
Camy menunggu dari kejauhan, disana Esmas dan Marky bertemu untuk sekian kalinya.
"Pria tua bangka itu kenapa keras kepala sekali!"
"Dan kenapa Dad memilih pura-pura tak tahu motif tua bangka itu!"
"Siaal!" Pina memaki, Camy disini bersama Pina dan Kola. Mengamati kegiatan Esmas dan Marky juga beberapa teman mereka.
"Katakan semua tak benar!" Pina sibuk dengan sambungannya. Camy dan Kola menatap Pina yang wajahnya tak bisa dikatakan baik-baik saja.
Pina membanting tubuhnya kearah sofa yang tadi ia duduki. "Helga menandatangi kerjasama dengan Nokturnal. Tapi buka Walabi. Tapi untuk Plam Strom."
"Siapa Helga?" Camy bertanya bukannya sekertaris Pina di Palm Strom itu Zack.
"Sekertaris sementara Pina yang baru, baru 3 bulan," jelas Kola.
Kebiasaan Pina menyerahkan segala urusan bahkan menandatangi kontrak penting tentang Palm Strom pada sekertarisnya.
"Jack kemana?" Tanya Camy.
"Cuti panjang, Yah menikah kau tahu lah Cam" Kola dengan teropongnya, Pina mengacak rambutnya. Ia frustasi, lupa jika Jack telah cuti. Ini salahnya. Ia teledor.
"Oh Dad kembali"
"Dad dengar Palm Strom menandatangani kontrak dengan Nokturnal?" Esmas yang baru saja duduk disofa memberondong orang-orang disana.
Marky sendiri yang menyampaikan berita itu padanya. Dan membuatnya terkejut dan membuatnya pergi dari tempat itu secepatnya.
"Ini salahku Dad" Palm Strom, adalah perusahaan yang menyuplai suku cadang robot. Dan perusaahan Pina ini sedang naim daun. Karena kualitasnya sangat baik.
Ia bisa memiliki bahan baku besi ringan dan tahan dengan serangan senjata apa pun, semua berkat penelitian Kola yang menghasilkan besi dengan kualitas bagus.
Dan tentu saja, Nokturnal sangat tertarik, namun Pina selalu menolak kerja sama dengan Nokturnal.
"Aku lupa jika Jack cuti, jadi aku menyerahkan pada sekertaris baruku yang belum tahu peraturan yang aku buat"
"Aku kembali ke Palm Strom, aku serahkan Walabi padamu Kola, Aku harus memantau langsung, Maaf Dad" Pin menatap ayahnya bersalah, karena kecerobohannya, rencana Esmas jadi berantakan.
"Kak aku ikut denganmu" Camy sudah lama tak ke Palm Strom, ia juga penasaran dengan besi penemuan Kola itu.
__ADS_1
"Serahkan padaku kak" Kola menerimanya,
"Tak masalah Pina, kau selesaikan itu, tapi berikan perkembangannya pada Dad"
"Iya makasih Dad, aku pergi dulu, ayo Cam" Pina pamit, ia akan meninjau kontrak Nokturnal, yang ia tahu tak pernah menguntungkan rekannya dalam bekerja sama.
"Ini sangat aneh," ujar Kola. Setelah Pina dan Camy sudah tak terlihat.
"Apa ini cara Nokturnal menekan Walabi?"
Esmas juga menduga seperti itu, namun ia masih lihat, nanti dari laporan yang akan Pina berikan untuknya.
Dan jika itu cara Nokturnal ingin mendapatkan 'Walabi' nya, berarti ia harus siap berperang. Kemungkinan terburuknya.
Pina memacu kencang kendaraannya. Camy sudah biasa. Ia dulu juga sering ikut Pina balapan dengan teman-temannya, dan ya Camy ikut dalam kendaraan Pina.
Sampai di Palm Strom. Pina disambut dengan wanita tinggi, cantik bak model. Ia membawa berkas kontrak dengan Nokturnal.
"Semua yang Nokturnal. minta sudah kau siapkan?"
"Sudah Tuan" Wanita itu mengikuti langkah panjang Pina.
Camy mengernyitkan dahi. Ia menatap lekat wanita yang berjalan disamping Pina, Camy merasa tak asing, ia pernah melihat wanita itu, namun tak tahu dimana. Wajahnya cukup familiar.
"Baik Tuan"
Camy mengikuti mereka dibelakang, kadang ia tertinggal karena tegur sapa dengan karyawan Palm Strom yang menyapa dan kenal dengan Camy.
"Camy?" Seorang pria terdiam dihadapan Camy.
"Struat? Kau kah itu?" Camy melangkah cepat mendekati pria iti dan memeluknya erat. Ia dalah satu teman Pina. Jika Pina mengajaknya berkumpul dengan temannya, Struat Billy, yang akan menemaninya mengobrol.
"Kemana saja kau, adik kecil!" Struat memeluknya erat.
"Jangan menangis, cengeng!" Ejek Camy, Pria bertampang macho tapi berhati putri salju.
"Siapa yang cengeng, bukankah itu kau!" Suara serak pria itu, ia menghapus sudut matanya yang berair.
"Hei snow white, kangen"
__ADS_1
"Kau itu aku lebih kangeng denganmu rapunzel"
Julukan mereka yang membuat Kola mengejek mereka. "Tukang khayal" itu cibiran Kola pada mereka.
Sebenarnya Struat lah yang mengenalkan tokoh para princess pada Camy, saat awal Srtuat mendekati Camy ia berverita tentang putri-putri yang tak ditanggapi oleh Camy.
Karena ia lebih tertarik pada robot milik Kola dibanding tokoh putri di kerajaan.
"Kau kemari pasti karena kontrak itu kan?"
"Kau bisa mendugannya,"
"Aku juga tak menyangka Pina mau bekerja sama dengan Nokturnal."
"Ia teledor. Ia lupa Jack cuti, dan menyerahkan semua tanggung jawab persetujuan kerja sama padanya. Dan ya kau tahu" Camy berjalan bersebelahan dengan Struat yang paham sekarang.
"Lebih baik kita ke sana saja, sudah lama kita tidak ngopi bersama" Struat mengorinh Camy ke sebuag cafe yang berada du dalam gedung.
"Tapi ... "
"Sudah kita ngopi dulu, Pina juga akan langsung konsentrasi pada berkas-berkasnya, kasih dia waktu menyelesaikannya, nanti kita kesana dengan oleh-oleh"
"Pasti dia akan senang, kekacauan yang ia sebabkan, ia akan kelimpungan diawal dan pasti akan selesai, oleh-oleh kita akan sangat berguna."
"Benar, manis dan kafein adalah obat para workaholic"
*
*
*
"Ya Bos, mereka kelimpungan" sudut bibir terangkat diwajahnya, mentapa sudut pintu dimana targetnya berada.
"Baik Bos"
"Siap Bos" Ia memutuskan sambungannya,
"Misi yang mudah." Tanpa ia tahu, seseorang dibelakangnya siap menyerang, ia lengah.
__ADS_1
"AARGH" Sang penyerang menatap mata-mata yang tersungkur dilantai dengan nyalang.
Tbc.