
“Ada apa?” tanya Dathan.
“Kenapa kamu bersikap dingin padaku?” Arriel sedari tadi sudah berusaha untuk diam. Namun, dia merasa Dathan benar-benar bersikap dingin.
“Bukannya selama ini aku bersikap dingin padamu. Kenapa setelah sekian lama kamu baru menyadarinya?” Dathan menatap dengan lekat wajah Arriel. Sudut bibirnya terangkat sedikit. Nada bicaranya terdengar menyindir sekali.
Mendengar ucapan Dathan seketika membuat Arriel melepaskan tangannya yang memegangi pergelangan tangan Dathan. Yang dibilang Dathan memang benar. Jika selama ini mantan suaminya itu bersikap dingin padanya. Namun, kenapa kali ini dirinya harus marah?
“Jangan melebih-lebihkan dengan sikapku, karena sebenarnya yang berubah adalah sikapmu.” Sejak kemarin Dathan sudah merasa jika Arriel belakangan ini berubah. Sejak Reno mengatakan jika bisa saja Arriel menyukainya lagi, Dathan mulai memerhatikan. Hingga akhirnya, dia melihat sendiri jika Arriel menatapnya penuh damba. Dathan menduga jika Arriel kembali menaruh hati padanya. Kemarin-kemarin dia mencoba menghindar dari Arriel. Hari ini sengaja dia mendekat. Ingin memastikan jika yang diduganya benar.
Dathan mengayunkan langkah mendekat ke arah Arriel. “Apa kamu menyukai aku?” tanya Dathan memastikan.
Arriel menjadi gugup ketika Dathan mengintimidasinya.
__ADS_1
“Ingatlah jika aku akan menikah dengan Neta. Jadi sebaiknya kamu singkirkan saja keinginan untuk mencintai aku.” Dathan langsung memberikan peringatan pada Arriel tanpa basa-basi. Setelah melakukan itu, ayah satu anak itu bergegas pergi. Mengayunkan langkahnya ke kamarnya.
Arriel masih terkejut dengan yang dikatakan Dathan. Namun, tiba-tiba keberanian muncul begitu saja dari dalam dirinya.
“Iya, aku mencintaimu. Aku tidak tahu kenapa rasa ini muncul tiba-tiba.”Arriel mengungkapkan isi hatinya. Dia tidak tahan dengan perasaannya sendiri.
Langkah Dathan terhenti. Dia mendengar ucapan Arriel dengan saksama. Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Arriel. Tentu saja hal itu membuat Dathan semakin yakin jika dugaannya memang benar. Dathan segera berbalik dengan tenang. Ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh Arriel lagi.
“Aku tidak tahu kenapa perasaan ini muncul. Awalnya aku murni hanya ingin dekat dengan Lolo. Karena aku tahu aku selama ini begitu jauh dari anakku sendiri. Namun, melihatmu punya pasangan lagi rasanya sakit sekali. Melihatmu menatapnya penuh damba membuat aku semakin tersiska.” Air mata Arriel tak tertahan lagi. Butir air mata itu jatuh tepat di pipinya. “Perasaanku mulai tidak menentu. Hatiku mulai sakit membayangkan kamu dan Lolo dimiliki orang lain. Aku tidak rela, Than.” Dia mengungkapkan isi hatinya. Benar-benar tidak sanggup jika harus merelakan Dathan dan anaknya.
Arriel sendiri juga tidak tahu kenapa bisa dirinya baru merasakan hal itu. Padahal dulu tidak pernah terpikir olehnya.
“Sebaiknya kamu singkirkan saja pikiranmu itu, Riel. Karena itu tidak akan terjadi. Aku mencintai Neta dan akan menikahinya. Hubunganmu dan aku hanyalah tentang Cinta. Jadi jangan melebihi batasmu.” Dathan segera memberikan peringatan padanya Arriel lebih tegas.
__ADS_1
Pembahasan Neta selalu sangat menyakitkan. Arriel berusaha untuk menahan rasa sakit itu. Dia mendekat ke arah Dathan. Berdiri tepat di depan pria itu. “Apa benar-benar tidak ada cinta yang tersisa di hatimu, Than.” Arriel menatap Dathan lekat. Berharap ada secuil rasa cinta Dathan untuknya. Paling tidak itu adalah gerbang dirinya untuk masuk.
“Tidak ada.” Tanpa menunggu lama, Dathan langsung menjawab. Dia merasa Arriel harus tahu bagaimana perasaannya sebenarnya.
Arriel merasakan sesak menyusup ke dalam dadanya. Rasanya sakit sekali ketika melihat jika Dathan benar-benar tidak menyimpan rasa padanya.
“Lalu kenapa kamu tadi mau bersamaku di saat aku bersama Lolo. Kamu terus menatapku. Aku yakin kamu memiliki rasa cinta padaku.” Arriel mencoba meyakinkan Dathan. Siapa tahu Dathan memang tidak memahami perasaannya.
Dathan tersenyum dengan yang diucapkan oleh Arriel. “Aku bergabung denganmu karena memang aku ingin memberikan kenangan indah untuk Cinta. Kelak saat dia tahu kita berpisah, dia pernah merasakan jika orang tuanya pernah bersama menemaninya.” Dathan memang tidak punya niat apa pun. Niatnya hanya itu, jadi ketika nanti dirinya nanti mengatakan pada Loveta jika papa dan mamanya bercerai, itu membuat Loveta memiliki kenangan indah kedua orang tuanya.
Arriel tidak menyangka jika itulah yang dilakukan Dathan. Dia pikir masih ada cinta di hati Dathan untuknya. Namun, ternyata tidak. Arriel seolah tidak punya celah untuk mendapatkan cinta Dathan. Hal itu pastinya akan membuat dia kehilangan Dathan dan juga Loveta.
“Hubungan kita hanya karena Cinta. Jadi jangan berpikir macam-macam tentang perasaan. Aku sudah tidak memiliki perasaan apa pun padamu. Semua perasaan cintaku sudah mati. Jadi aku harap berhenti membahas perasaan cinta.” Dathan kembali memberikan peringatan dan segera kembali berbalik. Berniat meninggalkan Arriel yang berada di depan kamar anaknya.
__ADS_1
Arriel yang melihat hal itu benar-benar merasa terluka. Kenyataan jika Dathan benar-benar tidak memiliki perasaan, terasa menusuk hatinya. Padahal dia berharap jika Dathan memiliki perasaan padanya.
Arriel yang masih tidak terima masih mencari celah. Dia ingin membuktikan jika Dathan benar-benar tidak mencintainya. Dengan segera Arriel mengayunkan langkahnya menghampiri Dathan. Tangannya menarik tubuh Dathan. Membuat Dathan berbalik. Tanpa aba-aba Arriel mendaratkan bibirnya. Arriel menyesap bibir Dathan dengan lembut. Tangannya melingkar di leher Dathan. Menikmati ciumannya. Dia yakin sekali jika Dathan pasti tidak akan menolak apa yang dilakukan. Dia yakin setelah ini Dathan akan menyadari jika memang ada cinta di hatinya.