
Hai, senang menyapa kalian semua. Aku mau promo ni. Kebetulan aku sedang buat novel baru di Noveltoon. Aku sedang berpartisipasi lomba di Noveltoon. Jadi mohon dukungannya. Cukup like dan komentar ya. Pastiin kalian baca juga karya lain punya aku. Kalian bisa ketik Myafa di pencarian atau judul novel aku
Ini genre baru, tapi tetap pasti versi aku😁 Jadi pastiin kalian baca. Upnya akan tipis-tipis satu bab sehari. Karena aku masih fokus di sini. Jadi harus sabar ya. Untuk info main-main ke Instagram aku Myafa16 untuk dapat info update, visual, dan kegiatan aku.
.
.
Blurb
Ivana Rawnie terbangun dengan keadaan kepalanya berdarah, serpihan kaca menancap, serta dadanya yang terasa sesak.
Saat berusaha mengumpulkan kesadarannya, dia mendapati diri berada di dalam novel yang baru saja dibacanya. Berada di dalam tubuh Irena Cherish, seorang gadis lemah dari keluarga kaya raya pemeran utama di novel yang dibacanya.
Ivana tahu persis setiap cerita yang dibacanya. Hal itu membuatnya iba dengan nasib Irena yang akan menjadi pewaris yang tertindas. Hingga akhirnya, dia berusaha membuat nasib Irena berubah.
.
__ADS_1
.
“Acchh ....” Ivana menahan kepalanya yang sakit, tangannya yang perih, serta dadanya yang sesak. Sungguh rasa sakit itu berkumpul menjadi satu hingga membuat Ivana merasa begitu tersiksa sekali. Jika tahu mimpi buruk seperti ini sehabis membaca novel, dia lebih memilih langsung tidur saja tadi.
Ivana terus meringis kesakitan. Saat bisa menegakkan tubuhnya, dia segera menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi. Napasnya memburu. Berusaha untuk memasukkan oksigen sebanyak mungkin ke dalam paru-parunya. Tak mau mati konyol karena kehabisan napas.
Ivana mencoba membuka sedikit matanya. Dilihatnya kaca mobil yang pecah dan berlubang tepat di depannya. Ivana yakin serpihan kaca itulah yang menancap di lengan tangannya. Membuat tangannya berdarah-darah dan terasa perih.
Ivana berusaha menyadarkan tubuhnya. Dia benar-benar ingin tahu di mana sebenarnya dirinya berada.
Sambil dengan napas yang tersengal-sengal, Ivana kembali membuka matanya sedikit. Melihat apa yang ada di sekitarnya itu. Saat matanya terbuka, dia melihat sebuah pertokoan bertingkat. Namun, yang aneh adalah bangunan itu memiliki arsitektur bergaya Eropa.
Melihat hal itu tentu saja dia merasa sangat bingung. Di kota tempat tinggal Ivana tidak ada bangunan seperti itu. Di negaranya-Singapura hanya ada gedung-gedung bertingkat. Tidak ada bangunan bergaya Eropa seperti itu. Ivana benar-benar tidak mengerti dengan situasi ini. Di mana sebenarnya dirinya berada?
Suara pintu terdengar dibuka paksa. Beberapa orang di luar berusaha untuk membukanya. Namun, karena terkunci dari dalam tentu saja tidak bisa dibuka.
“Nona ... Nona. Apa kamu masih sadar?” Seseorang di luar sana terdengar bertanya.
Ivana sudah tak punya tenaga menjawab. Sakit kepala yang dirasakannya membuat matanya semakin terasa berat.
__ADS_1
“Lewat kaca depan.” Tampak seseorang berusaha untuk memecah kaca depan semakin lebar. Tangannya segera masuk dan berusaha untuk membuka pintu mobil. Dengan segera dia membuka pintu mobil. Tangannya menapuk-nepuk pipi Ivana.
“Nona ... Nona.” Dia kembali memanggil-manggil Ivana.
Ivana merasakan jelas tangan itu adalah tangan seorang pria yang menyentuh pipinya. Pria itu tampak berusaha menyadarkannya. Namun, Ivana terlalu lemah untuk menjawab.
Pria itu melepaskan sabuk pengaman yang dipakai oleh Ivana. Dia kemudian mengecek keadaan Ivana. Napas Ivana yang masih terasa membuat pria itu menyadari jika Ivana masih hidup.
Suara sirene ambulans yang terdengar menandakan jika para tenaga medis itu sudah datang. Jadi pria itu memilih menunggu tenaga medis untuk segera menangani.
Tak hanya suara ambulans yang terdengar, sirene polisi pun juga terdengar. Ambulans dan polisi datang bersama ke lokasi kecelakaan tersebut.
Para tenaga medis yang turun dari ambulans langsung memindahkan Ivana ke brankar. Mereka segera melakukan pertolongan pertama untuk Ivana. Tak mau sampai Ivana mati.
Ivana yang merasakan tenaga medis mulai menanganinya hanya bisa pasrah. Tubuhnya tidak bisa menolak sama sekali.
“Korban atas nama Irena Cherish Travis, usia dua puluh tahun.” Seorang petugas kepolisian mendapati data diri korban kecelakaan itu.
Samar-samar Ivana mendengar suara itu di telinganya. Hal itu membuat dia merasa begitu terkejut. Dia hafal betul jika nama itu adalah tokoh novel yang dibacanya dengan judul “Pewaris Yang Tertindas”. Novel itu diberikan temannya padanya dua hari lalu. Awalnya, Ivana tidak mau membacanya mengingat jika dia tidak suka drama wanita-wanita lemah. Karena dirinya adalah wanita yang berani. Namun, malam itu, dia tidak bisa tidur. Buku novel itu seolah memanggilnya untuk dibaca. Hingga akhirnya dia membacanya.
__ADS_1
Ivana awalnya hanya membaca bab awal saja. Sayangnya, rasa ingin tahunya akhir dari cerita itu membuatnya melanjutkan membaca. Dia begitu penasaran dengan akhir tokoh utama. Apalagi di awal, tokoh utama ditampilkan dengan disikapnya yang lemah.
Kini Ivana benar-benar tidak mengerti dengan situasi ini. Dia berada dalam kebingungan. Bagaimana bisa dirinya adalah Irena-tokoh utama wanita dalam novel, padahal dirinya adalah Ivana Rownie. Seorang CEO sebuah perusahaan elektronik terkenal di Singapura.