan akhirnya tahu apa yang dilakukan Kafa. Menurutnya itu adalah pilihan tepat. Karena sebuah berita buruk akan bisa diredam oleh berita baik. Dengan begitu pastinya berita buruk akan tenggelam dengan sendirinya.


“Aku setuju.” Dengan tegas Dathan menjawab. Menurutnya ini masih logika. Jadi masih bisa diterima akal sehatnya.


Kafa tersenyum. Merasa senang Dathan mau menerima. Saat Dathan menerima Neta tampak terdiam saja. “Apa kamu setuju, Ta?” Dia melempar pertanyaan itu pada Neta.

__ADS_1


Neta sedari tadi hanya mencerna apa yang dijelaskan oleh Kafa. Sejujurnya dia sendiri bingung, tetapi saat sang suami sudah mengiyakan, tentu saja dia tidak bisa menolak.


“Saya setuju saja.” Neta merasa jika memang tidak masalah dengan hal itu. Mungkin memang lebih baik. Dia tahu bagaimana dunia berita bekerja. Jadi dia mengerti kenapa Kafa mengambil jalan tersebut.


Kafa cukup senang dengan jawaban Neta. Dia pun beralih pada Gala. “Lah, tolong urus semua. Aku mau berita ini jadi berita eksklusif untuk Syailen Gosip. Tepis semua berita tentang karyawan yang memanfaatkan narasumber. Buat narasi agar menegaskan jika kisah cinta mereka dimulai setelah wawancara.” Dengan detail, Kafa memberitahu asistennya tersebut.


“Baiklah, aku akan melakukannya.” Gala mengangguk. Dia sudah tahu apa saja yang harus dilakukannya.


“Pak Adriel.” Kafa memanggil Adriel.


“Baiklah, Adriel. Terima kasih sudah mengantarkan Neta ke sini. Aku harap kamu bisa mengatasi masalah di sana.” Kafa tahu pasti akan ada berita di kantor tak kalah heboh. Untuk satu itu, sudah bukan tugasnya lagi untuk menyelesaikan.


“Baik, Pak.” Adriel tahu apa yang dilakukan. Ini jadi berita hangat di kantornya. Jadi memang harus ada tindakan khusus. Karena cinta Dathan dan Neta terjadi setelah pernikahan, tentu saja Neta tidak bisa dipecat. Lagi pula jika artikel Dathan dan Neta keluar, ini akan menegaskan jika Neta tidak bersalah. Dia hanya perlu memberitahu apa yang benar dan tidak pada rekan-rekannya.


“Aku rasa obrolan ini sampai sini. Semua sudah beres dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi.” Kafa menatap satu per satu orang di hadapannya.

__ADS_1


Neta hanya terperangah mendapati akhir penyelesaian masalahnya. Tentu saja itu membuatnya merasa jika Kafa semudah itu menyelesaikan masalah. Padahal pikirannya saja sudah ke mena-mana untuk masalah ini.


“Terima kasih sebelumnya karena sudah membantu kami.” Dathan menatap Kafa yang berada di depannya. “Sebagai ucapan terima kasih, aku mengundangmu dan keluarga untuk datang makan malam di akhir pekan.” Dathan tidak mau selesai sampai di sini saja. “Pak Gala dan Adriel juga bisa datang sekalian.” Dathan beralih pada Gala dan Adriel yang duduk di depannya.


“Tentu saja. Kami akan datang.” Kafa menerima undangan tersebut. Sambil menjawab dia mengalihkan pandangan pada Gala. Dia tahu temannya itu juga akan ikut datang juga.


“Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu.”


Dathan yang merasa urusan mereka sudah selesai. Jadi lebih baik mereka segera berpamitan.


“Baiklah, sampai bertemu lagi.” Kafa segera berdiri untuk menjabat tangan Dathan. Kemudian beralih pada Neta dan juga Adriel.


Gala yang berada di ruangan tersebut pun ikut menyalami mereka semua. Sebelum pergi, Gala mengatakan pada Dathan jika nanti dia yang akan mengutus orang untuk datang mewawancara. Karena ini eksklusif, tentu dia mau ditangani orang-orang yang bisa diandalkan. Dathan menerima kapan pun kehadiran wartawan yang mewawancara. Sejak menikah dengan wartawan, ternyata memang membuat Dathan perlahan nyaman dengan mereka para wartawan.


Dathan, Neta, dan Adriel yang berpamitan segera mereka keluar dari kantor Syailendra Grup. Neta mengatakan pada Adriel jika dia akan diantar ke kantor oleh suaminya. Adriel pun tidak mempermasalahkan. Mengizinkan Neta untuk pulang dengan Dathan.

__ADS_1


Neta segera menuju ke tempat parkir bersama Dathan. Ada banyak yang harus dibicarakan dengan Dathan. Jadi dia harus ikut dalam satu mobil dengan suaminya itu.


__ADS_2