Bos Duda Kesayangan

Bos Duda Kesayangan
Siapa Yang Melakukannya?


__ADS_3

Dathan melihat majalah bergambar dirinya. Tampak beberapa tagline yang bertuliskan, “Pernikahan Dathan Fabrizio”. Ada juga tagline bertuliskan, “Dathan Fabrizio menikah dengan seorang wartawan dari Syailend Grup”. Dibawah tulisan itu ada foto Neta yang terpajang jelas sekali. Namun, yang lebih mencengangkan adalah tagline yang bertuliskan, “Wawancara berakhir cinta atau wawancara berbayar cinta”. Kalimat itu tentu membuat dahi Dathan berkerut dalam.


“Aku tidak pernah wawancara di sini, bagaimana berita ini bisa keluar?” Dathan meraih majalah yang berada di depannya itu. Dia memerhatikan majalah tersebut.


“Ini yang jadi masalah, Than. Aku juga sama terkejutnya. Karena aku tahu kamu wawancara dengan Neta saja.” Reno yang tadi pagi mampir di toko majalah, tanpa sengaja menemukan majalah itu. Tentu saja itu membuatnya terkejut. Dengan segera, dia membeli majalah tersebut. Untuk diberikan pada Dathan.


“Apa ada yang membocorkan acara pernikahanku?” Dathan mengalihkan pandangan pada Reno.


“Aku tidak bisa berkata apa-apa, Than. Mengingat yang datang ke pesta beberapa teman Neta yang merupakan wartawan. Bukan aku menuduh. Bisa jadi salah satu dari mereka.” Reno menduga-duga siapa yang melakukan semua ini.


Dathan terdiam. Dia masih belum bisa menuduh siapa-siapa dalam hal ini. Karena tidak mau gegabah. Yang jadi masalah sekarang adalah sang istri. Dia ingin memastikan lebih dulu apakah sang istri sudah melihat majalah ini.


...****************...


Neta yang masuk ke ruangannya segera meletakkan tas di meja. Dia mulai bekerja. Merapikan meja kerjanya sebelum mulai bekerja. Namun, saat ingin mulai bekerja, dia memikirkan apa yang terjadi sebenarnya padanya. Sungguh ini adalah hal yang aneh selama dia bekerja.


“Maria, apa selama aku cuti, terjadi sesuatu?” Neta yang penasaran pun memilih untuk bertanya.


“Tidak ada yang terjadi.” Maria menggeleng. Merasa memang tidak terjadi apa-apa selama Neta tidak ada. “Memang kenapa?” Maria melempar pertanyaan itu pada temannya.


“Aku hanya merasa jika orang-orang menatapku dengan tatapan aneh.” Neta masih merasakan hal itu. Jadi tentu saja itu membuatnya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


“Sudahlah, itu hanya pikiranmu saja.” Maria mencoba menenangkan Neta.


Neta mengangguk. Mungkin hanya perasaannya sajalah yang seperti ini. Jadi dia merasa jika


“Selamat pagi.”


Di saat pikiran Neta sedang dihiasi dengan berbagai pertanyaan, tiba-tiba suara Adriel terdengar. Neta segera mengalihkan pandangan pada Adriel.


“Pagi, Pak.” Neta tersenyum pada Adriel.


“Pagi, Pak.” Teman-teman Neta menjawab.


Adriel tersenyum pada semua karyawan yang membalas sapanya. Saat melihat ada Neta di antara semua karyawan, dia melihat Neta.


Neta sedikit merasa aneh. Setelah teman-temannya yang bersikap aneh. Kini Adriel juga melakukan hal yang sama. Neta benar-benar merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Neta mengangguk. Kemudian mengikuti ke ruangan Adriel. Saat berjalan ke ruangan Adriel, ponsel Neta bergetar. Neta merasa jika ada yang sedang menghubunginya. Namun, tentu saja dia tidak bisa berbicara sekarang, mengingat jika dia harus masuk ke ruangan Adriel sekarang.


“Duduk, Ta.” Adriel mempersilakan Neta sambil meletakkan tas miliknya di atas meja.


Neta dengan segera mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Dia bertanya-tanya, apa gerangan yang membuat Adriel memanggilnya.

__ADS_1


Adriel tampak mengambil sesuatu di dalam tasnya. Kemudian memberikan sesuatu pada Neta. Neta dengan segera meraih apa yang diberikan Adriel. Sebuah majalah yang entah, majalah apa Neta tidak tahu.


Tepat saat Neta meraih majalah tersebut, kedua matanya seketika membulat sempurna. Di sana terpampang wajah Dathan sebagai sampul majalah. Lebih membuatnya terkejut adalah ada foto dirinya di sana. Tampak tagline yang bertuliskan, “Dathan Fabrizio menikah dengan seorang wartawan dari Syailend Grup” terlihat di sana. Neta benar-benar terkejut dengan majalah yang menampilkan dirinya dan Dathan sebagai sampul halaman depan.


“Apa ini?” Neta menatap Adriel. Benar-benar bingung dengan situasi yang ada.


“Salah satu majalah gosip memuat artikel tentang kalian. Majalah itu sudah keluar tadi pagi.” Adriel menjelaskan apa yang terjadi.


Sejenak Neta memikirkan sesuatu. Jika majalah tersebut keluar tadi pagi, pasti beberapa karyawan sudah melihatnya. Mungkin, itulah yang membuat mereka menatapnya aneh.


Neta segera membuka lembaran artikel yang memuat berita tentangnya. Membacanya dengan saksama untuk tahu apa yang ditulis.


Dathan Fabrizio seorang pengusaha muda pemilik IZIO kini telah menikah dengan seorang bernama Marsya Kineta. Diketahui Marsya Kineta adalah seorang wartawan dari Syailend Grup. Menurut sumber yang dapat dipercaya wawancara itu membuat mereka menjalin hubungan ….


Neta membaca paragraf awal. Tertulis jelas jika ada sumber yang memberikan informasi berita tersebut. Jadi jelas berita ini tidak asal dibuat.


“Aku yakin jika kalian tidak melakukan wawancara. Jadi jelas kemungkinan ini adalah salah satu tamu undangan yang membocorkan pernikahan kalian.” Adriel memberikan pendapatnya pada Neta.


Neta mengalihkan pandangannya pada Adriel ketika pria di depannya itu berbicara. Yang dikatakan Adriel benar. Ada orang yang memberikan informasi. Dan yang memberikan informasi tersebut adalah orang yang tahu sekali tentang perjalanan wawancaranya dengan Dathan.


“Siapa yang melakukannya?” Pertanyaan itu terlintas di kepala Neta.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2