
Artikel majalah tentang pernikahan datang rilis sabtu pagi ini. Selain karena majalah rilis di hari sabtu, pihak Syailendra memang menaikkan artikel itu lebih dulu. Mengingat untuk menaikkan rating majalah.
Pihak Syailendra memang bekerja keras. Mengingat hanya dalam beberapa hari majalah rilis. Tak hanya berupa majalah, beberapa berita dinaikkan melalui situs resmi milik Syailen Gosip. Pernikahan Dathan yang merupakan seorang pengusaha menjadi sorotan.
Orang-orang yang tadinya tidak tahu kisah cinta Dathan dan Neta pun akhirnya tahu dari artikel di dalam majalah.
Foto-foto eksklusif dari pernikahan mereka pun turut dirilis. Para pembaca tidak hanya disuguhi narasi, tetapi foto eksklusif milik pengusaha muda. Seketika R3al majalah kalah pamor, mengingat jika orang lebih tertarik membeli Syailen Gosip mengingat mereka bisa melihat foto pengantin.
Neta yang tadiya dipandang karena mencemarkan nama baik pun kini berubah. Neta menjadi sosok cerdas yang dapat menarik perhatian seorang Dathan Fabrizio yang terkenal sulit didekati. Kualitas perusahaan Syailendra Grup memilih karyawan pun dipuji, karena memilih karyawan yang pintar.
Pagi ini berita pernikahan Dathan dan Neta menjadi perhatian banyak orang. Beberapa wanita seolah bermimpi juga untuk menjadi istri dari pengusaha muda yang sedang naik daun tersebut.
Pagi ini, Martin datang untuk memberikan majalah kepada Neta. Ditemani Adriel dan Maria. Dathan mengundang mereka untuk sarapan sekalian di rumah. Menikmati pagi indah ini bersama.
“Kamu tahu, Ta. Teman-teman sekarang beralih bermimpi seperti kamu. Menikah dengan pengusaha.” Maria sedikit kesal. Karena beberapa temannya kini berbalik memuji. Padahal mereka kemarin mencibir Neta.
“Tidak semudah itu. Mereka pikir akan semudah itu mendapatkan pengusaha muda.” Martin memberikan komentar dari pernyataan kekasihnya.
“Iya, mereka pikir bisa jadi Cinderella dengan meninggalkan sepatu kaca.” Maria tertawa.
Semua orang ikut tertawa. Merasa lucu dengan ucapan Maria.
__ADS_1
“Yang terpenting semua bisa jauh lebih baik lagi. Tidak ada berita negatif karena teralihkan dengan berita positif.” Dathan tersenyum menatap orang-orang yang berada di sekitarnya itu. Kemudian menatap sang istri penuh damba.
“Itu yang terpenting.” Adriel membenarkan ucapan Dathan.
“Pak Kafa benar, berita dibalas berita. Maka semua akan beres.” Neta teringat kata-kata Kafa.
“Dia memang hebat. Selain tampan.” Maria mengingat wajah Kafa yang sering wara-wiri di majalah. Belum lagi di jalan-jalan papan iklan terpajang wajahnya.
“Sepertinya aku akan dapat saingan.” Martin memutar bola matanya malas.
Maria seketika langsung menarik lengan Martin. Melingkarkan tangannya di sana. “Aku rasa cukup dikagumi. Yang diraih yang ini saja.”
Asyik mengobrol, mereka semua langsung segera menikmati sarapan. Mereka semua menikmati kebersamaan. Dathan menganggap teman-teman Neta temannya juga. Karena mereka membuatnya tertawa juga.
...****************...
Arriel melajukan mobilnya. Hari ini dia akan membawa sang mama untuk menemui cucunya dan sekaligus menemui Dathan. Kemarin, Dathan memintanya datang pagi jam sepuluh. Karena sore hari Dathan akan pergi.
“Kita mampir ke supermarket dulu.” Mauren yang ikut dengan Arriel, meminta Arriel untuk menepikan mobilnya.
Arriel terpaksa menepikan mobilnya. Namun, dia memilih menunggu Mauren di mobil. Membiarkan Mauren ke supermarket sendiri.
__ADS_1
Beberapa saat Mauren yang membawa minuman kopi di tangannya berlari-lari sambil membawa sebuah majalah. Dia sudah seperti orang yang dikejar setan karena berlari-lari.
“Apa kamu melihat hantu?” Arriel yang melihat sang teman masuk ke mobilnya pun menegurnya.
“Ini lebih dari melihat hantu.” Mauren terengah-engah. Merasa begitu lelah ketika berlari tadi. Jarangnya berolahraga membuatnya tidak kuat berlari.
“Memang apa?” Arriel penasaran sekali.
“Ini.” Mauren memberikan majalah pada Arriel.
Arriel melihat majalah yang menampilkan foto Dathan dan Neta. Dengan segera dia meraih majalah tersebut. Melihat artikel apa yang tertulis. Ternyata Artikel tentang pernikahan Dathan dan Neta yang eksklusif ditampilkan oleh Syailen Gosip.
“Mungkin ini cara majalah ini membalas majalah kemarin.” Mauren memberikan pendapatnya.
“Aku rasa begitu.” Arriel membenarkan apa yang terjadi. Jika dari Dathan dan Neta sendiri, tentu saja itu membuat Arriel tidak berhak bicara. Itu adalah hak mereka. Berbeda dengan ketika mamanya yang melakukannya.
Arriel memberikan majalah itu pada Mauren. Dia harus melajukan kembali mobilnya. Harus segera mengajak mamanya ke rumah Dathan untuk meminta maaf.
...****************...
__ADS_1